Rabu, 30 September 2026
20:38 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh
Kariolisis

Kariolisis

Bagikan:
250px-MI_with_contraction_bands_very_high_mag.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gambar sel jantung yang mengalami piknosis dan kariolisis, dilihat di bawah mikroskop 400x

Kariolisis adalah proses larutnya kromatin di dalam inti sel yang terjadi secara alami atau dikarenakan adanya kerusakan pada jaringan tubuh.[1] Ciri-ciri dari terjadinya kariolisis adalah inti sel akan menjadi sangat pucat dan tidak berbentuk.[2][3]

Etimologi

Istilah kariolisis berasal dari bahasa Yunani karyo yang memiliki arti ‘inti’ dan lýsis yang memiliki arti ‘melepaskan’ atau ‘merusak’.[4]

Proses

Proses kerusakan sel diawali dengan kerusakan pada organ-organ sel dan penggumpalan kromatin.[2] Dalam kasus kerusakan sel yang lebih akut, mula-mula inti sel mengalami kondensasi atau pengentalan (piknosis).[2] Setelah piknosis, kariolisis akan terjadi dan diikuti dengan pecahnya inti sel (karioreksis).[2]

Kariolisis terjadi saat terdapat kerusakan pada jaringan tubuh atau sel itu sendiri karena luka yang cukup parah.[1] Para penderita kifosis, yaitu kelainan pada tulang belakang, umumnya memiliki jumlah sel dengan kariolisis yang sangat tinggi.[5] Selain itu, adanya racun di dalam darah juga dapat meningkatkan jumlah sel yang mengalami kariolisis.[3]

Kariolisis menyebabkan inti sel menjadi sangat pucat dan kehilangan bentuk aslinya.[2][3]

Referensi

  1. 1 2 "Karyolysis". Meriam Webster. Diakses tanggal 2014-06-01.
  2. 1 2 3 4 5 Zachary, James F.; McGavin, M. Donald . 2012 . Pathologic Basis of Veterinary Disease, Fifth Edition . Missouri: Elsevier, Inc.
  3. 1 2 3 Cowell, Rick L.; Tyler, Ronald D. . 2002 . Diagnostic Cytology and Hematology of the Horse . Missouri: Mosby, Inc.
  4. ↑ "karyolysis". Dictionary.com. Diakses tanggal 2014-06-03.
  5. ↑ Dangerfield, Peter H. . 2008 . Research into Spinal Deformities 6 . Liverpool: IOS Press . ISBN 978-1-58603-888-5
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan