Debus adalah kesenian bela diri masyarakat Sunda Banten di Provinsi Banten. Kesenian ini menyebar ke wilayah Parahyangan. Kesenian ini mempertunjukan kemampuan manusia yang kebal terhadap senjata tajam, air keras, dan lain-lain. Kesenian ini berawal pada masa pemerintahan Maulana Hasanuddin dari Banten pada abad ke-16 (1532-1570). Pada zaman Ageng Tirtayasa dari Banten (1651—1692) kesenian debus berperan sebagai sarana untuk meningkatkan semangat perjuangan masyarakat Banten dalam menghadapi penjajahan Belanda. Pada masa kini, debus berkembang menjadi bentuk seni yang menggabungkan unsur tarian dan vokal.
Debus (seni)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA)
Baca Selengkapnya di Wikipedia