Sabtu, 24 Oktober 2026
05:38 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Luminesensi

Luminesensi

Bagikan:
250px-Luminol.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pendar kilau.

Luminesensi atau pendar cahaya[1] adalah fenomena fisika berupa pancaran cahaya dari suatu bahan yang tidak panas. Luminesensi adalah emisi cahaya oleh suatu zat yang bukan berasal dari panas, sehingga ia adalah sebuah bentuk radiasi benda dingin. Luminesensi dapat disebabkan oleh reaksi kimia, energi listrik, gerakan sub-atomik, atau tekanan pada kristal (piezoelektrik). Ini membedakan luminesensi dari pijaran (inkandesens), yang cahayanya dipancarkan oleh suatu zat sebagai akibat dari pemanasan. Secara historis, radioaktivitas dianggap sebagai bentuk radioluminesensi, meskipun sekarang ini dianggap terpisah karena melibatkan lebih dari radiasi elektromagnetik. Istilah luminesensi diperkenalkan pada tahun 1888 oleh Eilhard Wiedemann.[2] Peralatan panggilan, tangan, sisik, dan tanda-tanda penerbangan dan instrumen navigasi dan tanda-tanda lainnya sering dilapisi dengan bahan luminesensi dalam proses yang dikenal sebagai proses luminesensi.

Jenis-jenis pendar cahaya

  1. Kemiluminesensi, berasal dari reaksi kimia
  2. Kristaloluminesensi, terjadi saat kristalisasi
  3. Elektroluminesensi, berasal dari arus listrik yang melewati suatu zat
  4. Mekanoluminesensi, berasal dari kegiatan mekanik pada benda padat
    • Triboluminesensi, terjadi oleh ikatan benda yang rusak ketika digores, dihancurkan, atau digosok
    • Fraktoluminesensi, terjadi oleh ikatan pada kristal tertentu yang rusak karena patah
    • Piezoluminesensi, terjadi karena tekanan pada benda padat tertentu
    • Sonoluminesensi, berasal dari meledaknya gelembung pada benda cair yang terpengaruh oleh suara
  5. Fotoluminesensi, terjadi oleh penyerapan foton (partikel pembawa radiasi elektromagnetik)
    • Fluoresensi, fotoluminesensi karena singlet --> singlet relaksasi elektronik (panjang hidup tipikal: nanodetik
    • Fosforesensi, fotoluminesensi karena triplet --> singlet relaksasi elektronik (panjang hidup tipikal: milidetik sampai jam)
  6. Radioluminesensi, terjadi oleh penembakan radiasi pengion
  7. Termoluminesensi, reemisi cahaya yang diserap ketika zat dipanaskan

Penerapan

Referensi

  1. ↑ "Pendar cahaya". Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
  2. ↑ Buku oleh Eilhard Wiedemann "Über Fluorescenz und Phosphorescenz, I. Abhandlung" yang berjudul 'Annalen der Physik' ('Sejarah Fisika') halaman 446-463
  3. ↑ Parker, Sybil, P (1984). McGraw-Hill Dictionary of Biology. McGraw-Hill Company.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konsep
Metode penyalaan
Pijaran
Luminesensi
Pembakaran
Busur listrik
gas
High-intensity
discharge (HID)
Stasioner
Portabel
Otomotif
  • Industrial
  • Scientific
Topik terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan