Jumat, 06 November 2026
07:39 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Somba

Somba

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Somba" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(November 2025)
Peringkat raja-raja, kaum bangsawan, dan
kesatria
Mahkota Kekaisaran Susuhunan Surakarta
Kaisar / Padisyah / Maharaja / Rajadiraja / Raja Agung / Sultan Agung / Susuhunan
Raja / Aji / Somba
Mo'ang Ratu / Sultan
Adipati Utama  / Penembahan Agung
Pangeran Agung / Panembahan
Adipati Agung / Haryapatih
Mahasenapati
Pangeran Darah  / Infante
Adipati
Senapati
Pangeran Berdaulat / Fürst / Datu / Umbu / Arung Matoa
Kakang / Mo'ang / Fettor / Karaeng / Arung
Tumenggung / Marquis / Margraf / Landgraf /
Penglingsir Puri
Bupati / Kepala Suku / Sibayak / Po (Suku Lema)
Bupati Muda / Tuan Muda / Urung
Baron / Raden / Penghulu Kampung / Tana Alant / Tuan Tanah
Baronet  / Mas
Kesatria Turunan
Kesatria
Bentara
Bangsawan / Raden / Priayi

Somba adalah gelar pemimpin tertinggi monarki Makassar. Somba setara dengan Raja. Dalam bahasa Makassar kata Somba artinya "sembah" atau "pujaan" atau "junjungan", somba secara harfiah berarti "Raja yang disembah atau sangat dihormati".[1]

Penyebutan somba mulai di gunakan setelah unifikasi kerajaan Gowa dan tallo membentuk kerajaan bersatu yang dikemudikan hari di sebut kesultanan Makassar, dalam perjanjian penyatuan kerajaan, raja Gowa menjadi raja di atas semua Kraeng, sedangkan raja tallo diturunkan posisinya menjadi karaeng, namun diberikan posisi sebagai Tumabicara Butta, wizurai yang berkuasa atas Tallo, namun dibawah raja Gowa. Seiring berjalannya waktu, marussu, Galesong, banteng, siang, Sumbawa, dll ikut menyatakan diri bergabung dengan kerajaan bersatu "kesultanan Makassar". Ke-arung-an (Akkarungeng) Bone, juga pernah menjadi bagian dari kesultanan Makassar pasca perang pengislaman, tercatat ada 3 somba yang secara de facto memerintah kerajaan Bone karena kekosongan takhta akibat perang pengislaman, yaitu sombayya sultan Alauddin, Muhamad said, dan sultan Hasanuddin.

Para penguasa di monarki-monarki bawahan tersebut tetap diberikan hak untuk memimpin daerah masing masing dengan kekuasaan terbatas. Para penguasa ini bertanggung jawab langsung kepada somba atas tanah yg mereka perintah,

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan