Minggu, 01 November 2026
22:46 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Wahb bin Umair

Bagikan:
Wahb bin Umair
LahirMakkah
MeninggalSyam
Perang/pertempuran
HubunganUmair bin Wahb (ayah)

Wahb bin Umair (bahasa Arab:وَهْبُ بْنُ عُمَيْرٍ) adalah seorang sahabat Nabi dan putra dari Umair bin Wahb.

Asal-usul

Wahb berasal dari kabilah Bani Jumah. Silsilahnya adalah Wahb bin Umair bin Wahb bin Khalaf bin Wahb bin Hudzafah bin Jumah al-Qurasyi al-Jumahi.[1] Ibunya bernama Ruqaiqah (Khalidah) binti Kaldah bin Khalaf bin Wahb bin Hudzafah bin Jumah yang juga berasal dari Bani Jumah. Ia mempunyai saudara kandung yang bernama Umayyah dan Ubay.[2]

Biografi

Wahb bin Umair merupakan pemuka Bani Jumah.[2] Ia ikut dalam Perang Badar bersama ayahnya di pihak kaum musyrik Quraisy dan kemudian tertawan.[2] Setelah masuk Islam, Nabi Muhammad mengutusnya pada peristiwa Fathu Makkah untuk menemui Shafwan bin Umayyah dan mengajaknya masuk Islam setelah sebelumnya Shafwan melarikan diri.[3]

Pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab, Wahb ikut dalam penaklukan Mesir. Ia kemudian memimpin pasukan laut dari Mesir dalam Perang Amuriyah pada tahun 23 H/644 M,[1] bersama dengan Abu al-A'war as-Sulami yang dikirim Mu'awiyah dari Syam. Pasukan tersebut dikirim untuk menghadapi Bizantium di wilayah Anatolia.[4]

Wahb meninggal di Syam dalam keadaan berjihad.[3]

Referensi

  1. 1 2 Ibnu Hajar al-Asqalani (1995), الإصابة في تمييز الصحابة (dalam bahasa Arab), vol. 6 (Edisi 1), Beirut: Dar Al-Kotob Al-Ilmiyah, hlm. 491, OCLC 4770581745, Wikidata Q116752596 – via Maktabah Syamilah
  2. 1 2 3 Ibnu Sa'ad. Ath-Thabaqat al-Kubra tha Dar Shadir - Umair bin Wahb - Al-Maktaba al-Shamela (dalam bahasa Arab). Vol. 4. hlm. 199. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-05-31. Diakses tanggal 2024-02-09.{{cite book}}: |website= diabaikan
  3. 1 2 Ibnul Atsir al-Jazari (1994), أسد الغابة في معرفة الصحابة (dalam bahasa Arab), vol. 5 (Edisi 1), Beirut: Dar Al-Kotob Al-Ilmiyah, hlm. 430, OCLC 4770581728, Wikidata Q116752568 – via Maktabah Syamilah
  4. ↑ Kaegi, Walter E. (1992). Byzantium and the Early Islamic Conquests. Cambridge University Press. hlm. 246. ISBN 0-521-41172-6.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan