Sabtu, 24 Oktober 2026
07:06 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Naluri maut

Bagikan:

Dalam teori psikoanalitik Freudian klasik, naluri maut (bahasa Jerman:Todestrieb) adalah naluri terhadap kematian dan penghancuran diri. Naluri tersebut pertama kali dicetuskan oleh Sabina Spielrein dalam Makalah "Destruction as the Cause of Coming Into Being"[1][2] (Die Destruktion als Ursache des Werdens)[3] pada 1912, yang kemudian dikutip oleh Sigmund Freud pada 1920 dalam Beyond the Pleasure Principle.

Referensi

  1. ↑ Spielrein, Sabina (April 1994). "Destruction as the Cause of Coming Into Being". Journal of Analytical Psychology. 39 (2): 155–186. doi:10.1111/j.1465-5922.1994.00155.x.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Free pdf of the full essay Diarsipkan 2016-03-06 di Wayback Machine by the Arizona Psychoanalytic Society.
  2. ↑ Spielrein, Sabina (1995). "Destruction as Cause of Becoming". Psychoanalysis and Contemporary Thought. 18: 85–118.
  3. ↑ Spielrein, Sabina (1912). "Die Destruktion als Ursache des Werdens". Jahrbuch für Psychoanalytische und Psychopathologische Forschungen (dalam bahasa Jerman). IV: 465–503.

Bacaan tambahan

  • Otto Fenichel, "A Critique of the Death Instinct" (1935), in Collected Papers, 1st Series (1953), 363-72.
  • K. R. Eissler, "Death Drive, Ambivalence, and Narcissism", The Psychoanalytic Study of the Child, XXVI (1971), 25-78.
  • Rob Weatherill, The death drive: new life for a dead subject? (1999).

Pranala luar

Dalam kedokteran
Kematian sel
Daftar
Mortalitas
Setelah kematian
Tubuh
Tahapan
Pengawetan
Pembuangan mayat
Aspek lain
Paranormal
Hukum
Bidang
Lainnya
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan