Senin, 21 September 2026
06:08 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Tuyul

Tuyul

250px-Portrait_of_a_bald_child_wearing_traditional_clothing%2C_China%2C_ca._1918-1938_%28MFB-LS0245%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tuyul sering digambarkan sebagai anak kecil berkepala botak.

Tuyul (bahasa Jawa: thuyul) merupakan makhluk gaib dalam mitologi masyarakat Jawa dan sekitarnya. Sosok ini digambarkan seperti anak kecil atau manusia kerdil dengan kepala botak (meski ada juga yang menggambarkannya memiliki sedikit rambut seperti kuncir atau jambul[1]) dan diyakini mampu mencuri uang untuk tuannya.[2][3][4] Sebagai imbalan, tuyul dipercaya meminta untuk disusui oleh majikan perempuannya.[5]

Kepercayaan tentang makhluk botak pencuri uang ini sudah dikenal sejak akhir abad ke-19, sekitar tahun 1890-an.[6] Namun, istilah “tuyul” sendiri baru populer sekitar tahun 1929, bertepatan dengan masa krisis ekonomi Depresi Besar.[6][7] Hingga kini, tuyul masih menjadi objek kajian para sejarawan karena kepercayaan terhadapnya tetap bertahan di kalangan masyarakat modern.[7][8] Menurut para sejarawan, kemunculan mitos tuyul berkaitan dengan kesenjangan sosial antara masyarakat agraris dengan kelompok tuan tanah dan pedagang. Bagi masyarakat pedesaan yang masih tradisional, bantuan makhluk gaib dianggap sebagai cara sederhana untuk menjelaskan persoalan ekonomi dan perdagangan yang semakin kompleks.[4][8]

Sejumlah narasi folklor tidak selalu menggambarkan tuyul sebagai sosok yang menakutkan atau berbahaya secara langsung. Sebaliknya, makhluk ini kerap dikaitkan dengan kemampuan membantu manusia memperoleh kekayaan. Menurut kepercayaan tersebut, seseorang yang ingin berhubungan dengan tuyul biasanya harus menjalani praktik spiritual tertentu, seperti puasa atau semedi. Setelah melalui proses ini, diyakini orang tersebut dapat melihat dan “memelihara” tuyul, serta memanfaatkannya untuk tujuan tertentu. Tuyul dipercaya memiliki kemampuan supranatural, seperti bergerak dengan cepat, menghilang, dan menjangkau tempat yang jauh dalam waktu singkat. Dalam berbagai cerita yang beredar di masyarakat, kemampuan tersebut sering dikaitkan dengan tindakan mengambil atau mencuri uang atas perintah pemiliknya. Oleh karena itu, dalam perspektif budaya populer, tuyul kerap diasosiasikan dengan praktik memperoleh kekayaan secara tidak wajar, yang mencerminkan pandangan sosial terhadap cara-cara instan dalam mendapatkan materi tanpa melalui usaha yang sah.[9]

Mentek

Mentek (mentèk atau menthek[10]) merupakan salah satu jenis makhluk halus dalam kepercayaan tradisional yang sering dianggap memiliki kemiripan dengan tuyul. Makhluk ini digambarkan berwujud anak kecil tanpa pakaian, dan dalam beberapa pandangan disebut sebagai kerabat atau variasi lain dari tuyul. Dalam narasi folklor, mentek dipercaya tinggal di area persawahan dan memiliki kemampuan supranatural yang berkaitan dengan hasil pertanian. Sama seperti tuyul, seseorang yang ingin berhubungan dengan mentek biasanya harus menjalani praktik spiritual tertentu, seperti berpuasa dan bersemedi, yang diyakini memungkinkan orang tersebut untuk melihat, memperoleh, dan memanfaatkan mentek. Sejumlah kisah menyebutkan bahwa mentek dapat diperintah untuk memindahkan hasil padi dari satu lahan ke lahan lain secara gaib, sehingga menyebabkan perbedaan hasil panen yang mencolok antara dua sawah.[11] Praktik ini umumnya dianggap tidak etis karena merugikan orang lain, misalnya dengan mengambil hasil panen secara gaib dari sawah milik orang lain. Dalam kepercayaan tradisional, perbuatan seperti ini diyakini akan membawa akibat moral, seperti hukuman setelah kematian. Namun, keberadaan mentek sendiri tidak memiliki dasar ilmiah dan dipahami sebagai bagian dari cerita rakyat yang mencerminkan kepercayaan serta nilai-nilai sosial masyarakat.[9]

Dalam budaya populer

Dalam dunia hiburan, tuyul muncul dalam berbagai film komedi atau horor. Salah satu sinetron yang populer melibatkan tuyul, yaitu Tuyul dan Mbak Yul yang populer pada tahun 1990-an di RCTI beserta sekuelnya Tuyul Millenium yang tayang pada tahun 2003 di SCTV, yang kedua sinetron tersebut diperankan oleh Ony Syahrial.

Catatan kaki

  1. Ruslani (2003). Tabir mistik: alam gaib dan perdukunan dalam terang sains dan agama. Tinta. hlm. 156. ISBN 978-979-9440-65-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. Subarkah, Muhammad (29 Mei 2020), "Kitab Al-Adawiyah Hingga Tuyul Pada Krisis Ekonomi 1930", Republika{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. Sitompul, Martin (1 Sep 2018), "Onghokham, Sejarawan yang Doyan Makan", Historia{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 Sulaeman, Ade (13 Februari 2018), "Dari Tuyul Hingga Babi Ngepet, Inilah Makhluk-makhluk Gaib 'Pencuri' Harta dari Tanah Indonesia", Intisari
  5. Cakwaw, Studio (2020). Komik Hantu Nusantara : Tragedi Rumah Hantu. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer. ISBN 9786232167186.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. 1 2 Isnaeni, Hendri F. (27 Jan 2016), "Sejarah Tuyul, Makhluk Halus Pencuri Fulus", Historia{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. 1 2 Kholis, Nurman (Juni 2018), "Al-Adawiyah Karya K.H. Ahmad Sanusi dan Krisis Ekonomi Dunia (Malaise) Tahun 1929", Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi, Badan litbang dan Diklat Kementerian Agama RI
  8. 1 2 Ardanareswari, Indira (17 Maret 2020), "Takhayul Tuyul dalam Masyarakat Jawa", Tirto.id
  9. 1 2 Geertz, Clifford (2014). Agama Jawa. Komunitas Bambu. hlm. 10. ISBN 9786029402124.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  10. Lindblad, J. Th (2025-01-27). New Challenges in the Modern Economic History (dalam bahasa Inggris). BRILL. hlm. 201. ISBN 978-90-04-65829-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  11. Ruslani (2003). Tabir mistik: alam gaib dan perdukunan dalam terang sains dan agama. Tinta. hlm. 162. ISBN 978-979-9440-65-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Mitologi di Indonesia
Aceh
Sumatera
Kepulauan Riau
Jawa
Bali
Kalimantan
Sulawesi
Nusa Tenggara
Maluku
Papua
Ikon rintisan

Artikel bertopik hantu atau setan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik okultisme ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan