| Nama sebelumnya | PT Bank Rakjat Parahyangan (1965–1982) PT Bank Pasar Rakyat Parahyangan (1982–1990) PT Bank Royal Indonesia (1990–2020) |
|---|---|
| Jenis | Perseroan terbatas tertutup, anak usaha |
| IndustrI | Jasa keuangan |
Wilayah yang dilayani | Indonesia |
Tokoh kunci | Lanny Budiati[1] (Direktur Utama) Grace Dewijany[1] (Komisaris Utama) |
| Produk | |
| Merek | Blu |
| Pendapatan | |
| Total aset | |
| Total ekuitas | |
Jumlah karyawan | |
| Induk | PT Bank Central Asia Tbk (99%) |
PT Bank Digital BCA adalah anak usaha dari Bank Central Asia yang bergerak di bidang perbankan digital. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, hingga akhir tahun 2025, bank swasta devisa ini memiliki 1 kantor yang berada di Jakarta.[1][2]
Sejarah
Bank Royal Indonesia

Bank ini memulai sejarahnya di Ciparay, Bandung pada bulan Oktober 1965 sebagai sebuah bank perkreditan rakyat dengan nama PT Bank Rakjat Parahyangan, yang berubah menjadi PT Bank Pasar Rakyat Parahyangan di tanggal 21 Agustus 1982. Pasca dikeluarkannya kebijakan Pakto 88, pada 8 Januari 1990 perusahaan kembali berganti nama menjadi PT Bank Royal Indonesia[1][2] yang berkedudukan di Jakarta.[3] Bank Royal selanjutnya mengalami peningkatan status dari BPR menjadi bank umum non-devisa dengan modal dasar sebesar Rp 50 miliar di bulan Oktober 1990.[4] Sejak tanggal 13 November 1997 Bank Royal resmi mendapatkan izin sebagai pedagang valuta asing dari Bank Indonesia.[5]
Selama bertahun-tahun, Bank Royal dimiliki oleh keluarga Soemedi yang dikenal sebagai pengusaha industri baja lewat PT Master Steel. Skala bisnis bank ini terbilang kecil, dengan pada awal 2019 memiliki modal inti Rp 319,7 miliar, aset Rp 805 miliar, 7 kantor cabang dan kinerja keuangan yang sempat naik-turun. Fokusnya saat itu ada pada pembiayaan usaha kecil dan menengah.[6] Meskipun cakupan bisnisnya terbatas, Bank Royal tetap berkomitmen untuk menyediakan standar layanan dan relasi jangka panjang dengan nasabah yang unik jika dibandingkan bank-bank lain di Indonesia.[5] Keluarga pemiliknya juga sudah beberapa kali menyuntikkan modal tambahan,[3] seperti Rp 100 miliar di tahun 2018.[5]
Pada tanggal 31 Oktober 2019, Bank Central Asia (BCA) resmi mengakuisisi Bank Royal dengan harga Rp 988 miliar.[7] BCA pun berencana menyuntikkan modal sebesar Rp 700 miliar ke bank ini.[8] Sebagai bagian dari rencana BCA untuk mengubah bank ini menjadi perbankan digital, Bank Royal kemudian mengalihkan kredit lancar dan dana pihak ketiga yang diperoleh sebelum diakuisisi oleh BCA sejumlah masing-masing Rp 558 miliar dan Rp 617 miliar ke BCA dan/atau BCA Syariah.[9]
Transformasi menjadi bank digital
Pada bulan Mei 2020, PT Bank Royal Indonesia mengubah nama resminya menjadi PT Bank Digital BCA.[10] Setahun kemudian, bank ini meluncurkan aplikasi mobile banking dengan nama Blu (ditulis "blu").[11] Produk Blu menawarkan fitur-fitur seperti bluSaving, bluGether dan bluDeposit, yang ditujukan khususnya pada pengguna yang terbiasa melakukan aktivitas dan transaksi perbankan melalui perangkat digital. BCA Digital memiliki sistem yang terintegrasi dengan infrastruktur dalam ekosistem BCA, termasuk jaringan ATM BCA dan layanan HaloBCA.[11][12] BCA Digital selanjutnya mengembangkan Blu melalui penambahan produk dan integrasi dengan berbagai layanan digital. Beberapa integrasi tersebut seperti dengan aplikasi Blibli, Indodana dan Telkomsel, ditambah selanjutnya bersama sejumlah partner di sektor transportasi, teknologi finansial, serta makanan dan minuman.[13]
Pada segi penambahan produk dan fitur, di tahun 2022 Blu menghadirkan bluVirtual Card dan bluPoin. BCA Digital pada tahun yang sama juga menjadi bank administrator Rekening Dana Nasabah (RDN) setelah menjalin kerja sama dengan Kustodian Sentral Efek Indonesia. Layanan BI-FAST juga mulai tersedia melalui aplikasi Blu. Di tahun 2023, layanan Blu kembali diperluas dengan kemunculan bluInvest, bluInsurance, bluBisnis, bluDebit Card, bluExtraCash, dan program bluLoyalty, yang makin lengkap lewat adanya bluAccount for Teens dan bluValas pada tahun berikutnya. Pada tahun yang sama, BCA Digital juga menambahkan tingkat bluRoyal pada program loyalitasnya.[13]
Diperkirakan kurang dari setahun setelah diluncurkan (April 2022), aplikasi Blu sudah meraup 675.900 pengguna,[12] yang naik menjadi 3 juta nasabah pada Juni 2025. Menurut pihak bank, 90% dari 3 juta pengguna tersebut berasal dari Gen Z dan milenial yang berdomisili di Jakarta maupun kota-kota besar lain di Indonesia.[14] Selanjutnya, penambahan nasabah difokuskan kepada pengguna yang konsisten menggunakan aplikasi Blu, bukan yang hanya mengejar promo semata. Hal tersebut dikarenakan sejauh ini 80% pengguna Blu merupakan nasabah aktif. Dengan keaktifan nasabah (terlihat dari frekuensi transaksi 214,7 juta kali dengan nilai transaksi mencapai Rp 279,8 triliun sepanjang 2025), BCA Digital diharapkan bisa terus meningkatkan kinerja keuangannya.[15]
Manajemen
- Komisaris Utama: Grace Putri Ayu Dewijany
- Komisaris Independen: Ina Suwandi
- Komisaris Independen: Daniel Gunawan
- Direktur Utama: Lanny Budiati
- Direktur: Nico Lukman
- Direktur: Nugroho Budiman
Produk dan layanan
Layanan perbankan BCA Digital terutama disediakan melalui aplikasi blu by BCA Digital. Produk awal yang diperkenalkan bersama aplikasi tersebut meliputi bluAccount, bluSaving, bluGether, dan bluDeposit.[13] bluSaving merupakan rekening tabungan yang dapat dibuat secara terpisah dari rekening utama, sedangkan bluGether ditujukan untuk pengelolaan dana bersama. bluDeposit merupakan produk deposito yang dikelola melalui aplikasi Blu.[13]
Pengembangan berikutnya mencakup layanan pembayaran, kartu, kredit, investasi dan produk lainnya. bluVirtual Card diperkenalkan pada 2022, sementara bluDebit Card diluncurkan pada 2023. Pada tahun yang sama, perusahaan memperkenalkan bluExtraCash sebagai produk pinjaman serta bluInvest dan bluInsurance sebagai bagian dari pengembangan layanan investasi dan asuransi melalui ekosistem aplikasi Blu. Pada 2024, BCA Digital meluncurkan bluValas, yang memperluas layanan Blu ke transaksi mata uang asing, serta bluAccount for Teens untuk segmen nasabah remaja.[13]
Rekening Dana Nasabah
BCA Digital mulai berperan sebagai bank administrator Rekening Dana Nasabah setelah menjalin kerja sama dengan Kustodian Sentral Efek Indonesia pada 2022.[13] Pada Februari 2025, perusahaan bersama BCA Sekuritas meluncurkan bluRDN. Produk tersebut memungkinkan nasabah membuka dan mengelola Rekening Dana Nasabah melalui aplikasi Blu dan menghubungkannya dengan aplikasi perdagangan saham BCA Sekuritas Mobile.[2]
Kantor
Bank ini berpusat di Jakarta, dan hanya memiliki 1 kantor pusat. Berbeda dengan beberapa "bank digital" lain yang masih memiliki sedikit jaringan kantor, BCA Digital tidak memiliki jaringan kantor cabang konvensional. Hal tersebut karena bank ini dinilai mampu menyediakan seluruh layanan perbankannya secara digital, yang diharapkan membantu nasabah untuk mengakses produk dan layanan yang tersedia kapan saja dan di mana saja dengan mudah.[2]
Ekosistem dan kemitraan

Selain menyediakan layanan melalui aplikasi Blu, BCA Digital mengembangkan integrasi layanan perbankan dengan platform milik perusahaan lain. Perusahaan menyebut model integrasi tersebut sebagai blUnion, yang dikembangkan sebagai layanan banking as a service (BaaS) untuk mengintegrasikan layanan Blu dengan aplikasi mitra.[13]
Pada Juli 2021, BCA Digital mulai mengembangkan integrasi layanan Blu dengan Blibli. Marketplace ini menjadi salah satu mitra awal BCA Digital, mengingat kepemilikan akhirnya yang masih sama-sama dikuasai Djarum. Kerja sama tersebut memungkinkan pengembangan layanan perbankan digital yang terhubung dengan ekosistem perdagangan elektronik.[16] Pada Oktober tahun yang sama, BCA Digital juga mengintegrasikan layanan Blu dengan layanan Redi milik Telkomsel.[17]
Dalam bidang penyaluran kredit, pada April 2023 BCA Digital mulai bekerja sama dengan PT Artha Dana Teknologi, pengelola Indodana, untuk menyediakan pinjaman dana tunai melalui aplikasi Indodana. Kerja sama tersebut memungkinkan pinjaman yang didanai BCA Digital diakses melalui platform Indodana.[18] Pada tahun 2025 BCA Digital menjalin kerja sama lain dengan Bank Capital Indonesia dalam rangka meningkatkan pertumbuhan kredit.[19]
Kerja sama dengan Garuda Indonesia
BCA Digital dan Garuda Indonesia mengembangkan kartu debit co-branding yang menggabungkan layanan Blu dengan program GarudaMiles. Rencana kerja sama tersebut diumumkan pada Mei 2024, dengan kartu direncanakan diluncurkan pada kuartal terakhir tahun tersebut.[20] Kartu tersebut kemudian diluncurkan pada 10 Desember 2024 dengan nama Garuda x bluDebit Card.[21] Kartu tersebut menghubungkan transaksi kartu debit Blu dengan manfaat dalam program GarudaMiles.[22]
Referensi
- 1 2 3 4 "Sekilas Perusahaan". PT Bank Digital BCA. Diakses tanggal 20 Oktober 2024.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 "Laporan Tahunan 2025" (PDF). PT Bank Digital BCA. Diakses tanggal 20 Oktober 2024.
- 1 2 Indonesia Bank Directory
- ↑ Informasi, Volume 12,Masalah 145-150
- 1 2 3 Annual Report Bank Royal 2018
- ↑ Ini Profil Bank Royal
- ↑ Sidik, Syahrizal (5 November 2019). "Sah! BCA Rampungkan Akuisisi Bank Royal Rp 988 M". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 26 November 2024.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ BCA Suntik Bank Royal Rp700 M Demi Fokus ke Segmen Digital
- ↑ Laporan Tahunan 2019 Bank Royal
- ↑ Sidik, Syahrizal (27 Mei 2020). "BCA Resmi Ganti Nama Bank Royal Jadi Bank Digital BCA". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 26 November 2024.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 Cicilia, Maria (30 Juni 2021). "Blu, bank digital BCA sasar kalangan "digital savvy"". LKBN Antara. Diakses tanggal 26 November 2024.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 Blu by BCA Digital Capai 675.900 Nasabah
- 1 2 3 4 5 6 7 "Laporan Tahunan 2024" (PDF). PT Bank Digital BCA. 2025. Diakses tanggal 24 Juli 2026.
- ↑ Didominasi Gen Z dan Milenial, Nasabah Blu by BCA Hampir Tembus 3 Juta per Juni 2025
- ↑ Blu by BCA Digital Kejar Nasabah Aktif, Bukan Sekadar Tambah Rekening
- ↑ "blu gandeng Blibli untuk integrasikan ekosistem digital". ANTARA News. 22 Juli 2021. Diakses tanggal 24 Juli 2026.
- ↑ "Telkomsel redi dan blu integrasikan layanan perbankan digital". ANTARA News. 28 Oktober 2021. Diakses tanggal 24 Juli 2026.
- ↑ Victoria, Agatha Olivia (10 Mei 2023). "BCA Digital menggandeng Indodana salurkan cash loan". ANTARA News. Diakses tanggal 24 Juli 2026.
- ↑ Saputra, Yulian (2025-12-23). "Genjot Pertumbuhan Kredit Pensiun, Bank Capital Gandeng BCA Digital". Infobanknews (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-04-04.
- ↑ "BCA Digital dan Garuda Indonesia berikan kemudahan layanan penerbangan". ANTARA News. 20 Mei 2024. Diakses tanggal 24 Juli 2026.
- ↑ "Garuda Indonesia dan BCA Digital Luncurkan Kartu Debit Pertama di Indonesia dengan Nilai Tambah Layanan Penerbangan dan Digital Perbankan" (PDF). PT Bank Digital BCA. 10 Desember 2024. Diakses tanggal 24 Juli 2026.
- ↑ "Garuda x bluDebit Card". Garuda Indonesia. Diakses tanggal 24 Juli 2026.