Kamis, 24 September 2026
20:06 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum
Shuhaib ar-Rumi

Shuhaib ar-Rumi

Infobox orangShuhaib ar-Rumi
330px-Suhayb_ibn_Sinan_ar-Rumi_Masjid_an-Nabawi_Calligraphy.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran587 Suntingan nilai di Wikidata
Irak (Kekaisaran Sasaniyah) Suntingan nilai di Wikidata
Kematian1r Maret 659 Suntingan nilai di Wikidata (71/72 tahun)
Madinah (Kekhalifahan Rasyidin) Suntingan nilai di Wikidata
Tempat pemakamanJannatul Baqi Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
AgamaIslam Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
SpesialisasiDaftar ekspedisi Muhammad Suntingan nilai di Wikidata
Pekerjaanpedagang,prajurit,imam Suntingan nilai di Wikidata
KonflikDaftar ekspedisi Muhammad dan Pertempuran Badar Suntingan nilai di Wikidata

Shuhaib bin Sinan ar-Rumi (bahasa Arab:صهيب بن سنان الرومي, lahir 587 M), atau lebih dikenal Shuhaib ar-Rumi,[1] adalah mantan budak dari Kerajaan Bizantium yang menjadi sahabat Nabi dan sebagai salah satu dari pemeluk Islam pertama. Ayahnya, Sinan yang berasal dari Bani Tamim, adalah seorang hakim di Ubullah, Persia.[2] Ibunya bernama Salma binti Qa'id.[3] Dia mendapat nisbat "ar-Rumi" karena lama menetap di negeri Romawi.[2] Ia memiliki kunyah Abu Yahya.[4]

Kehidupan

Suhaib sebenarnya orang Arab. Ayahnya, Sinan, adalah gubernur di Irak yang saat itu wilayah Persia (Ubullah), tetapi saat masih kecil desanya diserang Romawi dan dia diambil dijadikan budak sampai dewasa di Romawi Timur (Bizantium). Sang ayah sampai hilang ingatan karena sedih kehilangan Shuhaib.[3]

Suatu hari, Shuhaib mendengar pembicaraan antara majikannya dengan seorang dukun. Dukun itu berkata, “Di Jazirah Arab telah muncul seorang nabi dimana kitab terdahulu telah meberitakan kedatangannya.” Pembicaraan itu menarik perhatian Shuhaib dan mendorong keinginannya untuk melarikan diri. la sangat ingin menjumpai nabi yang telah diwartakan kedatangannya dalam kitab terdahulu. Setelah 20 tahun menjadi budak Suhaib bisa melarikan diri ke Mekkah.[3]

Shuhaib Menjadi Muslim

Selama di Mekah, Shuhaib pelan-pelan mulai berdagang dari berdagang skala kecil hingga sukses. Lalu Shuhaib menemukan keberadaan Nabi yang beritanya ia dengar dahulu.

Shuhaib bin Sinan dan Ammar bin Yasir masuk Islam pada waktu yang sama. Ketika itu mereka bertemu di depan rumah al-Arqam bin Abi al-Arqam, tempat Nabi Muhammad mengajarkan Islam kepada para sahabatnya. Saat bertemu Ibnu Sinan, Ammar bertanya, “Apa yang kau lakukan di sini?”

Shuhaib justru balik bertanya, “Kau sendiri, apa tujuanmu ke sini? Ammar menjawab, “Aku ingin masuk ke tempat Muhammad dan mendengar perkataannya.”

Shuhaib berkata, “Aku pun sama.” Keduanya memasuki rumah itu dan Nabi berkenan menerima mereka serta menjelaskan kepada mereka ajaran Islam.[3] Mereka masuk Islam setelah lebih 30 orang berislam.

Awalnya Shuhaib menyembunyikan keislamannya, tetapi tak lama diketahui juga oleh kaum Quraisy Mekah sehingga ia ikut mendapatkan tindakan keras. Sampai akhirnya Nabi perintahkan hijrah ke Madinah, ia pun segera berangkat.

Saat Shuhaib hendak berangkat hijrah ke Madinah, sekelompok Quraisy mengikutinya diam-diam. Ketika di tempat yang sepi, orang-orang Quraisy itu mencegat dan mengepung Shuhaib. Namun keinginannya untuk hijrah ke Yatsrib tak tergoyahkan oleh gangguan apa pun. Karena itu, ketika kaum Quraisy menghadangnya, ia berlari dan naik ke tempat yang lebih tinggi lalu mempersiapkan busur dan anak panahnya. la arahkan panahnya kepada para pengejarnya, lalu berteriak keras, “Hai kaum Quraisy, kalian pasti tahu, aku adalah orang yang sangat mahir memanah. Aku dikenal sebagai pemanah yang paling jitu. Anak panahku tak pernah meleset. Demi Allah, jika kalian memaksa mendekatiku, kalian tidak akan mendapatkan apa-apa kecuali hujan anak panahku. Jika anak panahku habis, aku akan hancurkan kalian dengan pedangku. Aku tidak akan pernah menyerah selama tanganku masih memegang senjata.”

Melihat bahwa kaum Quraisy itu tidak gentar dengan ancaman anak panahnya, Shuhaib berkata, “Bagaimana jika kuserahkan seluruh hartaku kepada kalian? Apakah kalian akan membiarkanku pergi?”

Rupanya penawaran itulah yang dinanti-nantikan kaum musyrik Quraisy sehingga mereka setuju melepaskan Shuhaib.[3]

Saat Shuhaib tiba di Quba, pinggiran Yatsrib (Madinah). Di tempat itulah ia bertemu dengan Nabi. Ketika keduanya berjumpa, Nabi berkata kepadanya dengan wajah gembira, “Perniagaan yang beruntung wahai Abu Yahya, sungguh perniagaan yang menguntungkan.”

Shuhaib tampak terkejut mendengar ucapan Nabi, tetapi ia segera menyahut dengan nada yang ceria, “Wahai Rasulullah, sungguh aku tidak pernah menceritakan masalah yang kuhadapi di perjalanan kepada seorang pun. Engkau pasti mengetahuinya dari Malaikat Jibril.”[3] Peristiwa ini direkam dalam al-Quran surat al-Baqarah ayat 207:

"Di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari rida Allah dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya."

Shuhaib ar-Rumi adalah veteran Perang Badar, Perang Uhud, Khandaq, dan lainnya bersama Nabi.[5] Shuhaib adalah pejabat sementara khalifah saat Umar bin Khathab terbunuh dan Ustman bin Affan belum diangkat menjadi khalifah. Umar pernah berkata kepadanya, “Aku lihat kau banyak memberi dan kadang-kadang berlebihan.” Shuhaib menjawab, “Aku mendengar Nabi berkata, ‘Sebaik-baik kamu adalah yang mau memberi makanan."[3]

Kulit Shuhaib berwarna kemerahan, rambutnya lebat, postur tubuhnya tidak sedang meskipun terlihat agak pendek, dan logat bicaranya masih melekat dengan logat Romawi.[3]

Kematian

Suhaib meninggal di Madinah pada bulan Syawal 38 H dengan usia 70 tahun lebih.[6]

Keistimewaan Shuhaib bin Sinan Ar Rumi

Berikut adalah di antara keistimewaan dari Shuhaib bin Sinan Ar Rumi:

  1. Termasuk kedalam assabiqunal Awwalun, atau sekelompok orang yang masuk Islam pertama kali[7]
  2. Memiliki semangat dan tekad besar dalam memperjuangkan dan membela agama Islam. Beliau berkata, "Tiada suatu perjuangan bersenjata yang diterjuni Rosulallah sholallahualahi wasallam, kecuali aku menyertainya. Tiada suatu baiat yang dijalaninya, kecuali tentulah aku menghadirinya. Tiada suatu pasukan bersenjata yang dikirimnya, kecuali aku termasuk dalam rombongannya. Tidak pernah beliau sholallahu alaihi wasallam bertempur, baik pada masa-masa pertama Islam, atau pada masa-masa akhir, kecuali aku berada di sebelah kanan atau disebelah kirinya. Dan kalau ada sesuatu yang dikhawatirkan kaum muslimin di hadapan mereka, pasti aku menyerbu paling depan. demikian pula bila ada yang dicemaskan dibelakang mereka, pasti aku mundur ke belakang. Aku tidak sudi sama sekali membiarkan Rosulallah berada dalam jangkauan musuh sampai ia kembali menemui Allah.[7]
  3. Melakukan jual Beli Yang menguntungkan, yang dipuji oleh Allah dan Rosul-Nya. Namun ini bukan soal jual beli harta dunia, tetapi ini tentang bagaimana Shuhaib rela menukarkan Hartanya untuk bisa berhijrah dijalan Allah. Dikisahkan, suatu ketika Suhaib berhijrah tetapi diburu oleh Sekelompok kaum kafir Quraisy. Hingga ketika jarak orang Kafir itu telah dekat dengan Suhaib, suhaib berkata pada mereka, "Kalian tahu aku adalah pemanah ulung, Demi Allah kalian tidak bisa mendekatiku sebelum aku melepaskan semua anak panah yang ada dikantongku, setelah itu aku akan menggunakan pedang untuk menebas kalian, sampai senjataku habis semua. Nah, sini majulah jika kalian berani. Akan Tetapi jika kalian setuju, saya akan tunjukkan tempat penyimpanan harta bendaku, asal saja kalian membiarkan aku pergi". Orang-orang kafir itu tertarik dan berkata, "Dulu engkau datang kepada kami dengan tanpa membawa apapun, sekarang hartamu menjadi banyak ditengah-tengah kami hingga melimpah ruah. Dan Sekarang engkau akan pergi dengan membawa jiwa dan harta kekayaanmu? Sudah seharusnya harta itu menjadi milik kami. Maka diberitahukanlah tempat penyimpanan Harta itu demi bisa berhijrah dengan selamat tanpa gangguan. Maka Sikap Shuhaib itupun dipuji oleh Rosulallah sholallahualaihi wasallam, ketika beliau melihat Shuhaib baru sampai dari perjalana Hijrah "Sungguh Menguntungkan jual beli Abu Yahya, Betapa menguntungkan JUal belinya". Ketika itu Allah juga menurukan Ayat-Nya yang mulia: "Dan di antara manusia ada yang mengorbankan dirinya untuk mencari keridho'an Allah. Dan Allah Maha Penyantun kepada Hamba-Hamba-Nya. (QS AL Baqarah: 207)[7]
  4. Sangat dermawan. Bahkan beliau pernah dinasihati oleh Umar bin Khattab, "Aku melihatmu mendermakan makanan hingga melewati batas." Shuhaib menjawab, "Itu karena aku pernah mendengar Rosulallah bersabda: "Oranng yang terbaik di antara kalan adalah yang suka memberi makanan".[7]
  5. Dipilih AMirul Mukminin Umar bin Khathab untuk menjadi Imam Sholat kaum muslimin.[7]

Referensi

Kutipan

  1. Lihat Ensiklopedi Sahabat urutan 11.
  2. 1 2 Al-Mishri 2015, hlm. 487.
  3. 1 2 3 4 5 6 7 8 Muhammad Raji Hassan, Kinas (2012). Ensiklopedia Biografi Sahabat Nabi. Jakarta: Penerbit Zaman. ISBN 978-979-024-295-1
  4. Al-Mishri 2015, hlm. 496.
  5. Al-Mishri 2015, hlm. 494.
  6. Al-Mishri 2015, hlm. 498.
  7. 1 2 3 4 5 Muhammad Khalid, Khalid (Robiul AKhir, 1439 H). Biografi 60 Sahabat Nabi. Jakarta Timur: Ummul Quro. hlm. 138–144. ISBN 9786029896886.{{cite book}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Daftar pustaka

  • Al-Mishri, Mahmud (2015). Muhammad Ali, Lc (ed.). Ensiklopedi Sahabat: Biografi dan Profil Teladan 104 Sahabat Nabi SAW Generasi Terbaik Umat Islam Sepanjang Masa (Jilid I). Jakarta: Pustaka Imam Asy-Syafi'i. ISBN 978-602-9183-90-0.
Daftar Sahabat Nabi Islam Muhammad
Abbad bin Bisyr ·Abbas bin Abdul-Muththalib · Abdullah bin Abbas ·Abdullah bin Abdul-Asad · Abdullah bin Abdullah bin Ubay · Abdullah bin Hudzafah as-Sahmi · Abdullah bin Ja'far · Abdullah bin Mas'ud ·Abdullah bin Rawahah · Abdullah bin Salam · Abdullah bin Umar · Abdullah bin Ummi Maktum · Abdullah bin Zubair · Abdurrahman bin Abi Bakar · Abdurrahman bin Auf · Abu Ayyub al-Anshari · Abu Bakar · Abu Dujanah · Abu Dzar Al-Ghifari · Abu Hudzaifah bin Utbah · Abu Hurairah · Abu Lubabah bin Abdul-Mundzir · Abu Martsad al-Ghanawi · Abu Musa al-Asy'ari · Abu Qatadah · Abu Sufyan bin Harb · Abu Sufyan bin al-Harits · Abu Thalhah al-Anshari · Abu Ubaidah bin al-Jarrah · Abu al-Ash bin ar-Rabi' · Abu Darda · Abu Bashir · Abu Sa'id al-Khudri · Attab bin Usaid · Al-Ala' bin al-Hadhrami · Al-Barra' bin Malik · Al-Harits bin Hisyam · Al-Nahdiah · Ali bin Abi Thalib · Amir bin Abi Waqqash · Amir bin Fuhairah · Amr bin al-Jamuh · Amr bin Tsabit · Ammar bin Yasir · Amr bin al-Ash · An-Nu'man bin Muqarrin · An-Nu'man bin Malik · Anas bin Malik · Aqil bin Abi Thalib · Arfajah al-Bariqi · Aus bin ash-Shamit · Basyir bin Sa'ad · Bilal bin Rabah · Bilal bin al-Harits · Al-Fadhl bin al-Abbas · Fatimah binti Asad · Fatimah binti Hizam · Fairuz ad-Dailami · Ghaurats bin Harits · Habbab bin Mundzir · Habibah binti Ubaidillah · Hakim bin Hazm · Halimah As-Sa'diyah · Hamzah bin Abdul-Muththalib · Hanzhalah bin Abi Amir · Haritsah binti al-Muammil · Hasan bin Ali · Hatib bin Abi Baitah ·Hisyam bin al-Ash ·Hudzaifah bin al-Yaman ·Hujr bin Adi · Husain bin Ali ·Ikrimah bin Abu Jahal · Ja'far bin Abi Thalib ·Jarir bin Abdullah al-Bajali ·Julaybib ·Khabbab bin al-Arat ·Khadijah binti Khuwailid ·Khalid bin Sa`id ·Khalid bin Walid · ·Khaulah binti al-Azwar ·Khaulah binti Hakim ·Khaulah binti Tsa'labah ·Khubaib bin Adi ·Khunais bin Hudzafah ·Khuzaimah bin TsabitLayla binti al-Minhal ·Lubabah binti al-Harith ·Lubaynah ·Malik bin Hubairah as-Sakuni ·Marwan bin al-Hakam ·Miqdad bin Amr ·Mua'dz bin Jabal ·Muawiyah bin Abu Sufyan ·Muhammad bin Maslamah ·Mughirah bin Syu'bah ·Mush'ab bin Umair ·Qatadah bin an-Nu'man ·Qudamah bin Mazh'un ·Rabi'ah bin Aktsam ·Rabi'ah bin al-Harits ·Rukanah al-Mutthalibi ·Sa'ad bin ar-Rabi' ·Sa'ad bin Abi Waqqash ·Sa'ad bin Mu'adz ·Sa'ad bin Ubadah ·Shafiyyah binti Abdul Muthalib ·Sa'id bin al-Ash ·Sa'id bin Amir al-Jumahi ·Sa'id bin Zaid ·Salim bin Ma'qil ·Salman al-Farisi ·Shuhaib ar-Rumi ·Sufyan bin Abdullah ats-Tsaqafi · Sufyan bin 'Auf ·Sumayyah binti Khayyat ·Syaibah bin 'Utsman ·Tamim ad-Dari ·Thalhah bin Ubaidillah ·Thariq bin Syihab · Thulaib bin Umair ·Tsuwaibah ·Tsumamah bin Utsal ·Ubadah bin ash-Shamit ·Ubadah bin Al-Khasykhasy ·Ubaidah bin al-Harits ·Ubay bin Ka'ab · Umamah binti Abi al-Ash ·Umar bin Khattab · Ummi Hani ·Ummi Kultsum binti Ali ·Ummu Ruman ·Ummi Syarik ·Ummi Ubays ·Uqbah bin Amir ·Urwah bin Mas'ud ·Usamah bin Zaid ·Usaid bin Hudhair ·Utbah bin Ghazwan ·Utsman bin Affan ·Utsman bin Mazh'un ·Utsman bin Hunaif ·Wahb bin Umair ·Wahb bin Sa'ad ·Wahsyi bin Harb ·Yazid bin Abu Sufyan ·Zaid bin Arqam · Zaid bin Haritsah ·Zaid bin Tsabit · Zainab binti Ali ·Zubair bin Awwam ·Zunirah al-Rumiyah
Sahabat yang Menghadiri Perang Badar
Bani Hasyim
Bani Muththalib
Bani Abdu Syams
Sekutu
Bani Naufal
Sekutu
Bani Asad
Sekutu
Bani Abdud Dar
Bani Abd
Bani Zuhrah
Sekutu
Bani Taim
Bani Makhzum
Sekutu
Bani 'Adi
Sekutu dan maula
Bani Sahm
Khunais bin Hudzafah
Bani Jumah
  • Utsman bin Mazh'un
  • Abdullah bin Mazh'un
  • Qudamah bin Mazh'un
  • As-Sa'ib bin Utsman bin Mazh'un
  • Ma'mar bin al-Harits
Bani Amir
  • Abu Sabrah bin Abi Ruham
  • Abdullah bin Makhramah
  • Hathib bin Amr
  • Abdullah bin Suhail
  • Umair bin Auf
Sekutu
Sa'ad bin Khaulah
Bani Fihr
120px-%D8%BA%D8%B2%D9%88%D8%A9_%D8%A8%D8%AF%D8%B1_%D8%A7%D9%84%D9%83%D8%A8%D8%B1%D9%8A.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bani Abdul-Asyhal
Sekutu
Bani Haritsah
Sekutu
Bani Zhafar
Sekutu
Bani Amr
Bani Dhubai'ah
Bani Ubaid
Bani al-Ajlan
Bani Mu'awiyah
Jabr bin Utaik
Sekutu
Bani Mu'awiyah
Bani Hanasy
Bani Jahjaba
Bani Unaif
Bani Tsa'labah
Bani Ghanam
Khazraj
Bani an-Najjar
Bani
Malik
Bani Ghanam
Sekutu
Bani Amr
Bani Amir
Bani Adi
Sekutu
Bani Mazin
Sekutu
Bani Dinar
Sekutu
Bani al-Harits
Bani Ka'ab
Bani Jusyam dan Zaid
Bani Auf
Sekutu
Bani Auf
Bani Salim
Sekutu
Qawaqilah
Sekutu
  • Al-Mujadzdzar bin Ziyad
  • Ubadah bin al-Hashas
  • Buhhats bin Tsa'labah
  • Abdullah bin Tsa'labah
  • Utbah bin Rabi'ah al-Bahra'i
  • Amr bin Iyas
Bani Ka'ab
Bani Sa'idah
Sekutu
  • Ziyad bin Ka'ab
  • Dhamrah bin Amr
  • Basbas bin Amr
  • Ka'ab bin Jamaz
Bani Jusyam
Bani Salamah
Bani Hiram
Maula
Bani Ubaid
Sekutu
Bani Sawad
Maula
Unturah as-Sulami
Lainnya
Bani Amir
bin Zuraiq
Bani Zuraiq
Bani Bayadhah
  • Ziyad bin Labid
  • Khulaifah bin 'Adi
  • Farwah bin Amr al-Anshari
  • Khalid bin Qais bin Malik
  • Rukhailah bin Tsa'labah
Bani Habib
Mendapat pahala Perang Badar
Muhajirin
Aus
Khazraj
Diperselisihkan kehadirannya
Muhajirin
Aus
Khazraj
Portal:Islam
Keterangan:  Syahid 
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan