Minggu, 25 Oktober 2026
22:29 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Zaid bin Tsabit

Zaid bin Tsabit

Bagikan:
"Zaid" beralih ke halaman ini. Untuk Zaid yang disebutkan dalam Alquran, lihat Zaid bin Haritsah. Untuk orang lain bernama Zaid, lihat Zaid (disambiguasi).
Zaid bin Tsabit
radhiyallahu anhu
زيد بن ثابت
250px-Zayd_ibn_Thabit_Masjid_an-Nabawi_Calligraphy.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir
Meninggal45 Hijriyah
Madinah
AnakKharijah bin Zaid
Orang tuaTsabit bin Adh-Dhahhak

Zaid bin Tsabit an-Najjari al-Anshari (Arabic : زيد بن ثابت) adalah salah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW dan merupakan penulis wahyu dan surat-surat Nabi. Nasabnya adalah Zaid bin Tsabit bin Adh-Dhahhak bin Zaid bin Ludzan bin Amr bin Abdu Auf bin Ghanam bin Malik bin Taymullah al-Najjar bin Tsa'labah.[1] Ibunya bernama an-Nawar bin Malik.[2]

Zaid bin Tsabit merupakan keturunan Bani Najjar, perkampungan di sekitar masjid Nabawi, yang mulai tinggal bersama Nabi Muhammad ketika ia hijrah ke Madinah. Ibunya kerap mengirimkan makan malam ke rumah Muhammad sehingga ia mendapat doa berkah. Rumah Nawar yang tinggi menjadi tempat adzan Bilal sebelum didirikan masjid Nabawi dengan tiang adzannya.[3] Ia dikenal paling ahli dalam ilmu Faraidh (warisan).

Kehidupan

Ayahnya terbunuh sebelum hijrah pada Perang Bu'ats saat ia berusia 6 tahun, sehingga Zaid tumbuh sebagai anak yatim. Ketika berusia berusia 11 tahun, Zaid bin Tsabit dikabarkan telah dapat menghafal 11 surah Alquran. Saat Pertempuran Badar, Zaid ingin terlibat namun karena usianya masih 13 tahun sehingga Muhammad menolaknya. Ia pulang dengan sedih namun ditenangkan ibunya, Nawar.

Zaid bin Tsabit baru turut serta bersama Nabi Muhammad dalam perperangan Khandaq dan peperangan-peperangan lainnya. Dalam peperangan Tabuk, Nabi Muhammad menyerahkan bendera Bani Najjar yang sebelumnya dibawa oleh Umarah kepada Zaid bin Tsabit. Ketika Umarah bertanya kepada Nabi, ia berkata, "Al-Quran harus diutamakan, sedang Zaid lebih banyak menghafal Al-Quran daripada engkau. Orang yang paling ahli dalam ilmu faraidh (harta warisan) di antara umatku adalah Zaid bin Tsabit."[4]

Penulis wahyu

330px-thumbnail.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tulisan Quran di Masa Awal.

Kekuatan daya ingat Zaid bin Tsabit telah membuatnya diangkat penulis wahyu dan surat-surat Nabi Muhammad semasa hidupnya, dan menjadikannya tokoh yang terkemuka di antara para sahabat lainnya. Diriwayatkan oleh Zaid bin Tsabit bahwa:

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berkata kepadanya "Aku berkirim surat kepada orang, dan aku khawatir, mereka akan menambah atau mengurangi surat-suratku itu, maka pelajarilah bahasa Suryani", kemudian aku mempelajarinya selama 17 hari, dan bahasa Ibrani (yahudi) selama 15 hari.[2]

Masa Khalifah Abu Bakar

Ketika Muhammad wafat, para juru bicara kaum Anshar berdiri dan berkata: "Seorang pemimpin dari kami dan seorang dari kalian." Maka berdirilah Zaid bin Tsabit dan berkata: "Sesungguhnya Rasulullah berasal dari kaum Muhajirin, dan kami adalah para penolongnya. Imam itu hendaknya berasal dari kaum Muhajirin, dan kami adalah para penolongnya."[4]

Di kemudian hari pada zaman kekhalifahan Abu Bakar dan Umar, Zaid bin Tsabit adalah salah seorang yang diamanahkan untuk mengumpulkan dan menuliskan kembali Al-Quran dalam satu mushaf. Dalam perang Al-Yamamah banyak penghafal Al-Quran yang gugur, sehingga membuat Umar bin Khattab cemas dan mengusulkan kepada Abu Bakar untuk menghimpun Al-Quran sebelum para penghafal lainnya gugur. Mereka kemudian memanggil Zaid bin Tsabit dan Abu Bakar mengatakan kepadanya:

"Anda adalah seorang pemuda yang cerdas dan kami tidak meragukanmu".

Setelah itu Abu Bakar menyuruh Zaid bin Tsabit untuk menghimpun Al-Quran. Meskipun pada awalnya ia menolak, tetapi setelah diyakinkan akhirnya Zaid bin Tsabit dengan bantuan beberapa orang lainnya pun menjalankan tugas tersebut seperti Ubay bin Ka'ab, Muadz bin Jabal dan Abu Zaid.[2] Dialah yang menangani pembagian ghanimah pada Perang Yarmuk di Syam Suriah.[4]

Zaid bin Tsabit diangkat menjadi bendahara pada zaman pemerintahan Khalifah Abu Bakar dan Khalifah Umar. Ketika pemerintahan Khalifah Utsman, Zaid bin Tsabit diangkat menjadi pengurus Baitul Maal. Umar dan Utsman juga mengangkat Zaid bin Tsabit sebagai pemegang jabatan khalifah sementara ketika mereka menunaikan ibadah haji.[4]

Masa Khalifah Umar

Umar selalu menunjuk Zaid sebagai wakil. Hampir setiap kali Umar kembali, ia memberikan hadiah kebun kurma kepadanya. Umar dan Utsman tidak pernah mendahulukan siapapun atas Zaid dalam ilmu faraidh, fatwa, bacaan Al-Qur'an, dan peradilan. Umar menyebarkan para sahabat ke berbagai negeri dan melarang mereka berfatwa berdasarkan pendapat pribadi, sementara Zaid bin Tsabit ditahan di Madinah untuk memberikan fatwa kepada penduduknya.[4]

Masa Khalifah Utsman

Ketika Utsman terkepung, Zaid bin Tsabit datang menemuinya dan masuk ke dalam rumah. Utsman berkata kepadanya: "Keberadaanmu di luar rumah lebih bermanfaat bagiku daripada di sini, maka belalah aku." Zaid pun keluar dan mulai membela Utsman serta berbicara kepada orang-orang tentangnya, hingga sebagian kaum Anshar berbalik pulang. Zaid pun berkata: "Wahai kaum Anshar, jadilah penolong-penolong Allah," dua kali ia mengucapkannya. "Tolonglah dia. Demi Allah, darahnya adalah haram."

Lalu datanglah Abu Hayyah Al-Mazini bersama beberapa orang dari kaum Anshar dan berkata: "Urusanmu tidak beres bersamamu." Terjadilah percekcokan antara keduanya, dan Abu Hayyah bersama orang-orang bersamanya memegang kerah baju Zaid. Ketika beberapa orang dari kaum Anshar melintas dan melihat kejadian itu, mereka pun melepaskan Zaid. Salah seorang dari mereka berkata kepada Abu Hayyah: "Engkau memperlakukan demikian kepada seseorang yang seandainya ia meninggal malam ini, kamu tidak akan tahu berapa warisanmu dari ayahmu."[4]

Ulama

Zaid bin Tsabit telah meriwayatkan sembilan puluh dua hadist, yang lima daripadanya disepakati bersama oleh Iman Bukhari dan Imam Muslim. Bukhari juga meriwayatkan empat hadist yang lainnya bersumberkan dari Zaid bin Tsabit, sementara Muslim meriwayatkan satu hadist lainnya yang bersumberkan dari Zaid bin Tsabit. Zaid bin Tsabit diakui sebagai ulama di Madinah yang keahliannya meliputi bidang fiqih, fatwa dan faraidh (waris).[2]

Yang meriwayatkan darinya antara lain: Abu Hurairah, Ibnu Abbas (keduanya juga membaca Al-Qur'an kepadanya), Ibnu Umar, Abu Sa'id Al-Khudri, Anas bin Malik, Sahl bin Sa'd, Abu Umamah bin Sahl, Abdullah bin Yazid Al-Khatmi, Marwan bin Al-Hakam, Sa'id bin Al-Musayyab, Qabishah bin Dzuaib, dua putranya: ahli fikih Kharijah dan Sulaiman, Aban bin Utsman, Atha' bin Yasar beserta saudaranya Sulaiman bin Yasar, Ubaid bin As-Sabbaq, Al-Qasim bin Muhammad, Urwah, Hujr Al-Madri, Thawus, Busr bin Sa'id, dan masih banyak lagi.[4]

Abu Abdurrahman, ia berkata: "Aku tidak pernah berbeda dengan Ali dalam satu pun bacaannya. Aku selalu mengumpulkan huruf-huruf bacaan Ali lalu aku bawa menemuinya Zaid pada musim-musim di Madinah. Mereka berdua tidak pernah berbeda kecuali dalam kata At-Tabut: Zaid membacanya dengan ha ( تابو ه ), sedangkan Ali membacanya dengan ta ( تابو ت )."[4]

Putra-putri Zaid antara lain: Kharijah, Sulaiman, Yahya, Umarah, Ismail, As'ad, Ubadah, Ishaq, Hasanah, Umrah, Ummu Ishaq, dan Ummu Kultsum. Ibu mereka adalah Ummu Sa'd binti Sa'd bin Ar-Rabi', salah seorang peserta Perang Badar.

Kematian

Zaid bin Tsabit meninggal tahun 45 Hijriyah. Putranya, Kharijah bin Zaid, menjadi seorang tabi'in besar dan salah satu di antara tujuh ulama fiqih Madinah pada masanya.[4] Marwan telah menshalatkannya, para wanita dari kawasan Al-Awali turun, begitu pula para wanita Anshar berdatangan. Kharijah berusaha mengingatkan mereka kepada Allah: "Janganlah kalian menangisinya." Mereka menjawab: "Kami tidak akan mendengarkanmu, kami akan menangisinya selama tiga hari." Dan mereka pun mengalahkannya.[4]

Lihat pula

Pranala luar

Catatan kaki

  1. ↑ "Siyar A'lam an-Nubala – Zaid bin Tsabit" (dalam bahasa Arab). Diarsipkan dari asli tanggal 2014-10-16. Diakses tanggal 19 Mei 2021.
  2. 1 2 3 4 Al-Gharani, Ibnu Marzuqi (2018-01-03). The Great Mothers. LAKSANA. hlm. 115. ISBN 978-602-407-294-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ JAM’AH, AHMAD KHALIL (2019-10-14). 70 Tokoh Wanita dalam Kehidupan Rasulullah (dalam bahasa Melayu). Darul Falah. hlm. 210. ISBN 978-602-9208-27-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Dzahabi, Imam (2017). Terjemah Siyar A'lam an-Nubala. Jakarta: Pustaka Azzam. ISBN 978-602-236-270-8

Referensi

Mursi, Muhammad Sa'id (2007). Muhammad Ihsan, Lc. (ed.). Tokoh-tokoh Besar Islam Sepanjang Sejarah. Diterjemahkan oleh Harahap, Khoirul Amru; Faozan, Achmad. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar. ISBN 979-592-387-0.

Daftar Sahabat Nabi Islam Muhammad
Abbad bin Bisyr ·Abbas bin Abdul-Muththalib · Abdullah bin Abbas ·Abdullah bin Abdul-Asad · Abdullah bin Abdullah bin Ubay · Abdullah bin Hudzafah as-Sahmi · Abdullah bin Ja'far · Abdullah bin Mas'ud ·Abdullah bin Rawahah · Abdullah bin Salam · Abdullah bin Umar · Abdullah bin Ummi Maktum · Abdullah bin Zubair · Abdurrahman bin Abi Bakar · Abdurrahman bin Auf · Abu Ayyub al-Anshari · Abu Bakar · Abu Dujanah · Abu Dzar Al-Ghifari · Abu Hudzaifah bin Utbah · Abu Hurairah · Abu Lubabah bin Abdul-Mundzir · Abu Martsad al-Ghanawi · Abu Musa al-Asy'ari · Abu Qatadah · Abu Sufyan bin Harb · Abu Sufyan bin al-Harits · Abu Thalhah al-Anshari · Abu Ubaidah bin al-Jarrah · Abu al-Ash bin ar-Rabi' · Abu Darda · Abu Bashir · Abu Sa'id al-Khudri · Attab bin Usaid · Al-Ala' bin al-Hadhrami · Al-Barra' bin Malik · Al-Harits bin Hisyam · Al-Nahdiah · Ali bin Abi Thalib · Amir bin Abi Waqqash · Amir bin Fuhairah · Amr bin al-Jamuh · Amr bin Tsabit · Ammar bin Yasir · Amr bin al-Ash · An-Nu'man bin Muqarrin · An-Nu'man bin Malik · Anas bin Malik · Aqil bin Abi Thalib · Arfajah al-Bariqi · Aus bin ash-Shamit · Basyir bin Sa'ad · Bilal bin Rabah · Bilal bin al-Harits · Al-Fadhl bin al-Abbas · Fatimah binti Asad · Fatimah binti Hizam · Fairuz ad-Dailami · Ghaurats bin Harits · Habbab bin Mundzir · Habibah binti Ubaidillah · Hakim bin Hazm · Halimah As-Sa'diyah · Hamzah bin Abdul-Muththalib · Hanzhalah bin Abi Amir · Haritsah binti al-Muammil · Hasan bin Ali · Hatib bin Abi Baitah ·Hisyam bin al-Ash ·Hudzaifah bin al-Yaman ·Hujr bin Adi · Husain bin Ali ·Ikrimah bin Abu Jahal · Ja'far bin Abi Thalib ·Jarir bin Abdullah al-Bajali ·Julaybib ·Khabbab bin al-Arat ·Khadijah binti Khuwailid ·Khalid bin Sa`id ·Khalid bin Walid · ·Khaulah binti al-Azwar ·Khaulah binti Hakim ·Khaulah binti Tsa'labah ·Khubaib bin Adi ·Khunais bin Hudzafah ·Khuzaimah bin TsabitLayla binti al-Minhal ·Lubabah binti al-Harith ·Lubaynah ·Malik bin Hubairah as-Sakuni ·Marwan bin al-Hakam ·Miqdad bin Amr ·Mua'dz bin Jabal ·Muawiyah bin Abu Sufyan ·Muhammad bin Maslamah ·Mughirah bin Syu'bah ·Mush'ab bin Umair ·Qatadah bin an-Nu'man ·Qudamah bin Mazh'un ·Rabi'ah bin Aktsam ·Rabi'ah bin al-Harits ·Rukanah al-Mutthalibi ·Sa'ad bin ar-Rabi' ·Sa'ad bin Abi Waqqash ·Sa'ad bin Mu'adz ·Sa'ad bin Ubadah ·Shafiyyah binti Abdul Muthalib ·Sa'id bin al-Ash ·Sa'id bin Amir al-Jumahi ·Sa'id bin Zaid ·Salim bin Ma'qil ·Salman al-Farisi ·Shuhaib ar-Rumi ·Sufyan bin Abdullah ats-Tsaqafi · Sufyan bin 'Auf ·Sumayyah binti Khayyat ·Syaibah bin 'Utsman ·Tamim ad-Dari ·Thalhah bin Ubaidillah ·Thariq bin Syihab · Thulaib bin Umair ·Tsuwaibah ·Tsumamah bin Utsal ·Ubadah bin ash-Shamit ·Ubadah bin Al-Khasykhasy ·Ubaidah bin al-Harits ·Ubay bin Ka'ab · Umamah binti Abi al-Ash ·Umar bin Khattab · Ummi Hani ·Ummi Kultsum binti Ali ·Ummu Ruman ·Ummi Syarik ·Ummi Ubays ·Uqbah bin Amir ·Urwah bin Mas'ud ·Usamah bin Zaid ·Usaid bin Hudhair ·Utbah bin Ghazwan ·Utsman bin Affan ·Utsman bin Mazh'un ·Utsman bin Hunaif ·Wahb bin Umair ·Wahb bin Sa'ad ·Wahsyi bin Harb ·Yazid bin Abu Sufyan ·Zaid bin Arqam · Zaid bin Haritsah ·Zaid bin Tsabit · Zainab binti Ali ·Zubair bin Awwam ·Zunirah al-Rumiyah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan