Minggu, 25 Oktober 2026
21:37 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Sungai Maros

Sungai Maros

sungai di Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan

Bagikan:
Untuk pengertian lain, lihat Maros (disambiguasi).
Sungai Maros
Salo Maru', Sungai Maru', Salo Maros, Maros River, Binanga Maros, Binanga Maru'
330px-Maros_River12.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sungai Maros dilihat dari Jembatan Sungai Maros I (Jl. Andi Pangerang Pettarani), Kota Turikale, Maros
Sungai Maros di Sulawesi
Sungai Maros
Lokasi di Sulawesi
Tampilkan peta Sulawesi
Sungai Maros di Indonesia
Sungai Maros
Lokasi di Indonesia
Tampilkan peta Indonesia
Etimologidari Bahasa Bugis Salo berarti Sungai dan Maru' berarti Maros

dari Bahasa Makassar Binanga berarti Sungai dan Maru' berarti Maros
Lokasi
Negara Indonesia
ProvinsiSulawesi Selatan
KabupatenMaros
KecamatanSimbang, Bantimurung, Tompobulu, Tanralili, Turikale, Maros Baru, Mandai, Marusu
Ciri-ciri fisik
Hulu sungaiSungai Bantimurung
 - lokasiLingkungan Tapieng, Kelurahan Boribellaya, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros
 - elevasi350 m (1.150 ft) dpl
Hulu ke-2Gunung Baturape-Gunung Cindakko, Kawasan Pegunungan Tompobulu
 - lokasiDusun Cindakko, Desa Bonto Somba, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros
 - elevasi800 m (2.600 ft) dpl
Muara sungaiSelat Makassar
 - lokasiDesa Borimasunggu, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros
Panjang69,90 km[1]
Lebar 
 - rata-rata7.600 m (24.900 ft) (permukaan)[1]
Kedalaman 
 - rata-rata217 m (712 ft)[1]
Debit air 
 - minimum0.40 m³/s[1]
 - maksimum104 m³/s[1]
Luas DASDAS: 645 km²[2]
Informasi lokal
Zona waktuWITA (UTC+8)
GeoNames1636027

Sungai Maros[3] (Lontara: ᨔᨘᨂᨕᨗ ᨆᨑᨚ ; Bahasa Inggris: Maros River) adalah sebuah sungai yang terletak di wilayah Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia.[4] Sungai Maros merupakan sungai terpanjang di Kabupaten Maros dan salah satu sungai terpanjang di Sulawesi Selatan dengan panjang mencapai 69,90 km[1] hampir sama dengan panjang Sungai Jeneberang. Sungai Maros juga memiliki daerah tangkapan air terbesar kedua (645 km²) setelah Sungai Jeneberang. Sungai ini mengalir dari timur ke barat yang berhulu di Sungai Bantimurung yang airnya mengalir dari pegunungan bagian utara di Kawasan Pegunungan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (hulu I) dan Gunung Baturape-Cindakko di Kawasan Pegunungan Tompobulu (hulu II) menuju ke Selat Makassar. Daerah Aliran Sungai Maros melintasi 8 kecamatan yang kesemuanya tersebar di Kabupaten Maros, yakni Simbang, Bantimurung, Tompobulu, Tanralili, Mandai, Marusu, Turikale, dan Maros Baru.

Sungai ini mengalir melalui Kota Turikale setelah pertemuan dengan beberapa anak sungai utamanya, yakni Sungai Bantimurung dan Sungai Arparang, dan akhirnya bermuara di Selat Makassar. Arus utama sungai ini sangat berliku-liku menuju hilir sepanjang Kota Turikale. Kemiringan memanjang sungai di dekat hilir (dari muara hingga kira-kira 10 km ke hulu) diperkirakan sebesar 1/9.000 hingga 1/4.500. Bagian hulu Sungai Maros tertutupi oleh batu besar yang terbentuk oleh Gunung Berapi Baturape-Gunung Berapi Cindakko yang hampir tidak terkikis dan karenanya menghasilkan sedikit aliran permukaan sedimen. Meskipun adanya kondisi geologi yang baik seperti itu, tetap saja banyak aliran permukaan sedimen yang terjadi disebabkan oleh beberapa faktor kompleks, yakni: longsoran disepanjang daerah hulu sungai dan Penebangan pepohonan sepanjang aliran sungai oleh pemukim ilegal. Untuk mengatasi aliran permukaan sedimen, maka Balai Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah (BRLKT) telah membangun dam sabo.[2]

Kawasan muara Sungai Maros di Desa Borimasunggu, Kecamatan Maros Baru ditumbuhi mangrove sepanjang tepi pantai dan daerah aliran sungai yang masih dipengaruhi oleh pasang surut air laut yang menjadi habitat yang cocok untuk mangrove. Daerah pesisir pantai, yang dekat dengan muara sungai menjadi kawasan pertambakan yang merupakan mata pencaharian warga, sehingga kawasan mangrove di sekitar pertambakan dapat terdegradasi atau dapat terjadi penutupan lahan. Hal ini dapat dijadikan sebagai masukan bagi pemerintah sekitar untuk melindungi kawasan mangrove di daerah pesisir, muara, dan Sungai Maros.

Di wilayah bagian barat Provinsi Sulawesi Selatan yang sering terjadi banjir, yaitu Kabupaten Maros. Daerah Aliran Sungai Maros termasuk DAS besar yang melewati ibu kota Kabupaten Maros dan sekaligus jalur lintas provinsi Sulawesi Selatan. Jika terjadi banjir bukan hanya masyarakat yang bermukim di sekitaran sungai yang mengalami masalah, tetapi juga akan memengaruhi masyarakat lain yang akan melewati wilayah itu menuju Kota Makassar. Banjir dan meluapnya Sungai Maros ini pada awal tahun 2013 dan 2019 telah menyebabkan aktivitas lumpuh sepanjang Jalan Raya Trans Sulawesi di Kabupaten Maros.

Nama sungai Maros diambil dari nama daerah Maros sehingga nama sungai yang mengalir dari Maros hingga muaranya disebut sungai Maros. Sungai Maros memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai penyuplai air baku dan air bersih untuk kebutuhan warga Kabupaten Maros. Namun demikian, potensi bencana banjir juga besar karena sebagian besar daerah yang datar dan landai rawan banjir di wilayah DAS Maros. Faktor Penyebab banjir, yaitu faktor alam: curah hujan cukup tinggi, topografi datar dan landai, jenis tanah alluvial, dan litosol, penggunaan lahan dominan tambak dan sawah. Dan faktor manusia kurang menyadari dalam hal pengelolaan sampah, karena sampah dibuang di kanal dan sungai supaya ikut aliran sungai sehingga drainase kurang lancar. Oleh karena itu pemerintah dan masyarakat perlu bekerjasama meminimalisir dampak yang ditimbulkan oleh bencana banjir. Pemerintah perlu memperbaiki sarana drainase dan miningkatkan kesadaran masyarakat memahami faktor penyebab banjir di DAS Maros utamanya pengelolaan sampah.

Topografi

Kemiringan

Wilayah DAS Maros sebagian besar kelas kemiringan lerengnya datar seluas 23.932,76 Ha (36,26%), yang landai 18.442,60 Ha (27,95%). Daerah yang datar tersebar di bagian hilir DAS hingga tengah, dan yang landai dari tengah hulu tersebar tidak merata. Berikut ini adalah klasifikasi kemiringan lereng DAS Maros:

No.Kemiringan Lereng (%)Kelas LerengLuas (Ha)Persentase (%)
1.0-3% Datar23.932,7636,27
2.>3-8% Landai18.442,6027,95
3.>8-25% Miring22.158,3933,58
4.>25-40% Terjal1.243,561,88
5.>40% Sangat terjal227,320,34
Jumlah 65.978,03100

[5]

No.Rentang jarak dari muara sungaiRata-rata Lereng Sungai
1.0 km – 16 km1/1.440
2.16 km – 40 km1/1.040
3.>40 km-

[2]

Ketinggian

DAS Maros ketinggiannya dari 0–1.400 mdpal. Di wilayah DAS Maros terdapat 12.208,01 Ha (18,50%) ketinggiannya 0–12,5 mdpal. Dan wilayah tersebut tersebar di wilayah hilir DAS. Berikut ini adalah klasifikasi ketinggian tempat di DAS Maros:

No.Ketinggian (mdpl)Luas (Ha)Persentase (%)
1.0-12,50 12.208,0118,50
2.>12,50-25 5.632,818,54
3.>25-50 3.692,725,60
4.>50-75 2.602,643,94
5.>75-100 1.935,322,93
6.>100 39.906,5360,48
Jumlah 65.978,03100

[5]

Morfometri DAS Maros

Luas DAS Maros cukup luas, yaitu seluas 659,78 km² atau 65.978,03 Ha. Gradient aliran sungai induk, yaitu 0,016 (1,16%) berarti gradient alirannya datar.[5]

Tingkat rawan banjir

Tingkat rawan banjir di DAS Maros terdapat 3 kelas, yaitu tidak rawan, rawan, dan sangat rawan. Tidak rawan memiliki kriteria: tidak terlanda banjir dan penggenangan. Rawan memiliki kriteria: topografi landai-datar, material aluvial, tekstur tanah halus, struktur tanah masif, drainase lambat, terlanda banjir, penggenangan >1 hari, dan periode ulang 1-2 tahun. Sangat rawan memiliki kriteria: topografi datar-ledok, material aluvial, tekstur tanah halus, struktur tanah masif, drainase sangat lanbat, terlanda banjir, penggenangan >1 hari, dan periode ulang 1 tahun. Kelas yang tidak rawan seluas 31.708,36 Ha (48,06%), berarti lebih dari 50% wilayahnya rawan dan sangat rawan banjir. Berikut ini adalah klasifikasi daerah rentan banjir DAS Maros:

No.Tingkat KerawananLuas (Ha)Persentase (%)
1.Tidak Rawan31.708,3648,06
2.Rawan18.541,2528,10
3.Sangat Rawan15.728,4223,84
Jumlah 65.978,03100

[5]

Kelas sangat rawan tersebar di wilayah hilir sampai tengah DAS meliputi Kecamatan Maros Baru bagian selatan, Marusu bagian utara, Turikale, Mandai bagian utara, Tanralili bagian utara, Bantimurung bagian selatan, dan Simbang bagian barat. Kelas rawan tersebar tidak merata didominasi bagian selatan yang berbatasan dengan DAS Tallo. Yang tidak rawan tersebar dari tengah DAS hingga hulu didominasi wilayah bagian utara DAS Maros yang berbatasan dengan DAS Walanae-Cenrana dan DAS Sangkarae. Daerah yang sangat rawan topografinya datar, ketinggiannya rendah, didominasi tanah alluvial, dan didekat sungai induk. Daerah yang rawan didominasi oleh kemiringan landai, curah hujan tinggi, tanah tipis karena dominan tanah litosol.

Curah hujan

Curah hujan di wilayah DAS Maros cukup tinggi karena curah hujan berkisar 2.000 hingga 4.000 mm/tahun. Curah hujan diatas 3.500 mm/tahun meliputi wilayah yang paling luas, yaitu 29.645,30 Ha (44,93%). Curah hujan tersebut tersebar di bagian tengah hingga hulu DAS Maros, meliputi wilayah Kecamatan Bantimurung bagian selatan, Simbang bagian timur, dan Tompobulu. Berikut ini adalah klasifikasi curah hujan DAS Maros:

No.Curah Hujan (mm/tahun)Luas (Ha)Persentase (%)
1.2.000-2.500 2.693,304,08
2.>2.500-3.000 7.532,7011,42
3.>3.000-3.500 26.106,7139,57
4.>3.500 29.645,3044,93
Jumlah 65.978,03100

[5]

Kedalaman Curah Hujan dan Aliran Air Permukaan Tahunan:

Kedalaman Curah Hujan (mm/tahun)Kedalaman Aliran Air Permukaan (mm/tahun)Persentase Aliran Air Permukaan (%)Stasiun Ukur
Curah HujanAliran Air Permukaan
3.673 2.404 65 Pakalli Pucak (277 km²)

[2]

Hidrologi

Sungai Maros membelah pusat Kota Turikale (ibu kota Kabuaten Maros) menjadi dua bagian.

Mata airnya bersumber di dua daerah hulu, yakni pada Air Terjun Bantimurung wilayah Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Simbang, Maros dan hulu kedua berada di daerah Pegunungan Tompobulu, Tompobulu, Maros. Sungai Maros disebut juga "Salo Maru'" yang bermuara di Selat Makassar. Daerah Aliran Sungai Maros terhubung dengan sungai-sungai lainnya:

  1. Sungai Bantimurung
  2. Sungai Batubassi
  3. Sungai Lekopancing
  4. Sungai Pattunuang
  5. Sungai Pucak
  6. Sungai Marusu[6]

Sungai Maros dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga dan kegiatan pertanian.

Geologi

Jenis tanah

Jenis tanah di wilayah DAS Maros di dominasi oleh tanah litosol seluas 18.897,48 Ha (28,64%). Tanah litosol tersebut tersebar di bagian tengah hingga hulu DAS. Berikut ini adalah klasifikasi jenis tanah DAS Maros:

No.Jenis TanahLuas (Ha)Persentase (%)
1.Aluvial Kelabu8.153,7712,36
2.Aluvial Hidromorf194,610,29
3.Aluvial Hidromorf (Daerah Kering)2.007,233,04
4.Mediteran Cokelat Kemerahan4.440,606,73
5.Komponen Mediteran Cokelat-Regosol-Litosol278,030,42
6.Litosol18.897,4828,64
7.Regosol Kelabu Kekuningan5.182,347,85
8.Komponen Latosol Cokelat Kemerahan-Litosol14.598,6922,13
9.Latosol Cokelat Kekuningan5.332,628,08
10.Podsolik Merah3.085,594,68
11.Andosol Cokelat3.807,015,77
Jumlah 65.978,03100

[5]

Jenis batuan

Formasi geologi wilayah sepanjang sumbu utara-selatan terdiri batuan sedimen formasi Camba berada pada batu tua formasi Tonasa. Endapan aluvial berada di sepanjang garis pantai dan dataran banjir Sungai Maros. Batuan tertua adalah formasi Tonasa yang terdiri dari batu kapur dan napal, yang terbentuk pada zaman Eosen sampai Miosen tengah. Hal ini pernah diamati dan diteliti oleh para ahli di sekitar anak sungai yang ada di sebelah kanan dan sebagian daerah tengah Sungai Maros. Formasi Tonasa tersebar secara luas di bawah formasi lainnya yang terbentuk setelah zaman Miosen tengah. Dalam keadaan segar dan utuh, batu kapur biasanya padat, tidak berpori dan kuat serta memiliki daya serap yang rendah. Banyak rongga terbatas pada batu kapur yang tersebar di sekitar anak sungai di sebelah kanan Sungai Maros.[2]

Pengunaan lahan

Penggunaan lahan tambak tersebar di hilir dan lahan sawah, permukiman dan lahan terbuka tersebar dari hilir hingga tengah DAS Maros. Penggunaan lahan di wilayah DAS Maros terdiri atas 9 jenis. Penggunaan lahan yang paling luas adalah sawah seluas 18.965,65 atau 28,75% kemudian diikuti oleh hutan lahan kering sekunder seluas 18.677,66 Ha atau 28,75%. Berikut ini adalah klasifikasi penggunaan lahan DAS Maros:

No.Jenis TanahLuas (Ha)Persentase (%)
1.Hutan Lahan Kering Sekunder18.677,6628,31
2.Kebun Campuran2.468,163,74
3.Semak-Belukar9.511,2614,42
4.Pertanian Lahan Kering-Semak9.787,2514,83
5.Savana307,050,47
6.Lahan Terbuka192,420,29
7.Permukiman2.535,303,84
8.Sawah18.965,6528,75
9.Tambak3.533,275,36
Jumlah 65.978,03100

[5]

Fauna

Sungai Maros merupakan salah satu sungai yang dikenal memiliki keanekaragaman jenis ikan yang cukup tinggi di Sulawesi Selatan. Informasi dari masyarakat menunjukkan bahwa hasil tangkapan ikan di Sungai Maros telah mengalami penurunan baik dari jumlah maupun jenis ikan hasil tangkapannya.

Spesies endemik

No.FamiliSpesiesNama LokalNama Indonesia
1.TerapontidaeLagusia micracanthusPiri-piriIkan Pirik
2.MelanotaeniidaeMarostherina ladigesiBeseng/Beseng-besengIkan Pelangi Sulawesi
3.AdrianichthyoideiOryzias celebensisBinisiIkan Medaka
4.HemiramphidaeNomorhamphus liemiAncculungJulung-julung

[7]

Spesies non endemik

No.FamiliSpesiesNama LokalNama Indonesia
1.HemiramphidaeDermogenys orientalisAncculungIkan Julung-julung
2.GobiidaeGlossogobius giurisBocciIkan Gobi
3.GobiidaeStiphodon sp.BocciIkan Gobi
4.AplocheilinaeAplocheilus panchaxKepala timahIkan Kepala timah
5.CyprinidaeOsteochilus vittatusPai-paiIkan Nilem
6.CyprinidaeBarbonymus gonionotusBukku/KandeaIkan Tawes
7.CyprinidaeCyprinus carpioMas/Ulaweng/BulaengIkan Mas
8.CyprinidaeAnabas testudineusBalang/OsengIkan Betok
9.CichlidaeOreochromis mossambicusMujair/Jabire'Ikan Mujair
10.CichlidaeOreochromis niloticusNilaIkan Nila
11.OsphronemidaeTrichogaster trichopterusCambangIkan Sepat Siam
12.OsphronemidaeTrichogaster pectoralisCambangIkan Sepat Rawa
13.ChannidaeChanna striataSaloIkan Gabus
14.ClariidaeClarias batrachusLeleIkan Lele
15.TBATBAMassapi/MasapiIkan Sidat
16.TBATBABale Ulaweng/Juku BulaengIkan Mas

[7]

Stasiun sungai

Berikut ini adalah stasiun sungai yang terdapat di DAS Maros:

  • Stasiun Sungai Bantimurung
  • Stasiun Sungai Batubassi
  • Stasiun Sungai Bontibonti
  • Stasiun Sungai Bontokappong
  • Stasiun Sungai Manrimisi
  • Stasiun Sungai Pakalli Lompo
  • Stasiun Sungai Panjalingan
  • Stasiun Sungai Pattunuang
  • Stasiun Sungai Pucak/Puca
  • Stasiun Sungai Salojirang

Kualitas air sungai

Data kualitas air di Sungai Maros

Bulan Agustus 2014

Nama LokasiNama Titik SamplingDerajat LintangMenit LintangDetik LintangDerajat Bujur TimurMenit Bujur TimurDetik Bujur TimurTemperatur (°C)Debit Air (m3/s)pHDHL (μS/cmTDS (mg/L)
UdaraAir
Hulu Sungai MarosTitik Hulu 105⁰ 24' 48,7" 120⁰ 01' 48,7" 27 25- 7,787 46
Tengah Sungai MarosTitik Tengah 105⁰ 33' 5" 120⁰ 11' 03,2" 28 26- 1,791 46
Hilir Sungai MarosTitik Hilir 105⁰ 33' 34,5" 120⁰ 12' 02,2" 29 27- 7,7721 346

[1]

Bulan Agustus 2014

Nama LokasiNama Titik SamplingTSS (mg/L)DO (mg/L)BOD (mg/L)COD (mg/L)NO2 (mg/L)NO3 (mg/L)NH3 (mg/L)Klorida (mg/L)T-P (mg/l)Fenol (μg/L)Minyak & LemakMBAS (detergen)Fecal Coli (jml/10
Hulu Sungai MarosTitik Hulu 144 6,3 1,5 8,0 0,0007 0,11 0,1 <0,6- - <494> - 3500
Tengah Sungai MarosTitik Tengah 143 6,1 2,1 36 <0,0025 0,05 0,02 <0,6- - <494 - 5400
Hilir Sungai MarosTitik Hilir 136 5,9 2,9 32 0,004 0,01 0,02 100,4- - <494> - 3500

[1]

Bulan Agustus 2014

Nama LokasiNama Titik SamplingFecal ColiTotal ColiH2S (mg/L)Sulfat (SO4) (mg/L)Seng (Zn) (mg/L)Besi (Fe) (mg/L)Mangan (Mn) (mg/L)Cadmium (Cd)Tembaga (Cu) (mg/l)
Hulu Sungai MarosTitik Hulu 13500 3500 - 9,0 - - - - -
Tengah Sungai MarosTitik Tengah 15400 5400 - 0,02 - - - - -
Hilir Sungai MarosTitik Hilir 13500 330 - 36 - - - - -

[1]

Bulan September 2014

Nama LokasiNama Titik SamplingDerajat LintangMenit LintangDetik LintangDerajat Bujur TimurMenit Bujur TimurDetik Bujur TimurTemperatur (°C)Debit Air (m3/s)pHDHL (μS/cmTDS (mg/L)
UdaraAir
Hulu Sungai MarosTitik Hulu 205⁰ 08' 873" 119⁰ 40' 284" 27 26- 8,25 195
Tengah Sungai MarosTitik Tengah 205⁰ 33' 33,3" 120⁰ 11' 02,1" 27 26- 8,26 190
Hilir Sungai MarosTitik Hilir 205⁰ 05' 549" 119⁰ 36' 344" 27 26- 7,51830 794

[1]

Bulan September 2014

Nama LokasiNama Titik SamplingTSS (mg/L)DO (mg/L)BOD (mg/L)COD (mg/L)NO2 (mg/L)NO3 (mg/L)NH3 (mg/L)Klorida (mg/L)T-P (mg/l)Fenol (μg/L)Minyak & LemakMBAS (detergen)Fecal Coli (jml/10
Hulu Sungai MarosTitik Hulu 2103 6,9 2,4 38,2 0,0004 0,5 0,8 1- - 250 - 3500
Tengah Sungai MarosTitik Tengah 2107 6,8 2,6 22,3 <0,08 0,50,06 1- - 250 - 5400
Hilir Sungai MarosTitik Hilir 210 6,4 1,4 24,0 0,06 <0,02 0,04 620,3- - <494> - 1200

[1]

Bulan September 2014

Nama LokasiNama Titik SamplingFecal ColiTotal ColiH2S (mg/L)Sulfat (SO4) (mg/L)Seng (Zn) (mg/L)Besi (Fe) (mg/L)Mangan (Mn) (mg/L)Cadmium (Cd)Tembaga (Cu) (mg/l)
Hulu Sungai MarosTitik Hulu 23500 3500 - 1,0 - - - - -
Tengah Sungai MarosTitik Tengah 25400 5400 - 1,7 - - - - -
Hilir Sungai MarosTitik Hilir 21200 92 - 135,5 - - - - -

[1]

Keterangan :
( - ) Tidak Dilakukan Pengukuran Untuk Parameter Tersebut
Titik Hulu : Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros
Titik Tengah : Desa Lekopancing, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros
Titik Hilir : Desa Bonto Tallasa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros

Galeri foto

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Dr. Maming, M.Si.Buku Data Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2014 Diarsipkan 2021-01-16 di Wayback Machine. Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Provinsi Sulawesi Selatan, 2015. Hlm. 24, 46, 47
  2. 1 2 3 4 5 "Laporan Akhir Studi Rencana Pengembangan Jaringan Jalan Arteri Di Pulau Sulawesi dan Studi Kelayakan Pengembangan Jalan Arteri Prioritas Di Propinsi Sulawesi Selatan" (PDF). openjicareport.jica.go.jp. Maret 2008. hlm. 4-12. Diakses tanggal 19 Januari 2021.
  3. ↑ "Kabupaten Maros". sulselprov.go.id. Diakses tanggal 6 Januari 2021.
  4. ↑ Sungai Maros at Geonames.org (cc-by); Database dump downloaded 2021-1-6
  5. 1 2 3 4 5 6 7 Nasiah Badwi, et al.Pemetaan Tingkat Rawan Bencana Banjir Di Daerah Aliran Sungai Maros. Universitas Negeri Makassar, 2020. Hlm. 309–322
  6. ↑ Bakrie, Moehammad (9 Juli 2018). "Buaya Bermunculan di Sungai Maros, Warga Ketakutan". detikcom. Diakses tanggal 6 Januari 2021.
  7. 1 2 Muhammad Nur, et al.IKTIOFAUNA DI DAERAH ALIRAN SUNGAI MAROS PROVINSI SULAWESI SELATAN. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, 2019. Hlm. 44
  8. 1 2 Laporan Akhir (Ringkasan) Studi Rencana Pengembangan Jaringan Jalan Arteri Di Pulau Sulawesi dan Studi Kelayakan Pengembangan Jalan Arteri Prioritas Di Propinsi Sulawesi Selatan. Maret 2008. Hlm. 35

4°59′57″S 119°29′11″E / 4.9993°S 119.4865°E / -4.9993; 119.4865

Politik & Pemerintahan
Eksekutif
Legislatif
Yudikatif
Pemilu
Kota
Lambang Kabupaten Maros
Sejarah
Pra-kemerdekaan
Pasca kemerdekaan
Lokasi Terkenal dan Wisata
Wisata Sejarah dan Religi
Wisata Kota
Pantai dan Laut
Gua dan Gunung
Air Terjun dan Permandian
Agrowisata
Hutan, Taman Nasional, dan Taman Bumi
Cagar Alam
Transportasi
Darat
Sungai
Laut
Udara
Seni & Budaya
Bahasa dan Kesusastraan
Drama dan Tarian
Upacara Adat
Cerita Rakyat
Lainnya
Festival Maros & Event Maros
Kuliner
Makanan
Minuman
Jajanan
Olahraga
Bencana
Bencana Alam
Bencana non-alam
Tokoh
Fauna & Flora Endemik
Fauna Endemik
Flora Endemik
Suku
Suku Asli
Suku Pendatang
Keamanan, Ketertiban & Pertahanan
Organisasi
Organisasi Pemerintah Daerah
Organisasi Non Pemerintah Daerah
Lainnya
Fasilitas Umum
Samudra
Laut
Selat
Teluk
Laguna
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan