Senin, 28 September 2026
21:25 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto

Mulawarman

Raja Kutai ke 3 yang terkenal dengan kedermawanannya

Maharaja Mulawarman adalah raja Kutai Martapura, kerajaan Hindu pertama dan tertua di Indonesia yang memerintah pada abad ke-4 Masehi di wilayah yang saat ini bernama Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Ia merupakan putra dari Aswawarman dan merupakan cucu dari raja Kundungga yang merupakan pendiri Kerajaan Kutai Martapura.[1]

Dalam prasasti Yupa, disebutkan bahwa Mulawarman pernah menyumbangkan 20.000 ekor sapi kepada para brahmana. Di masa pemerintahanya, Mulawarman pernah malaksanakan upacara Aswamedha dengan melepas seekor kuda putih untuk menentukan seberapa jauh tapak kuda tersebut dapat diikuti untuk menentukan wilayah kekuasaan kerajaanya.[2]

Nama Mulawarman di Prasasti Yupa

Artikel utama: Prasasti Yupa
250px-4th_century_Sanskrit_Yupa_inscriptions_of_Mulavarman%2C_Kutei_East_Kalimantan%2C_Indonesia.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Inskripsi prarasti yupa sebagai sumber sejarah Mulawarman

Nama Mulawarman ditulis dalam Prasasti Yupa menggunakan Aksara Pallawa dan berbahasa Sansekerta, yang berbunyi:

Prasasti Kutai IV[3]
srimato nrpamukhyasya
rajnah sri-mulawarmmanah
danam punyatame ksetre
yad dattam vaprakesvare
dvijatibhyo' gnikalpebhyah.
vinsatir ggosahasrikam
tansya punyasya yupo 'yam
krto viprair ihagataih.

Terjemahan
Sang Mulawarman, raja yang mulia dan terkemuka, telah memberi sedekah 20.000 ekor sapi kepada para brahmana yang seperti api, (bertempat) di dalam tanah yang suci (bernama) Waprakeswara. Buat (peringatan) akan kebaikan budi sang raja itu, tugu ini telah dibuat oleh para Brahmana yang datang ke tempat ini.

Penghormatan

Nama Mulawarman kini diabadikan sebagai nama Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di kota Samarinda, Kalimantan Timur, yakni Universitas Mulawarman dan juga diabadikan oleh TNI Angkatan Darat sebagai nama kodam di Balikpapan, yakni Kodam IX/Mulawarman.

Kepustakaan

  1. ↑ Sarip, Muhammad (Desember 2020). "Kajian Etimologis Kerajaan (Kutai) Martapura di Muara Kaman, Kalimantan Timur". Yupa: Historical Studies Journal. 4 (2). doi:10.30872/yupa.v4i2.264.
  2. ↑ Tony Whitten, Greg S. Henderson, Muslimin Mustafa (2012). The Ecology of Sulawesi (The Ecology of Indonesia Series, Volume IV). Tuttle Publishing. hlm. 76. ISBN 9781462905072.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  3. ↑ R. M. Poerbatjaraka, Ibid., hal. 11.
  • Poesponegoro & Notosusanto (ed.). 1990. Sejarah Nasional Indonesia Jilid II. Jakarta: Balai Pustaka
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan