Jumat, 16 Oktober 2026
11:00 WIB
TERKINI
Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo

Abu Bashir

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Abu Bashir" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Januari 2026)

Abu Bashir (bahasa Arab:أبو بصير, translit. Abū Baṣīr) merupakan salah satu sahabat dari nabi Islam Muhammad yang berasal dari Bani Tsaqif. Nama aslinya Utbah bin Usaid bin Jariyah.[1][2]

Setelah Perjanjian Hudaibiyah, Nabi kembali ke Madinah dan hidup tentram di sana, tiba-tiba muncul seseorang dari orang-orang Muslim yang masih mendapat siksaan di Makkah. Dia adalah Abu Bashir, seorang laki-laki dari Tsaqif, sekutu Quraisy. Lalu orang-orang Quraisy yaitu al-Akhnas bin Syuraiq dan Azhar bin Abd Auf mengutus dua orang yang dari Bani Amir bin Lu'ay dan sahayanya, untuk mencarinya di Madinah dan mengingatkan Nabi tentang isi perjanjian. Maka sesuai dengan isi perjanjian, beliau menyerahkan Abu Bashir pergi menuju Makkah. Setibanya di Dzul Hulaifah, mereka istirahat sambil makan buah korma, lalu Abu Bashir berpura melihat pedang penjemputnya lantas membunuhnya.

Abu Bashir lantas melarikan diri kembali ke Madinah namun ditolak Muhammad. Mendengar penolakan ini, Abu Bashir sadar bahwa ia akan diserahkan lagi ke pihak Quraisy. Maka dia segera beranjak pergi hingga tiba di pinggir pantai, di al-Ish. Apa yang dilakukan Abu Bashir ini terdengar hingga ke Makkah dan didengar pula orang-orang Muslim di sana.

Karena itu Abu Jandal meloloskan diri dari Makkah dan bergabung bersama Abu Bashir. Langkah Abu Jandal ini diikuti teman-temannya yang lain yang sudah masuk Islam dan selama ini menetap di Makkah hingga cukup banyak yang berhimpun bersamanya. Karena tempat pangkalan Abu Bashir dan teman-temannya itu merupakan jalur yang dilewati kafilah dagang Quraisy menuju Syam, maka setiap ada kafilah dagang Quraisy yang lewat pasti mereka cegat, dihalangi dan harta bendanya dirampas.[1]

Ketika kabar pernbunuhan teman mereka, yakni keturunan bani Amir, oleh Abu Bashir, sampai kepada Suhail bin Amr, dia menyandarkan punggungnya ke Ka'bah dan menyatakan untuk membalas, namun Abu Sufyan bin Harb menolak dan memilih tetap menempuh perdamaian.

Akhimya Quraisy mengirimkan utusan kepada Muhammad untuk menyampaikan pesan bahwa siapa pun orang Muslim yang melarikan ke Madinah diperbolehkan. Muhammad mengirim pesan balasan, dan setelah itu Abu Bashir dan orang-orang Muslim yang bergabung bersamanya pergi ke Madinah.[2]

Referensi

  1. 1 2 Tabhari, Imam (2012). Terjemah Tarikh ath-Thabari. Jakarta: Pustaka Azzam. ISBN 978-602-8439-68-8
  2. 1 2 Syaikh, Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri (2012). Sirah Nabawiyah. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar. ISBN 978-602-98968-3-1


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh Islam ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan