Rabu, 21 Oktober 2026
00:19 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Zaid bin Haritsah

Zaid bin Haritsah

Bagikan:
Untuk sahabat lain bernama Zaid, lihat Zaid (disambiguasi).
Zaid bin Haritsah
زيد بن حارثة
250px-%D8%AA%D8%AE%D8%B7%D9%8A%D8%B7_%D8%A7%D8%B3%D9%85_%D8%B2%D9%8A%D8%AF_%D8%A8%D9%86_%D8%AD%D8%A7%D8%B1%D8%AB%D8%A9.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kaligrafi nama Zaid bin Haritsah
Lahirca 581 (47 sebelum hijrah)
Meninggal629 (8 H, usia 48)
Penyebab kematian
Syahid di Pertempuran Mu'tah
Dikenal karenaDisebutkan dalam Alquran
AnakUsamah
Orang tuaHaritsah bin Syarahil

Zaid bin Haritsah (bahasa Arab:زيد بن حارثة, lahir tahun 47 sebelum hijrah (ca 581) - wafat 8 H (629, usia 48)) adalah sahabat Nabi Muhammad dan di antara pemeluk Islam yang paling awal dari kalangan bekas budak Nabi Muhammad.[1][2][3] Dia adalah satu-satunya sahabat Nabi yang disebutkan dalam Alquran secara eksplisit, yaitu di Surah al-Ahzab ayat 37.[4]

Biografi

Nama lengkapnya adalah Zaid bin Haritsah bin Syarahil (atau Syurahbil) bin Ka'ab bin Abdil-Uzza bin Yazid bin Imri’il-Qais bin Amir bin an-Nu‘man.[2] Ibunya bernama Su’da binti Tsalabah yang berasal dari daerah Thayy.[5]

Zaid bin Haritsah berasal dari Banu Kalb yang menghuni sebelah utara jazirah Arab.[6] Pada masa kecilnya, ia dibawa ibunya berkunjung ke keluarganya, dalam perjalanan ditangkap oleh sekelompok penjahat yang kemudian menjualnya sebagai seorang budak di pasar Ukaz Madinah.[5] Kemudian ia dibeli oleh Hakim bin Hizam keponakan dari Khadijah. Oleh Khadijah, ia diberikan kepada Nabi Muhammad yang kemudian memerdekakan Zaid bin Haritsah di usia 8 tahun.[5] Ia adalah salah satu orang yang pertama dalam memeluk agama Islam. Zaid menjadi sahabat serta pelayan yang setia Nabi Muhammad.[5]

Zaid pada awal Islam mendapat nisbah nama kepada Nabi, sehingga dia menamai dirinya Zaid bin Muhammad. Namun, Allah di kemudian hari menurunkan wahyu-Nya berupa Surah al-Ahzab ayat 5 yang menerangkan bahwa anak-anak angkat tetap harus dipanggil dengan nama ayah kandung mereka, bukan ayah angkatnya. Setelah itu, Zaid mengatakan, "Aku adalah Zaid bin Haritsah." Hal ini dianggap menurunkan Zaid dari derajat mulia yang disandangnya sebelumnya. Oleh karena itu, Allah memuliakan Zaid dengan menurunkan ayat di atas yang secara eksplisit menyebutkan namanya.[7]

Zaid bin Haritsah memiliki tampang dan perawakan yang biasa. Pendek dengan kulit cokelat kemerah-merahan, dan hidung agak pesek.[8] [butuh rujukan]Ketika dewasa, Nabi menikahkan Zaid dengan Zainab binti Jahsy. Namun karena ketidakcocokkan, mereka kemudian bercerai setelah Pertempuran Khandaq, lalu Zainab menikah dengan Nabi.[5] Setelah bercerai dari Zainab, Zaid menikahi Ummu Kultsum binti Uqbah bin Abu Mu’ith. Namun, perkawinan ini pun tidak berlangsung lama. Zaid bercerai lagi. Setelah itu, ia menikahi Ummu Ayman. Dari pernikahan ini ia dikaruniai seorang putra, yaitu Usamah ibn Zaid.[5] Ia mengikuti hijrah ke Madinah serta mengikuti setiap pertempuran dalam membela Islam.[5]

Zaid termasuk sahabat yang mahir berkuda. la juga dikenal sebagai pemberani. Jika Nabi berperang, dia selalu mengangkat Zaid sebagai pemimpin salah satu pasukan. Siti Aisyah pernah berkata, “Tidaklah Rasulullah mengutus Zaid bin Haritsah dalam satu peperangan kecil kecuali dia mengangkatnya sebagai pemimpin pasukan. Seandainya dia masih ada, pasti dia akan meminta Zaid menggantikannya setelah dia wafat.” Zaid pernah memimpin pasukan dalam beberapa perang kecil (sariyah), di antaranya Pertempuran al-Hajum, Pertempuran al-Tharf, Pertempuran al-‘Ish dan Pertempuran Husma.[5]

250px-Al-Maz%C4%81r_al-Jan%C5%ABb%C4%AB_%28Zayd_ibn_%E1%B8%A4%C4%81rithah_Shrine%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Makam Zaid di Mu'tah.

Satuan perang Zaid bin Haritsah ke Al-Ish pada bulan Jumadil Ula 6 H, bersama 170 orang pengendara. Dalam peristiwa itu mereka bisa merampas kafilah dagang milik Quraisy yang dipimpin Abul Ash, menantu Nabi yang belakangan masuk Islam.[9]

Nabi mengutus Zaid bin Haritsah bersama 500 orang untuk pergi ke Judzam di belakang Wadil Qura'. Zaid melancarkan serangan gencar ke Judzam akibat sekelompok penduduknya merampok utusan Nabi yang bernama Dihyah al-Kalbi saat bertugas ke Damaskus. Zaid bertempur hebat, hingga akhirnya dia memperoleh kemenangan. Dia mendapatkan rampasan cukup banyak, berupa 1.000 ekor onta, 5.000 ekor domba, 100 tawanan wanita dan anak-anak.[9]

Zaid ditugaskan oleh Muhammad untuk membunuh seorang wanita tua bernama Ummu Qirfa, karena Ummu Qirfa merencanakan membunuh Muhammad dengan 30 pasukan yang dikumpulkannya, dimana sebelumnya pasukannya berhasil membunuh 9 dari 12 orang satuan Zaid bertugas memata-matai mereka di Wadil Qura.[9] Kaki wanita itu diikat ke dua unta, dan unta bergerak sampai tubuhnya dilepas.[10][11] Kepalanya yang terpenggal kemudian diarak di jalan-jalan Madinah.[12]

Kematian

Dalam Pertempuran Mu'tah, Zaid dipilih sebagai salah satu dari panglima perang dan mati dalam pertempuran ini.[13] Nabi berkata, “Kalian harus menaati Zaid bin Haritsah, jika terjadi sesuatu pada Zaid maka taatilah Ja‘far bin Abu Thalib, jika rerjadi sesuatu pada Ja‘far maka taatilah Abdullah bin Ruwahah.”[5] Ia terbunuh dengan tombak pasukan Romawi Bizantium pada 8 H di usia 55 tahun.[14]

Namanya dalam Alquran

Dan (ingatlah), ketika engkau (Muhammad) berkata kepada orang yang telah diberi nikmat oleh Allah dan engkau (juga) telah memberi nikmat kepadanya, "Pertahankanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah," sedang engkau menyembunyikan di dalam hatimu apa yang akan dinyatakan oleh Allah, dan engkau takut kepada manusia, padahal Allah lebih berhak engkau takuti. Maka ketika Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami nikahkan engkau dengan dia (Zainab) agar tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (menikahi) istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya terhadap istrinya. Dan ketetapan Allah itu pasti terjadi. وَإِذْ تَقُولُ لِلَّذِي أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَأَنْعَمْتَ عَلَيْهِ أَمْسِكْ عَلَيْكَ زَوْجَكَ وَاتَّقِ اللَّهَ وَتُخْفِي فِي نَفْسِكَ مَا اللَّهُ مُبْدِيهِ وَتَخْشَى النَّاسَ وَاللَّهُ أَحَقُّ أَن تَخْشَاهُ ۖ فَلَمَّا قَضَىٰ زَيْدٌ مِّنْهَا وَطَرًا زَوَّجْنَاكَهَا لِكَيْ لَا يَكُونَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ حَرَجٌ فِي أَزْوَاجِ أَدْعِيَائِهِمْ إِذَا قَضَوْا مِنْهُنَّ وَطَرًا ۚ وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ مَفْعُولًا 20px-Aya-37.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail​
—QS al-Ahzab ayat 37. Terjemahan Departemen Agama RI.

Keistimewaan Zaid Bin Haritsah

Berikut di antara keistimewaan Zaid bin Haritsah:

  1. Satu-satunya sahabat yang namanya termaktub dalam Al-Qur'an. Allah berfirman: Maka ketika Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami nikahkan engkau dengan dia (Zainab) agar tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (menikahi) istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya terhadap istrinya. Dan ketetapan Allah itu pasti terjadi (AL Ahzab: 37)[8]
  2. Termasuk kedalam golongan assabiqunal Awwalun, atau kelompok yang pertama kali masuk Islam, bahkan termasuk orang kedua setelah khadijah yang masuk kedalam Islam.[8]
  3. Dipilih Muhammad sebagai panglima perang Mut'ah. Bahkan Aisyah berkata, "Setiap Rosulallah sholallahu alaihi wasallam mengirimkan suatu pasukan yang disertai Zaid, ia selalu diangkat Nabi jadi pemimpinnya. Seandainya ia masih hidup sesudah Rosulallah sholallahu alaihi wasallam, tentula ia akan diangkatnya sebagai Khalifah".[8]
  4. DIjuluki sebagai sahabat kesayangan Muhammad.[8]
  5. Merupakan Anak angkat Muhammad. Muhammad bersabda, "Saksikanlah oleh kalian semua, bahwa mulai saat ini, Zaid adalah anakku yang akan menjadi ahli warisku dan aku menjadi ahli warisnya". Meskipun dalam hal waris mewarisi ini di luruskan oleh Allah azza wajalla dalam surah Al Ahzab: 4, bahwa anak angkat tidak sama dengan anak kandung. Tetap hal ini semakin menunjukkan kemuliaan Zaid bin Haritsah.[8]

Lihat pula

Catatan dan referensi

Kutipan

  1. ↑ Al-Mishri (2015), hlm. 337–339.
  2. 1 2 Adz-Dzahabi (2006), hlm. 140.
  3. ↑ Ibn Sa'ad (1990), hlm. 34.
  4. ↑ Adz-Dzahabi (2006), hlm. 141.
  5. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Muhammad Raji Hassan, Kinas (2012). Ensiklopedia Biografi Sahabat Nabi. Jakarta: Penerbit Zaman, hal.914. ISBN 978-979-024-295-1
  6. ↑ Ṭabarī,?-923 (1985-<c1999>). The history of al-Ṭabarī = Taʼrīkh al-rusul wa'l mulūk. Albany: State University of New York. ISBN 978-0-7914-7249-1. OCLC 16405344.{{cite book}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  7. ↑ Al-Mishri 2015, hlm. 330.
  8. 1 2 3 4 5 6 Muhammad Khalid, Khalid (Robiul Akhir, 1439 H). Biografi 60 Sahabat Nabi. Jakarta Timur: Ummul Qura. hlm. 264–273. ISBN 9786029896886.{{cite book}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. 1 2 3 Syaikh, Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri (2012). Sirah Nabawiyah. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar. ISBN 978-602-98968-3-1
  10. ↑ The History of Al-Tabari: the Victory of Islam. trans. Michael Fishbein. SUNYP. 1997. hlm. 95–97.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link)
  11. ↑ The Muslim Empire and the Land of Gold, p.287, Rodney J. Phillips, Strategic book publishing
  12. ↑ Al-Jamal, Khalkl Abd al-Karim Manshurat. Al-Nass Al-Muasas wa Mujtamauhu. hlm. 174.
  13. ↑ Nasution, Syamruddin (2013). Sejarah Peradaban Islam (PDF). Pekanbaru: Yayasan Pusaka Riau. hlm. 52.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  14. ↑ Dzahabi, Imam (2017). Terjemah Siyar A'lam an-Nubala. Jakarta: Pustaka Azzam. ISBN 978-602-236-270-8

Daftar ayat Alquran

Daftar pustaka

  • Adz-Dzahabi, Muhammad bin Ahmad bin Utsman bin Qaimaz (2006). Siyar A‘lām al-Nubalā’ (dalam bahasa Arab). Vol. Jilid 3. Kairo: Dar al-Hadits. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-08-16. Diakses tanggal 2017-08-16.
  • Al-Mishri, Mahmud (2015). Muhammad Ali, Lc. (ed.). Ensiklopedi Sahabat: Biografi Profil Teladan 104 Sahabat Nabi Generasi Terbaik Umat Islam Sepanjang Sejarah. Vol. Jilid 2. Jakarta: Pustaka Imam Asy-Syafi'i. ISBN 978-602-9183-91-7.
  • Ibn Sa'ad, Abu Abdillah Muhammad (1990). Muhammad Abdul-Qadir Atha (ed.). Al-Ṭabaqāt al-Kubrā (dalam bahasa Arab). Vol. Jilid 3. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-07-20. Diakses tanggal 2017-08-24.
Daftar Sahabat Nabi Islam Muhammad
Abbad bin Bisyr ·Abbas bin Abdul-Muththalib · Abdullah bin Abbas ·Abdullah bin Abdul-Asad · Abdullah bin Abdullah bin Ubay · Abdullah bin Hudzafah as-Sahmi · Abdullah bin Ja'far · Abdullah bin Mas'ud ·Abdullah bin Rawahah · Abdullah bin Salam · Abdullah bin Umar · Abdullah bin Ummi Maktum · Abdullah bin Zubair · Abdurrahman bin Abi Bakar · Abdurrahman bin Auf · Abu Ayyub al-Anshari · Abu Bakar · Abu Dujanah · Abu Dzar Al-Ghifari · Abu Hudzaifah bin Utbah · Abu Hurairah · Abu Lubabah bin Abdul-Mundzir · Abu Martsad al-Ghanawi · Abu Musa al-Asy'ari · Abu Qatadah · Abu Sufyan bin Harb · Abu Sufyan bin al-Harits · Abu Thalhah al-Anshari · Abu Ubaidah bin al-Jarrah · Abu al-Ash bin ar-Rabi' · Abu Darda · Abu Bashir · Abu Sa'id al-Khudri · Attab bin Usaid · Al-Ala' bin al-Hadhrami · Al-Barra' bin Malik · Al-Harits bin Hisyam · Al-Nahdiah · Ali bin Abi Thalib · Amir bin Abi Waqqash · Amir bin Fuhairah · Amr bin al-Jamuh · Amr bin Tsabit · Ammar bin Yasir · Amr bin al-Ash · An-Nu'man bin Muqarrin · An-Nu'man bin Malik · Anas bin Malik · Aqil bin Abi Thalib · Arfajah al-Bariqi · Aus bin ash-Shamit · Basyir bin Sa'ad · Bilal bin Rabah · Bilal bin al-Harits · Al-Fadhl bin al-Abbas · Fatimah binti Asad · Fatimah binti Hizam · Fairuz ad-Dailami · Ghaurats bin Harits · Habbab bin Mundzir · Habibah binti Ubaidillah · Hakim bin Hazm · Halimah As-Sa'diyah · Hamzah bin Abdul-Muththalib · Hanzhalah bin Abi Amir · Haritsah binti al-Muammil · Hasan bin Ali · Hatib bin Abi Baitah ·Hisyam bin al-Ash ·Hudzaifah bin al-Yaman ·Hujr bin Adi · Husain bin Ali ·Ikrimah bin Abu Jahal · Ja'far bin Abi Thalib ·Jarir bin Abdullah al-Bajali ·Julaybib ·Khabbab bin al-Arat ·Khadijah binti Khuwailid ·Khalid bin Sa`id ·Khalid bin Walid · ·Khaulah binti al-Azwar ·Khaulah binti Hakim ·Khaulah binti Tsa'labah ·Khubaib bin Adi ·Khunais bin Hudzafah ·Khuzaimah bin TsabitLayla binti al-Minhal ·Lubabah binti al-Harith ·Lubaynah ·Malik bin Hubairah as-Sakuni ·Marwan bin al-Hakam ·Miqdad bin Amr ·Mua'dz bin Jabal ·Muawiyah bin Abu Sufyan ·Muhammad bin Maslamah ·Mughirah bin Syu'bah ·Mush'ab bin Umair ·Qatadah bin an-Nu'man ·Qudamah bin Mazh'un ·Rabi'ah bin Aktsam ·Rabi'ah bin al-Harits ·Rukanah al-Mutthalibi ·Sa'ad bin ar-Rabi' ·Sa'ad bin Abi Waqqash ·Sa'ad bin Mu'adz ·Sa'ad bin Ubadah ·Shafiyyah binti Abdul Muthalib ·Sa'id bin al-Ash ·Sa'id bin Amir al-Jumahi ·Sa'id bin Zaid ·Salim bin Ma'qil ·Salman al-Farisi ·Shuhaib ar-Rumi ·Sufyan bin Abdullah ats-Tsaqafi · Sufyan bin 'Auf ·Sumayyah binti Khayyat ·Syaibah bin 'Utsman ·Tamim ad-Dari ·Thalhah bin Ubaidillah ·Thariq bin Syihab · Thulaib bin Umair ·Tsuwaibah ·Tsumamah bin Utsal ·Ubadah bin ash-Shamit ·Ubadah bin Al-Khasykhasy ·Ubaidah bin al-Harits ·Ubay bin Ka'ab · Umamah binti Abi al-Ash ·Umar bin Khattab · Ummi Hani ·Ummi Kultsum binti Ali ·Ummu Ruman ·Ummi Syarik ·Ummi Ubays ·Uqbah bin Amir ·Urwah bin Mas'ud ·Usamah bin Zaid ·Usaid bin Hudhair ·Utbah bin Ghazwan ·Utsman bin Affan ·Utsman bin Mazh'un ·Utsman bin Hunaif ·Wahb bin Umair ·Wahb bin Sa'ad ·Wahsyi bin Harb ·Yazid bin Abu Sufyan ·Zaid bin Arqam · Zaid bin Haritsah ·Zaid bin Tsabit · Zainab binti Ali ·Zubair bin Awwam ·Zunirah al-Rumiyah
Sahabat yang Menghadiri Perang Badar
Bani Hasyim
Bani Muththalib
Bani Abdu Syams
Sekutu
Bani Naufal
Sekutu
Bani Asad
Sekutu
Bani Abdud Dar
Bani Abd
Bani Zuhrah
Sekutu
Bani Taim
Bani Makhzum
Sekutu
Bani 'Adi
Sekutu dan maula
Bani Sahm
Khunais bin Hudzafah
Bani Jumah
  • Utsman bin Mazh'un
  • Abdullah bin Mazh'un
  • Qudamah bin Mazh'un
  • As-Sa'ib bin Utsman bin Mazh'un
  • Ma'mar bin al-Harits
Bani Amir
  • Abu Sabrah bin Abi Ruham
  • Abdullah bin Makhramah
  • Hathib bin Amr
  • Abdullah bin Suhail
  • Umair bin Auf
Sekutu
Sa'ad bin Khaulah
Bani Fihr
120px-%D8%BA%D8%B2%D9%88%D8%A9_%D8%A8%D8%AF%D8%B1_%D8%A7%D9%84%D9%83%D8%A8%D8%B1%D9%8A.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bani Abdul-Asyhal
Sekutu
Bani Haritsah
Sekutu
Bani Zhafar
Sekutu
Bani Amr
Bani Dhubai'ah
Bani Ubaid
Bani al-Ajlan
Bani Mu'awiyah
Jabr bin Utaik
Sekutu
Bani Mu'awiyah
Bani Hanasy
Bani Jahjaba
Bani Unaif
Bani Tsa'labah
Bani Ghanam
Khazraj
Bani an-Najjar
Bani
Malik
Bani Ghanam
Sekutu
Bani Amr
Bani Amir
Bani Adi
Sekutu
Bani Mazin
Sekutu
Bani Dinar
Sekutu
Bani al-Harits
Bani Ka'ab
Bani Jusyam dan Zaid
Bani Auf
Sekutu
Bani Auf
Bani Salim
Sekutu
Qawaqilah
Sekutu
  • Al-Mujadzdzar bin Ziyad
  • Ubadah bin al-Hashas
  • Buhhats bin Tsa'labah
  • Abdullah bin Tsa'labah
  • Utbah bin Rabi'ah al-Bahra'i
  • Amr bin Iyas
Bani Ka'ab
Bani Sa'idah
Sekutu
  • Ziyad bin Ka'ab
  • Dhamrah bin Amr
  • Basbas bin Amr
  • Ka'ab bin Jamaz
Bani Jusyam
Bani Salamah
Bani Hiram
Maula
Bani Ubaid
Sekutu
Bani Sawad
Maula
Unturah as-Sulami
Lainnya
Bani Amir
bin Zuraiq
Bani Zuraiq
Bani Bayadhah
  • Ziyad bin Labid
  • Khulaifah bin 'Adi
  • Farwah bin Amr al-Anshari
  • Khalid bin Qais bin Malik
  • Rukhailah bin Tsa'labah
Bani Habib
Mendapat pahala Perang Badar
Muhajirin
Aus
Khazraj
Diperselisihkan kehadirannya
Muhajirin
Aus
Khazraj
Portal:Islam
Keterangan:  Syahid 
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan