Senin, 28 September 2026
21:46 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Mas

Mas

Untuk kegunaan lain, lihat Mas (disambiguasi).
Peringkat raja-raja, kaum bangsawan, dan
kesatria
Mahkota Kekaisaran Susuhunan Surakarta
Kaisar / Padisyah / Maharaja / Rajadiraja / Raja Agung / Sultan Agung / Susuhunan
Raja / Aji / Somba
Mo'ang Ratu / Sultan
Adipati Utama  / Penembahan Agung
Pangeran Agung / Panembahan
Adipati Agung / Haryapatih
Mahasenapati
Pangeran Darah  / Infante
Adipati
Senapati
Pangeran Berdaulat / Fürst / Datu / Umbu / Arung Matoa
Kakang / Mo'ang / Fettor / Karaeng / Arung
Tumenggung / Marquis / Margraf / Landgraf /
Penglingsir Puri
Bupati / Kepala Suku / Sibayak / Po (Suku Lema)
Bupati Muda / Tuan Muda / Urung
Baron / Raden / Penghulu Kampung / Tana Alant / Tuan Tanah
Baronet  / Mas
Kesatria Turunan
Kesatria
Bentara
Bangsawan / Raden / Priayi

Mas adalah kata sapaan hormat untuk laki-laki Jawa.[1] Kata "Mas" juga untuk laki-laki, baik yang sudah menikah atau belum. Mas bisa juga panggilan untuk pacar.[2]

Penggunaan dalam gelar

Mas sebelumnya merupakan gelar depan bangsawan umum di Jawa.[3] Dalam lingkup gelar kebangsawanan Jawa, pujangga Ranggawarsita dari Kasunanan Surakarta pernah mendapatkan gelar ini sebelum ia mendapatkan gelar Mas Ngabehi dan Raden Ngabehi.[4][5] Selain itu, kalangan trah Ampel seperti diketahui dari nama tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama, Mas Alwi bin Abdul Aziz Azmatkhan atau saudaranya, Mas Mansoer yang berafiliasi pada Muhammadiyah. Atau banyak lainnya termasuk penamaan gelar Raden Mas yang merupakan penggabungan dari Raden dan Mas.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Arti kata mas". Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud. KBBI Daring. Diakses tanggal 29 November 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Penganugerahan Gelar Kebangsawanan". Historia.id. 24 November 2020. Diakses tanggal 29 November 2020.{{cite web}}: |first= tidak memiliki |last=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Mulyanto, R. I. (1990). Biografi pujangga Ranggawarsita. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. hlm. 40.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Kholidah, Nikmatul (2014). "Konsep keadilan dalam Serat Kalatidha karya Raden Ngabehi Ranggawarsita" (PDF). Semarang: Walisongo Institutional Repository: 67–68. Diarsipkan dari versi asli pada 2020-03-27. Diakses tanggal 2021-08-27. Bagus Burham berganti nama menjadi Rangga Pujangganom ketika menjabat sebagai Abdi Dalem Carik Kepatihan. Jabatan tersebut dikukuhkan pada tanggal 28 Oktober 1819. '...Oleh karena menjabat sebagai Abdi Dalem, ia kemudian diberi sebutan Mas,...'. Dua tahun kemudian tepatnya pada tahun 1821 M Bagus Burham diangkat menjadi Mantri Carik Kadipaten Anom dengan gelar Mas Ngabehi Sarataka.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  5. ↑ Basuki, Untung Joko (2014). "Konsepsi pendidikan Raden Ngabehi Ranggawarsita". Yogyakarta: Fakultas Teknologi Industri Institut Sains dan Teknologi AKPRIND Yogyakarta: 20. Pada tahun 1819, menjadi Carik (juru tulis) Kadipaten Anom dengan gelar Mas Rangga Pajang Anom{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=


120px-Flag_map_of_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan