Jumat, 23 Oktober 2026
15:45 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Pemakaman langit

Pemakaman langit

Bagikan:
250px-Skyburial.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mayat yang sedang disayat-sayat untuk persiapan upacara pemakaman langit
250px-Vulture_-_Sky_burial.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mayat yang dimangsa burung pemakan bangkai
250px-Sky_burial_site%2C_Yerpa_Valley.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Puncak gunung tempat pemakaman langit berlangsung

Pemakaman langit adalah tradisi adat pemakaman di Tibet.[1] Prosesi ini diawali dengan mendoakan mayat kemudian membawa mayat ke puncak gunung tempat di mana banyak burung pemakan bangkai berada.[2] Di puncak gunung, mayat ditelungkupkan, kemudian disayat-sayat agar mengundang burung pemakan bangkai datang.[2] Burung-burung tersebut akan memakan seluruh bagian tubuh mayat.[2] Kadang-kadang bagian tulang juga ditumbuk halus dan dijadikan makanan bagi burung yang lebih kecil, seperti gagak.[2] Bagian tengkorak kepala terkadang dibawa pulang untuk dijadikan cangkir minuman.[2]

Kondisi geografis di Tibet yang berbukit dan berbatu membuat sulitnya mencari lahan kuburan atau kayu bakar untuk kremasi.[1] Oleh karena itu, cara pemakaman langit dianggap lebih praktis dibandingkan dengan dikubur ataupun dikremasi.[1] Puncak gunung tempat berlangsungnya prosesi ini dipercaya merupakan jalan masuk menuju nirwana.[1]

Mayoritas penduduk Tibet merupakan pemeluk agama Buddha di mana dalam agama tersebut dipercaya adanya reinkarnasi.[1] Oleh karena itu, jasad yang telah meninggal tidak ada artinya lagi dan pada akhirnya akan kembali ke alam, baik melalui burung pemakan bangkai atau diuraikan di tanah.[2] Dengan demikian, metode ini dipercaya akan mempermudah arwah orang yang meninggal untuk sampai ke nirwana, karena telah memberikan kemurahan hati bagi burung pemakan bangkai.[1]

Lihat juga

  1. adat pembiaran mayat.

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 (Inggris) Martin DP. 1996. On the Cultural Ecology of Sky Burial on the Himalayan Plateau. East and West 46 (3-4): 353–370.
  2. 1 2 3 4 5 6 (Inggris) Joyce KA, Williamson JB. 2003. Body recycling. Dalam Bryant CD. Handbook of Death & Dying. Thousand Oaks: Sage. ISBN 0-7619-2514-7.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan