Rabu, 14 Oktober 2026
03:01 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Usamah bin Zaid

Usamah bin Zaid

Bagikan:
Usamah bin Zaid
250px-%D8%A3%D8%B3%D8%A7%D9%85%D8%A9_%D8%A8%D9%86_%D8%B2%D9%8A%D8%AF.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Meninggal54 H
Ayah
KerabatAiman bin Ubaid (saudara tiri)

Usamah bin Zaid bin Haritsah bin Syurahbil bin Ka'ab bin Abdil 'Uzza bin Yazid bin Umrul Qais (Bahasa Arab: أُسَامَة ٱبْن زَيْد بن حارثة بن شراحبيل بن كعب بن عبد العزى بن يزيد بن امرئ القيس) adalah salah seorang pemeluk Islam paling awal dan pembantu Nabi Muhammad. Karena ayahnya yaitu Zaid bin Haritsah adalah anak kesayangan Nabi Muhammad, maka ia mendapat julukan "Hibbu Hibbi Rasulillah" (orang yang dicintai oleh yang dicintai Rasulullah).[1] Nama kunyah nya adalah Abu Muhammad dan Abu Zaid. Ia berkulit hitam dan pemberani.[2]

Biografi

Usamah merupakan anak dari sahabat terkenal yang pernah menjadi anak angkat Nabi Muhammad yaitu Zaid bin Haritsah, secara nasab ia masih termasuk dari keturunan Bani Kalb, sedangkan Ibunya yaitu Ummu Aiman, merupakan salah seorang yang merawat dan mengasuh Nabi Muhammad sewaktu kecil. Usia Usamah sebaya dengan Aisyah.[2]

Muhammad pernah mendudukkan Hasan di atas pahanya, dan mendudukkan Usamah pada pahanya yang lain. Ia berdoa, "Ya Allah, saungguhnya aku mencintai keduanya, maka cintailah keduanya."[3]

Ali pernah berkata: "Wahai Rasulullah, siapa di antara keluargamu yang paling kamu cintai?" Beliau menjawab: "Fathimah." Ali berkata: "Aku bertanya tentang laki-laki." Beliau bersabda: "Orang yang Allah anugerahkan nikmat kepadanya dan aku anugerahkan nikmat kepadanya, yaitu Usamah bin Zaid." Ali berkata: "Lalu siapa lagi?" Beliau menjawab: "Kemudian kamu."[2]

Pernah suatu masa Rasulullah menghantar pasukan kepada Bani Awalik dan Bani Munawwih untuk menyerang mereka. Berlaku suatu peristiwa. Ada seorang dari bani awalik bernama Mirdas bin Nuhaik. Dia mengejek Usamah, mencaci islam dan Rasulullah. Namun, akhirnya dia masuk islam. Walaupun begitu, Usamah bin Zaid membunuhnya kerana dia mencaci Rasulullah dan islam. Usamah menyesal membunuhnya dan tidak mau menyertai sebarang perang dengan umat islam selepas itu.[4] Usamah mengikuti Perang Mu'tah bersama ayahnya di usia 16 tahun.

Muhammad menunda keberangkatan dari Arafah karena menunggu Usamah. Lalu datanglah seorang pemuda berkulit hitam dengan hidung pesek. Orang-orang Yaman pun berkata: 'Kami menunggu hanya untuk ini.' Maka dari itulah mereka murtad.[2]

Hakim bin Hizam menghadiahkan kepada Muhammad pada masa gencatan senjata sebuah jubah Dzu Yazan yang dibelinya seharga 300 dinar (900 juta rupiah). Namun Muhammad menolaknya dan berkata: "Aku tidak menerima hadiah dari orang musyrik." Hakim pun menjualnya, lalu Muhammad memerintahkan seseorang untuk membelinya kembali untuknya. Ketika Muhammad mengenakannya, Hakim melihat beliau memakainya lalu bersenandung: "Tidaklah para pemimpin menunggu keutamaan setelah tampak yang unggul, pemilik bintang dahi dan kaki putih." Maka Muhammad menghadiahkan jubah itu kepada Usamah bin Zaid. Ketika Hakim melihatnya dikenakan Usamah, ia berkata: "Bagus sekali, wahai Usamah! Engkau mengenakan jubah Dzu Yazan."[2]

Masa Khalifah Abu Bakar

Usamah pernah ditunjuk Muhammad sebagai panglima perang, namun Muhammad lebih dahulu wafat, selanjutnya Khalifah Abu Bakar meneruskan wasiat Muhammad untuk mengutus Usamah sebagai panglima perang di usia 18 tahun. Ketika mereka sampai di Syam, kabut tebal menyelimuti mereka sehingga menyembunyikan keberadaan mereka, hingga mereka berhasil menyerang dan memperoleh apa yang mereka inginkan. Bangsa Romawi pun berkata: "Sungguh aneh, pemimpin mereka wafat namun mereka tetap menyerang wilayah kami!" Mereka menyerbu wilayah Abna di sekitar Al-Balqa'.[2] Saat Umar bertemu Usamah di kemudian hari, ia memberinya salam,"As-salamu alaika, wahai panglima."[3]

Masa Khalifah Umar

Aslam berkata: "Umar menetapkan tunjangan untuk Usamah sebesar 3.500 dirham (105 juta rupiah), sedangkan untuk putranya, Abdullah bin Umar, sebesar 3.000 dirham. Abdullah pun berkata: 'Mengapa engkau lebihkan dia dariku? Demi Allah, aku tidak pernah tertinggal darinya dalam satu pertempuran pun.' Umar menjawab: 'Karena ayahnya lebih dicintai Rasulullah shallallahu alaihi wasallam daripada ayahmu, dan ia sendiri lebih dicintai Rasulullah shallallahu alaihi wasallam daripadamu. Maka aku mendahulukan kecintaan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam di atas kecintaanku sendiri.'"[2]

Masa Khalifah Ali

Ali menemui Usamah bin Zaid dan berkata: "Kami selalu menganggapmu bagian dari diri kami sendiri, wahai Usamah. Mengapa engkau tidak ikut bergabung bersama kami?" Usamah menjawab: "Wahai Abu Hasan, demi Allah, seandainya engkau memegang sudut mulut seekor singa, niscaya aku pun akan memegang sudut mulutnya yang lain bersamamu hingga kita binasa bersama atau selamat bersama. Namun urusan yang sedang engkau hadapi ini, demi Allah, aku tidak akan pernah ikut masuk ke dalamnya selamanya."[2]

Masa Khalifah Muawiyah

Usamah datang menemui Muawiyah. Muawiyah pun mendudukkan Usamah di sisinya dan memperlakukannya dengan baik, lalu Usamah meluruskan kakinya. Muawiyah berkata: "Semoga Allah merahmati Ummu Aiman. Seolah aku melihat tulang kering betisnya di Mekah seperti tulang kering betis burung unta betina belang." Usamah pun berkata: "Semoga Allah membalasmu, wahai Muawiyah. Demi Allah, ia lebih baik darimu!" Muawiyah berkata: "Ya Allah, ampunilah kami."[2]

Keutamaan

Selain karena faktor keturunan dari dua orang yang dikasihi oleh Nabi, ia juga memiliki keutamaan lainnya, seperti :

Mendapat pembelaan dari Rasulullah langsung ketika para sahabat yang lebih tua mempertanyakan kepemimpinan Usamah atas mereka, dan mengatakan bahwa ia terlahir memang untuk memimpin.

Mendapat perlakuan istimewa sewaktu kecil sebanding dengan Hasan bin 'Ali bin Abi Thalib dengan memangku keduanya dalam satu waktu, dan Rasulullah bersabda : "Ya Allah, sungguh aku mengasihi keduanya, maka kasihanilah keduanya".

Umar bin Khattab menghormati dan mengutamakan Usamah atas anaknya sendiri Abdullah bin Umar dalam berbagai hak pemberian.

Ia adalah salah satu sahabat Nabi yang menghindari fitnah ketika terjadinya perselisihan antara kelompok Ali dan Mu'awiyah.[5]

Waki' berkata: "Di antara tokoh-tokoh yang terkenal yang selamat dari fitnah adalah: Sa'ad, Ibnu Umar, Usamah bin Zaid, dan Muhammad bin Maslamah."

Yang meriwayatkan darinya: Abu Hurairah, Ibnu Abbas, Abu Wail, Abu Utsman Al-Nahdi, Urwah bin Al-Zubair, Abu Salamah, Abu Sa'id Al-Maqburi, Amir bin Sa'd, Abu Zhubyan, Atha' bin Abi Rabah, dan beberapa orang lainnya, juga kedua putranya: Hasan dan Muhammad. Dalam Musnad-nya terdapat 118 hadis, 15 di antaranya terdapat dalam Bukhari dan Muslim. Dalam Bukhari terdapat 1 hadis, dan dalam Muslim 2 hadis.[2]

Kematian

Usamah biasa berkendara menuju hartanya di Wadi Al-Qura dan berpuasa Senin dan Kamis dalam perjalanan dalam kondisi sudah tua dan lemah. Usamah kemudian wafat pada tahun 54 H di Madinah pada akhir masa Muawiyah.[6] Al-Maqburi berkata: Aku menghadiri jenazah Usamah. Ibnu Umar berkata: "Segerakanlah kekasih Rasulullah sebelum matahari terbit.

Referensi

  1. ↑ Ibnu Qani' Al-Baghdadi. Mu'jam As-Shahabah jilid 1. Beirut: Dar el-Fikr el-Islamiy. hlm. 197.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Dzahabi, Imam (2017). Terjemah Siyar A'lam an-Nubala. Jakarta: Pustaka Azzam. ISBN 978-602-236-270-8
  3. 1 2 277. Al Bidayah Wa An Nihayah 09.
  4. ↑ Thabaqat Ibnu Sa'ad jilid 2. hlm. 189.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Dalam kitab Shahih Bukhari jilid 7 hal. 87 dan dalam kitab Shahih Muslim jilid 4 hal. 1884
  6. ↑ Ibnu Abdil Barr. Al-Isti'aab fi Ma'rifat al-Ashab jilid 1. hlm. 77.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Daftar Sahabat Nabi Islam Muhammad
Abbad bin Bisyr ·Abbas bin Abdul-Muththalib · Abdullah bin Abbas ·Abdullah bin Abdul-Asad · Abdullah bin Abdullah bin Ubay · Abdullah bin Hudzafah as-Sahmi · Abdullah bin Ja'far · Abdullah bin Mas'ud ·Abdullah bin Rawahah · Abdullah bin Salam · Abdullah bin Umar · Abdullah bin Ummi Maktum · Abdullah bin Zubair · Abdurrahman bin Abi Bakar · Abdurrahman bin Auf · Abu Ayyub al-Anshari · Abu Bakar · Abu Dujanah · Abu Dzar Al-Ghifari · Abu Hudzaifah bin Utbah · Abu Hurairah · Abu Lubabah bin Abdul-Mundzir · Abu Martsad al-Ghanawi · Abu Musa al-Asy'ari · Abu Qatadah · Abu Sufyan bin Harb · Abu Sufyan bin al-Harits · Abu Thalhah al-Anshari · Abu Ubaidah bin al-Jarrah · Abu al-Ash bin ar-Rabi' · Abu Darda · Abu Bashir · Abu Sa'id al-Khudri · Attab bin Usaid · Al-Ala' bin al-Hadhrami · Al-Barra' bin Malik · Al-Harits bin Hisyam · Al-Nahdiah · Ali bin Abi Thalib · Amir bin Abi Waqqash · Amir bin Fuhairah · Amr bin al-Jamuh · Amr bin Tsabit · Ammar bin Yasir · Amr bin al-Ash · An-Nu'man bin Muqarrin · An-Nu'man bin Malik · Anas bin Malik · Aqil bin Abi Thalib · Arfajah al-Bariqi · Aus bin ash-Shamit · Basyir bin Sa'ad · Bilal bin Rabah · Bilal bin al-Harits · Al-Fadhl bin al-Abbas · Fatimah binti Asad · Fatimah binti Hizam · Fairuz ad-Dailami · Ghaurats bin Harits · Habbab bin Mundzir · Habibah binti Ubaidillah · Hakim bin Hazm · Halimah As-Sa'diyah · Hamzah bin Abdul-Muththalib · Hanzhalah bin Abi Amir · Haritsah binti al-Muammil · Hasan bin Ali · Hatib bin Abi Baitah ·Hisyam bin al-Ash ·Hudzaifah bin al-Yaman ·Hujr bin Adi · Husain bin Ali ·Ikrimah bin Abu Jahal · Ja'far bin Abi Thalib ·Jarir bin Abdullah al-Bajali ·Julaybib ·Khabbab bin al-Arat ·Khadijah binti Khuwailid ·Khalid bin Sa`id ·Khalid bin Walid · ·Khaulah binti al-Azwar ·Khaulah binti Hakim ·Khaulah binti Tsa'labah ·Khubaib bin Adi ·Khunais bin Hudzafah ·Khuzaimah bin TsabitLayla binti al-Minhal ·Lubabah binti al-Harith ·Lubaynah ·Malik bin Hubairah as-Sakuni ·Marwan bin al-Hakam ·Miqdad bin Amr ·Mua'dz bin Jabal ·Muawiyah bin Abu Sufyan ·Muhammad bin Maslamah ·Mughirah bin Syu'bah ·Mush'ab bin Umair ·Qatadah bin an-Nu'man ·Qudamah bin Mazh'un ·Rabi'ah bin Aktsam ·Rabi'ah bin al-Harits ·Rukanah al-Mutthalibi ·Sa'ad bin ar-Rabi' ·Sa'ad bin Abi Waqqash ·Sa'ad bin Mu'adz ·Sa'ad bin Ubadah ·Shafiyyah binti Abdul Muthalib ·Sa'id bin al-Ash ·Sa'id bin Amir al-Jumahi ·Sa'id bin Zaid ·Salim bin Ma'qil ·Salman al-Farisi ·Shuhaib ar-Rumi ·Sufyan bin Abdullah ats-Tsaqafi · Sufyan bin 'Auf ·Sumayyah binti Khayyat ·Syaibah bin 'Utsman ·Tamim ad-Dari ·Thalhah bin Ubaidillah ·Thariq bin Syihab · Thulaib bin Umair ·Tsuwaibah ·Tsumamah bin Utsal ·Ubadah bin ash-Shamit ·Ubadah bin Al-Khasykhasy ·Ubaidah bin al-Harits ·Ubay bin Ka'ab · Umamah binti Abi al-Ash ·Umar bin Khattab · Ummi Hani ·Ummi Kultsum binti Ali ·Ummu Ruman ·Ummi Syarik ·Ummi Ubays ·Uqbah bin Amir ·Urwah bin Mas'ud ·Usamah bin Zaid ·Usaid bin Hudhair ·Utbah bin Ghazwan ·Utsman bin Affan ·Utsman bin Mazh'un ·Utsman bin Hunaif ·Wahb bin Umair ·Wahb bin Sa'ad ·Wahsyi bin Harb ·Yazid bin Abu Sufyan ·Zaid bin Arqam · Zaid bin Haritsah ·Zaid bin Tsabit · Zainab binti Ali ·Zubair bin Awwam ·Zunirah al-Rumiyah


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh Islam ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan