Senin, 28 September 2026
09:50 WIB
TERKINI
Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal
Kuyang

Kuyang

makhluk halus yang populer di Kalimantan

Kuyang
250px-XRF-krasue.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi kuyang tahun 2012
Informasi makhluk
Nama lainกระสือ, អាប Ahp, Penanggalan, Kuyang, Palasik, ‘’Capculacay’’
KelompokMakhluk mitologis
SubkelompokNokturnal, mayat hidup, berpendar
Asal
NegaraThailand, Kamboja, Laos, Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapura, Filipina, Myanmar, Vietnam
WilayahAsia Tenggara (kecuali Timor Leste)

Kuyang adalah makhluk supranatural yang dikenal dalam kepercayaan masyarakat Kalimantan, Indonesia. Makhluk ini digambarkan berbentuk kepala manusia dengan isi tubuh yang menempel tanpa kulit, serta anggota badan yang dapat terbang untuk mencari darah bayi atau wanita yang sedang melahirkan. Dalam kepercayaan setempat, mereka yang bertatapan dengan Kuyang diyakini akan mengalami kesulitan saat melahirkan. Kuyang sering dianggap sebagai bentuk manusia (biasanya perempuan) yang menguasai ilmu hitam untuk mencapai kehidupan abadi atau kekuatan gaib tertentu.[1][2]

Fenomena kepercayaan terhadap Kuyang yang muncul di Kalimantan juga dapat ditemukan dalam bentuk-bentuk serupa di wilayah lain. Misalnya di Sulawesi dinamai Poppo, Sumatra dikenal sebagai Palasik,[3] Malaysia mengenal Penanggal atau Penanggalan,[4] di Thailand disebut Krasue,[5][6] di Bali dikenal sebagai Leak,[7] di Lombok dinamai Selaq[8] dan di Filipina dikenal sebagai Manananggal.[9]

Asal-usul

Asal-usul Kuyang di Kalimantan memiliki beberapa versi yang berkembang dalam tradisi lisan dan catatan sejarah lokal. Salah satu versi menyatakan bahwa kepercayaan ini telah ada sejak zaman Hindu Kaharingan, terutama pada era Kerajaan Mulawarman di Kutai Kertanegara sekitar abad ke-4 Masehi. Pada masa itu, peperangan antar kerajaan sering disertai dengan penggunaan ilmu hitam dan kesaktian mistik. Dalam konflik tersebut, sebagian masyarakat Mulawarman dikisahkan menggunakan praktik mistik untuk melawan musuh, termasuk menggunakan ilmu yang kemudian dikaitkan dengan Kuyang. Seiring kekalahan Mulawarman, para penganut ilmu hitam tersebut tersebar ke pedalaman, dan kepercayaan tentang Kuyang mulai berkembang di masyarakat.[10][11]

Versi lain mengenai asal-usul Kuyang berkaitan dengan penggunaan minyak pesugihan atau minyak Kuyang. Minyak ini digunakan untuk berbagai tujuan mistis, seperti memperoleh kekayaan, awet muda, atau menarik lawan jenis.[12] Beberapa versi juga menyebutkan bahwa Kuyang dapat diturunkan secara turun-temurun melalui suatu sekte, di mana anggota keluarga yang mewarisi ilmu tersebut bisa berubah menjadi kuyang pada malam hari. Pada siang hari, mereka terlihat seperti manusia biasa dan berinteraksi dengan masyarakat secara normal, sedangkan pada malam hari mereka menjadi makhluk supranatural yang mencari darah wanita bersalin.[1]

Aktivitas

Kuyang digambarkan sebagai makhluk yang bisa memisahkan kepala dan organ tubuh dari jasadnya untuk terbang dan mencari mangsa. Kepala beserta isi perut ini dapat melayang, bersenandung, atau meratap di atas atap rumah, sementara tubuh Kuyang tetap kosong. Dalam tradisi lokal, jika Kuyang berhasil menemukan korban, darah dari wanita yang sedang melahirkan akan diisap. Kepercayaan ini mendorong masyarakat melakukan berbagai bentuk perlindungan, termasuk memanggil laki-laki yang pandai membaca mantra atau ayat suci untuk menjaga perempuan yang sedang bersalin. Kepercayaan masyarakat menekankan bahwa Kuyang bukan berasal dari orang yang sudah meninggal, melainkan dari orang hidup yang mempelajari ilmu hitam. Aktivitas Kuyang, termasuk kemampuan terbang dan mengisap darah, dikaitkan dengan penggunaan mantra dan minyak jampi. Perempuan yang diyakini menjadi Kuyang dipercaya memperoleh kekuatan gaib untuk menyerang korban sekaligus melindungi diri dari ancaman.[2][13]

Masyarakat juga meyakini bahwa Kuyang memiliki Tajau Kuyang, yaitu gentong atau wadah tempat anak-anak yang lahir dari keluarga penganut ilmu hitam ini ditempatkan sambil dibacakan mantra. Hal ini dianggap sebagai proses pengikatan anak ke dalam sekte atau keluarga Kuyang. Lokasi Tajau Kuyang terutama di Kutai Kertanegara, diyakini sebagai tempat keramat. Masyarakat setempat umumnya menghindari mengganggunya karena berbagai insiden mistis yang dikaitkan dengan pelanggaran terhadap lokasi tersebut.[11]

Referensi

  1. 1 2 Biancaa, Ferren (2019-01-01). Ensiklopedi Hantu dan Makhluk Gaib Nusantara. MediaPressindo. ISBN 978-602-51702-4-9.
  2. 1 2 Murniatmo, Gatut (2000). Khazanah budaya lokal: sebuah pengantar untuk memahami kebudayaan daerah di Nusantara. Adicita. ISBN 978-979-9246-29-5.
  3. ↑ CS, Trio Hantu (2016-07-01). #Hantupedia: Ensiklopedia Hantu-Hantu Nusantara. MediaKita. ISBN 978-979-794-521-3.
  4. ↑ Werner, Roland (1975). Jah-hĕt of Malaysia: Art and Culture (dalam bahasa Inggris). Penerbit Universiti Malaya.
  5. ↑ Ghost Movies in Southeast Asia and Beyond: Narratives, Cultural Contexts, Audiences (dalam bahasa Inggris). BRILL. 2016-08-09. ISBN 978-90-04-32364-3.
  6. ↑ Guelden, Marlane (1995). Thailand Into the Spirit World (dalam bahasa Inggris). Times Editions. ISBN 978-981-204-110-4.
  7. ↑ KM13 (2013-01-01). Terjebak di Dunia Lain. MediaKita. ISBN 978-979-794-426-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  8. ↑ Liputan6.com (2023-07-21). "Misteri Selaq, Makhluk Jadi-Jadian di Pulau Lombok". liputan6.com. Diakses tanggal 2026-03-26.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  9. ↑ Orde, Joen Rico M.; Publishing, Ukiyoto (2020-10-31). Collected Tales And Legends From The Philippines (dalam bahasa Inggris). Ukiyoto Publishing. ISBN 978-981-14-8708-8.
  10. ↑ Rahayu, Riani (2024-04-01). "Legenda Mistis Kuyang, Kisah Siluman di Tanah Kalimantan". IDN Times Kaltim. Diakses tanggal 2026-03-26.
  11. 1 2 Balham, Johansyah (2009). Riwayat Samarinda & cerita legenda Kaltim. Biro Humas Pemprov Kalimantan Timur.
  12. ↑ PhD, Prof Dr M. S. P. A. Iansyah Rechza FW (2025-06-23). Cerau Upacara Adat Mulawarman. Uwais Inspirasi Indonesia. ISBN 978-623-133-716-0.
  13. ↑ Tsing, Anna Lowenhaupt (1998). Di Bawah Bayang-Bayang Ratu Intan: Proses Marjinalisasi pada Masyarakat. Yayasan Obor Indonesia. ISBN 978-979-461-306-1.
Mitologi di Indonesia
Aceh
Sumatera
Kepulauan Riau
Jawa
Bali
Kalimantan
Sulawesi
Nusa Tenggara
Maluku
Papua
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan