Minggu, 27 September 2026
09:56 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Piknosis

Piknosis

250px-MI_with_contraction_bands_very_high_mag.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gambar sel jantung yang mengalami piknosis dan kariolisis, dilihat di bawah mikroskop 400x

Piknosis adalah proses kerusakan pada inti sel yang ditandai dengan larutnya kromosom dan proses kondensasi pada inti sel.[1][2] Jika inti sel telah mengalami piknosis, maka inti sel akan menjadi padat atau kental dan ukurannya mengalami penyusutan.[2][3][4]

Etimologi

Istilah piknosis berasal dari bahasa Yunani pyknotikos yang memiliki arti ‘melakukan kondensasi’.[5]

Proses

Setiap sel di dalam tubuh pasti akan mengalami kerusakan seiring dengan pertambahan usia.[4] Proses kerusakan sel diawali dengan kerusakan pada organ-organ sel dan penggumpalan kromatin.[3] Dalam kasus kerusakan sel yang lebih akut, mula-mula inti sel mengalami piknosis.[3] Setelah piknosis, kromatin di dalam inti sel akan larut (kariolisis) yang diikuti dengan pecahnya inti sel (karioreksis).[3]

Selain terjadi secara alami, kerusakan sel juga dapat disebabkan oleh bakteri di dalam tubuh.[4] Keberadaan bakteri di dalam tubuh akan menyebabkan sel yang terinfeksi mengalami segmentasi yang berlebihan dan juga piknosis.[4] Sel yang telah rusak dan bakteri yang ada kemudian akan dimakan oleh makrofag.[4]

Referensi

  1. ↑ "Pyknosis". Meriam Webster. Diakses tanggal 2014-06-04.
  2. 1 2 2013 . Mosby’s Medical Dictionary, 9th Edition . Missouri: Elsevier, Inc. . ISBN 978-0-323-08541-0
  3. 1 2 3 4 Zachary, James F.; McGavin, M. Donald . 2012 . Pathologic Basis of Veterinary Disease, Fifth Edition . Missouri: Elsevier, Inc.
  4. 1 2 3 4 5 Cowell, Rick L.; Tyler, Ronald D. . 2002 . Diagnostic Cytology and Hematology of the Horse . Missouri: Mosby, Inc.
  5. ↑ "Pyknosis". Memidex. Diakses tanggal 2014-06-05.[pranala nonaktif permanen]
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan