Minggu, 20 September 2026
15:44 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Abdullah bin Rawahah

Abdullah bin Rawahah

Abdullah bin Rawahah
250px-Mausoleum_%2CJafer-ut-Tayyar%2CJordan.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Makam Abdullah, Zaid bin Haritsah, dan Ja'far bin Abi Thalib di Al-Mazar dekat Mu'tah di Yordania
Lahir
Meninggal629
Penyebab kematian
Syahid di Pertempuran Mu'tah
Tempat peristirahatan terakhir
Al-Mazar, Mu'tah
Dikenal karenaSahabat Nabi
Ayah
  • Rawahah bin Tsa'labah (ayah)
  • Kabsyah binti Waqid (ibu)

Abdullah bin Rawahah (bahasa Arab:عبد الله بن رواحة) adalah salah seorang dari sahabat Muhammad yang dikenal sebagai penyair dan terbunuh dalam Pertempuran Mu'tah melawan Bizantium dan Arab Ghassan di Yordania.[1]

Asal-usul

Abdullah bin Rawahah bin Tsa'labah bin Imrul Qais bin Amr bin Imrul Qais bin Malik al-Aghar bin Tsa'labah bin Ka'ab bin al-Khazraj berasal dari Bani al-Harits, salah satu cabang suku Khazraj dari Bani Azad.[2][3][4] Ibunya bernama Kabsyah binti Waqid bin Amr bin al-Ithnabah bin Amir bin Zaid Manah bin Malik al-Aghar juga berasal dari Bani al-Harits.[2][5]

Ia memiliki kunyah Abu Amr, sementara riwayat lain menunjukkan kunyahnya adalah Abu Muhammad atau Abu Rawahah.[3][4][5][6] Abdullah merupakan paman dari sahabat lain yang bernama an-Nu'man bin Basyir,[2][3][6] serta saudara laki-laki Abu Darda dari pihak ibunya.[6]

Biografi

Abdullah bin Rawahah berasal dari Suku Arab dari Bani Khazraj.[7] Beliau adalah seorang juru tulis dan penyair dari kalangan Anshar, padahal pada saat itu menulis bukan keahlian umum.[8] Abdullah masuk Islam setelah mendengar bacaan Quran dari Mushab bin Umair.[1] Suatu ketika beliau pernah diminta oleh Nabi Muhammad untuk membuat syair. Tak butuh waktu lama, beliau ucapkan syair yang maknanya:

Wahai Putra Hasyim yang baik, sungguh Allah telah melebihkanmu dari seluruh manusia[9]

Memberimu karunia yang tidak diberikan kepada orang lain

Sungguh, Aku menaruh firasat baik yang kuyaini terhadap dirimu

Suatu firasat yang berbeda dengan pandangan hidup mereka

seandainya engkau bertanya dan meminta pertolongan mereka

Dalam memecahkan persoalan, mereka tidak akan menjawab atau membela

Karena itu, Allah mengukuhkan kebaikan dan ajaran yang engkau bawa

Sebagaimana Dia telah mengukuhkan dan memberi pertolongan kepada Musa[9]

Inilah di antara syair Indah yang digubah oleh Abdullah bin Rawahah sehingga didoakan Nabi agar Abdullah diteguhkan hatinya.[1] Dan ketika beliau mengikuti banyak peperangan bersama Muhammad, seperti perang Badar, Perang Uhud, dan peperangan yang lain lain, tak lupa beliau menggubah syair untuk memberikan semangat tempur bagi kaum muslimin. Dan di antara bait syair yang cukup terkenal adalah:[9]

"Wahai Jiwa, Seandainya engkau tidak mati terbunuh (dimedan perang), engkau pasti mati juga" [9]

Abdullah adalah salah satu dari dua belas wakil Kaum Anshar yang bersumpah setia sebelum Hijrah, dan kemudian menyebarkan Islam ke Madinah. Peristiwa ini dikenal dengan sebutan Baiat Aqobah I. Beliau juga termasuk di antara 73 orang yang bersumpah setia kepada Muhammad di Madinah yang kedua kalinya, atau yang disebut Baiat Aqobah II.[9] Dia dikatakan telah waspada terhadap plot yang diduga dari Abdullah bin Ubay.[8]

Saat Perang Badar, Abdullah dan kedua putra Afra berderap maju untuk meladeni tantangan duel dari pemuka Quraisy Mekah, yaitu al-Walid dan ayahnya sendiri Utbah serta pamannya Syaibah. Namun, ketiga orang Quraisy itu menolak menghadapi mereka. Ketiganya bersikukuh ingin bertarung melawan para sahabat Muhajirin. Akhirnya, mereka tewas di tangan Ali, Hamzah, dan Ubaidah bin al-Harits.[1] Setelah Pertempuran Badar, Abdullah mengislamkan saudaranya Abu Darda yang masih menyembah patung, di mana Abdullah datang ke rumahnya dan memukul patungnya lalu menjelaskan bahwa patung sembahannya tidak memberi manfaat dan masalah.[1]

Abdullah bin Rawahah menjadi sebab turunnya al-Quran surat asy-Syu'ara ayat 227 yang mengizinkan penyair yang beriman dan beramal soleh serta banyak mengingat Allah.[10] Dia juga memimpin ekspedisinya sendiri bersama 30 pasukan berkuda yang dikenal sebagai Ekspedisi Abdullah bin Rawahah ra, di mana dia dikirim untuk membunuh Al-Yusair bin Rizam, Yahudi dari Khaibar,[10] selanjutnya setelah Pertempuran Khaibar yang dimenangkan muslimin dan mendapatkan ribuan hektar kebun kurma, Abdullah ditugaskan menjadi pemungut zakat dan harta bagi hasil di wilayah Khaibar yang pengelolaanya masih dilakukan orang yahudi.[11]

Ekspedisi militer dan kematian

250px-Battle_of_Mu%27tah_-_Strategic_Map_%28629_AD%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pertempuran Mu'tah

Abdullah bin Rawahah adalah komandan ketiga selama Pertempuran Mu'tah dan kemudian terbunuh dalam pertempuran itu. Beliau ditugaskan Muhammad untuk memimpin pasukan pada perang Mut'ah jika kedua pemimpin sebelumnya, yaitu Zaid bin Haritsah dan Ja'far bin Abu Thalib gugur. Ketika kedua sahabatnya telah syahid, beliau langsung menyambar panji Islam dan berada digarda terdepan untu memimpin peperangan melawan pasukan Romawi. Di hadapan beliau ada sekitar 200.000 pasukan (menurut perkiraan modern sekitar 50.000 pasukan), mereka begitu banyak sehingga tampak tidak ada ujungnya. Beliaupun menggubah syair untuk menyemangati dirinya menjemput syahid tanpa ada rasa takut. Akhirnya beliau bersama pasukannya menyerbu ketengah-tengah pasukan musuh. Dan masa yang diimpikan tiba, beliau menjemput syahid dimedan juang untuk menegakkan syiar Islam.[9]

250px-Grave_of_Syedina_%27Abd_Allah_ibn_Rawahah.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Makam Abdullah bin Rawahah di Yordan.

Muhammad saat itu tengah di Madinah bersama para sahabat, beliau memberitakan tentang gugurnya tiga panglima perang yang mulia. beliau bersabda, "Panji perang dipegang oleh Zaid bin Haritsah, ia bertempur sambil membawa panji itu hingga ia gugur sebagai syahid. Kemudian panji diambil alih oleh Ja'far, dan ia bertempur pula mempertahankan panji tersebut hingga gugur sebagai syahid juga." Beliau diam sebentar, lalu meneruskan sabdanya, "Kemudian panji perang diambil oleh Abdullah bin Rawahah dan ia bertempur membawa panji itu, sampai akhirnya ia gugur sebagai syahid juga". Kemudian Muhammad diam sejenak, sementara mata beliau memancarkan cahaya kegembiraan, dan bersabda, "Mereka bertiga diangkatkan ke tempatku, ke Surga".[9]

Kematian

Abdullah bin Rawahah terbunuh akibat tusukan tombak pasukan musuh, dengan darah mengalir, ia maju merangsek pasukan musuh hingga nafas terakhirnya pada 629 M. Pimpinan pasukan kemudian diambil alih oleh Khalid bin Walid lalu menyelamatkan seluruh pasukan mundur kembali ke Madinah.[1] Abdullah wafat tanpa meninggalkan keturunan.

Keistimewaan Abdullah bin Rawahah

Berikut adalah di antara keistimewaan Abdullah bin Rawaha Ra:

  1. Termasuk kedalam rombongan kaum Anshor dari Madinah yang berbait dan beriman kepada Muhammad sebelum beliau Hijrah ke Madinah, dan turut serta membukakan jalan bagi Muhammad dan kaum muslimin Makkah agar bisa berhijrah ke Madinah dalam keadaan aman dan diterima dengan baik oleh penduduk Madinah.[9]
  2. Seorang penulis dan penyair yang ulung[9]
  3. Terpilih sebagai panglima Perang Mut'ah yang ketiga setelah Zaid bin Haritsah dan Ja'far bin Abu Thalib ra.[9]
  4. Menggubah Syair di hadapan Muhammad, dan Muhammad menyukai syair tersebut[9]
  5. Menggubah syair dalam setiap peperangan yang diikuti untuk mengobarkan semangat pasukan kaum muslimin[9]
  6. Menjadi Syahid di peperangan Mut'ah.[9]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 Muhammad Raji Hassan, Kinas (2012). Ensiklopedia Biografi Sahabat Nabi. Jakarta: Penerbit Zaman. ISBN 978-979-024-295-1
  2. 1 2 3 (Arab) Ath-Thabaqat al-Kubra oleh Ibnu Sa'ad – Abdullah bin Rawahah (1) Diarsipkan 21 ديسمبر 2016 di Wayback Machine.
  3. 1 2 3 (Arab) Usdul Ghabah fi Ma'rifat ash-Shahabah – Abdullah bin Rawahah Diarsipkan 21 ديسمبر 2016 di Wayback Machine.
  4. 1 2 (Arab) Al-Ishabah fi Tamyiz ash-Shahabah – Abdullah bin Rawahah (1) Diarsipkan 21 ديسمبر 2016 di Wayback Machine.
  5. 1 2 (Arab) Tahdzib al-Kamal oleh al-Mizzi – Abdullah bin Rawahah bin Tsa'labah bin Imrul Qais Diarsipkan 20 ديسمبر 2016 di Wayback Machine.
  6. 1 2 3 (Arab) Siyar A'lam an-Nubala – Abdullah bin Rawahah Diarsipkan 20 ديسمبر 2016 di Wayback Machine.
  7. The Sealed Nectar The Second ‘Aqabah Pledge Diarsipkan November 28, 2006, di Wayback Machine. on sunnipath.com
  8. 1 2 O My Soul, Death Is Inevitable, So It Is Better for You to Be Martyred Diarsipkan June 30, 2006, di Wayback Machine., URL accessed 2009-09-30
  9. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Muhahammad Khalid, Khalid (Januari 2018). Biografi 60 Sahabat Nabi. Jakarta: Ummul Qura. hlm. 286–292. ISBN 9786029896886.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  10. 1 2 Dzahabi, Imam (2017). Terjemah Siyar A'lam an-Nubala. Jakarta: Pustaka Azzam. ISBN 978-602-236-270-8
  11. Al-Muafiri, Abu Muhammad Abdul Malik bin Hisyam (2020-12-18). Sirah Nabawiyah lbnu Hisyam: Jilid 2 (dalam bahasa Melayu). Darul Falah.
Daftar Sahabat Nabi Islam Muhammad
Abbad bin Bisyr ·Abbas bin Abdul-Muththalib · Abdullah bin Abbas ·Abdullah bin Abdul-Asad · Abdullah bin Abdullah bin Ubay · Abdullah bin Hudzafah as-Sahmi · Abdullah bin Ja'far · Abdullah bin Mas'ud ·Abdullah bin Rawahah · Abdullah bin Salam · Abdullah bin Umar · Abdullah bin Ummi Maktum · Abdullah bin Zubair · Abdurrahman bin Abi Bakar · Abdurrahman bin Auf · Abu Ayyub al-Anshari · Abu Bakar · Abu Dujanah · Abu Dzar Al-Ghifari · Abu Hudzaifah bin Utbah · Abu Hurairah · Abu Lubabah bin Abdul-Mundzir · Abu Martsad al-Ghanawi · Abu Musa al-Asy'ari · Abu Qatadah · Abu Sufyan bin Harb · Abu Sufyan bin al-Harits · Abu Thalhah al-Anshari · Abu Ubaidah bin al-Jarrah · Abu al-Ash bin ar-Rabi' · Abu Darda · Abu Bashir · Abu Sa'id al-Khudri · Attab bin Usaid · Al-Ala' bin al-Hadhrami · Al-Barra' bin Malik · Al-Harits bin Hisyam · Al-Nahdiah · Ali bin Abi Thalib · Amir bin Abi Waqqash · Amir bin Fuhairah · Amr bin al-Jamuh · Amr bin Tsabit · Ammar bin Yasir · Amr bin al-Ash · An-Nu'man bin Muqarrin · An-Nu'man bin Malik · Anas bin Malik · Aqil bin Abi Thalib · Arfajah al-Bariqi · Aus bin ash-Shamit · Basyir bin Sa'ad · Bilal bin Rabah · Bilal bin al-Harits · Al-Fadhl bin al-Abbas · Fatimah binti Asad · Fatimah binti Hizam · Fairuz ad-Dailami · Ghaurats bin Harits · Habbab bin Mundzir · Habibah binti Ubaidillah · Hakim bin Hazm · Halimah As-Sa'diyah · Hamzah bin Abdul-Muththalib · Hanzhalah bin Abi Amir · Haritsah binti al-Muammil · Hasan bin Ali · Hatib bin Abi Baitah ·Hisyam bin al-Ash ·Hudzaifah bin al-Yaman ·Hujr bin Adi · Husain bin Ali ·Ikrimah bin Abu Jahal · Ja'far bin Abi Thalib ·Jarir bin Abdullah al-Bajali ·Julaybib ·Khabbab bin al-Arat ·Khadijah binti Khuwailid ·Khalid bin Sa`id ·Khalid bin Walid · ·Khaulah binti al-Azwar ·Khaulah binti Hakim ·Khaulah binti Tsa'labah ·Khubaib bin Adi ·Khunais bin Hudzafah ·Khuzaimah bin TsabitLayla binti al-Minhal ·Lubabah binti al-Harith ·Lubaynah ·Malik bin Hubairah as-Sakuni ·Marwan bin al-Hakam ·Miqdad bin Amr ·Mua'dz bin Jabal ·Muawiyah bin Abu Sufyan ·Muhammad bin Maslamah ·Mughirah bin Syu'bah ·Mush'ab bin Umair ·Qatadah bin an-Nu'man ·Qudamah bin Mazh'un ·Rabi'ah bin Aktsam ·Rabi'ah bin al-Harits ·Rukanah al-Mutthalibi ·Sa'ad bin ar-Rabi' ·Sa'ad bin Abi Waqqash ·Sa'ad bin Mu'adz ·Sa'ad bin Ubadah ·Shafiyyah binti Abdul Muthalib ·Sa'id bin al-Ash ·Sa'id bin Amir al-Jumahi ·Sa'id bin Zaid ·Salim bin Ma'qil ·Salman al-Farisi ·Shuhaib ar-Rumi ·Sufyan bin Abdullah ats-Tsaqafi · Sufyan bin 'Auf ·Sumayyah binti Khayyat ·Syaibah bin 'Utsman ·Tamim ad-Dari ·Thalhah bin Ubaidillah ·Thariq bin Syihab · Thulaib bin Umair ·Tsuwaibah ·Tsumamah bin Utsal ·Ubadah bin ash-Shamit ·Ubadah bin Al-Khasykhasy ·Ubaidah bin al-Harits ·Ubay bin Ka'ab · Umamah binti Abi al-Ash ·Umar bin Khattab · Ummi Hani ·Ummi Kultsum binti Ali ·Ummu Ruman ·Ummi Syarik ·Ummi Ubays ·Uqbah bin Amir ·Urwah bin Mas'ud ·Usamah bin Zaid ·Usaid bin Hudhair ·Utbah bin Ghazwan ·Utsman bin Affan ·Utsman bin Mazh'un ·Utsman bin Hunaif ·Wahb bin Umair ·Wahb bin Sa'ad ·Wahsyi bin Harb ·Yazid bin Abu Sufyan ·Zaid bin Arqam · Zaid bin Haritsah ·Zaid bin Tsabit · Zainab binti Ali ·Zubair bin Awwam ·Zunirah al-Rumiyah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan