Selasa, 22 September 2026
02:13 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Karōshi

Karōshi

250px-Nomorekaroshi-shimbashiprotest-june-13-2018.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah aksi protes yang bertuliskan "No More Karoshi" di Tokyo pada tahun 2018.

Karōshi (過労死), dapat diterjemahkan menjadi "kematian terlalu banyak bekerja", merupakan peristiwa kematian yang disebabkan jam kerja yang berlebih.[1] Fenomena ini terjadi di negara Jepang; serta (sampai batas tertentu) di negara-negara Asia lainnya, terutama Tiongkok, Korea Selatan, dan India. Pola kerja yang tiada henti membuat para pekerja stres dan mengakibatkan penyakit jantung dan stroke. Tetsunojo Uehata, seorang ahli medis Jepang mengartikan Karōshi sebagai kondisi seseorang yang menjalani pola kerja yang secara psikologis tidak sehat dan mengganggu pola hidup.[butuh rujukan]

Sejarah

Karōshi pertama kali muncul pada tahun 1969, yakni seorang pria berusia 29 tahun yang bekerja di Departemen Surat kabar terbesar di Jepang mendadak meninggal terserang stroke.[2] The Workers Compensation Bureau of Japan’s Ministry of Labor menganggap kematian pria tersebut akibat kerja yang berlebih.[3] Pada bulan Juli 2013, Karōshi kembali merenggut nyawa. Miwa Sado, seorang jurnalis politik NHK Jepang ditemukan meninggal di apartemen nya. Miwa diketahui bekerja selama 159 jam sebulan dan hanya mendapatkan libur selama dua hari.[4]

Pada tahun 2015, Departemen Kesehatan, Perburuhan, dan Kesejahteraan Jepang mengungkapkan jumlah kematian yang diakibatkan Karoshi di Jepang mencapai 1456 kasus dalam kurun 1 tahun.[5] Hasil investigasi Pemerintah Jepang pada tahun 2016 menyatakan jika 12 persen staf di Perusahaan Jepang bekerja lebih dari 100 jam selama sebulan.

Kebijakan

Untuk mengatasi fenomena Karōshi yang semakin meningkat, Pemerintah Jepang meluncurkan sebuah kampanye "Jumat Premium" yang berisi agar para karyawan pulang lebih awal setiap Jumat terakhir di tiap bulannya[6][7] dan membatasi jam lembur, yakni maksimal 30 jam dalam satu bulan.[5]

Referensi

  1. "Case Study: Karoshi: Death from overwork". International Labour Organization (dalam bahasa Inggris). 2013-04-23. Diakses tanggal 2025-07-30.
  2. Pfeffer, Jeffrey (2018). "5". Dying for a Paycheck: How Modern Management Harms Employee Health and Company Performance--And What We Can Do about It (Edisi 1st ed). Erscheinungsort nicht ermittelbar: HarperCollins Publishers. hlm. 63. ISBN 978-0-06-280092-3.{{cite book}}: |edition= memiliki teks tambahanPemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. "Di Jepang Banyak Pekerja Meninggal Akibat Kerja Berlebih". National Geographic Indonesia. 2013-12-17. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-04-29. Diakses tanggal 2018-04-29.
  4. Ferida, Khairisa. Yulianingsih, Tanti; Ferida, Khairisa; Suro, Ezri Tri (ed.). "Karoshi, Fenomena Mengerikan yang Menghantui Karyawan di Jepang". Liputan6.com. Diakses tanggal 2018-04-29.
  5. 1 2 Muliana, Vina A. Wahyuni, Nurseffi Dwi (ed.). "6 Fakta Fenomena Karoshi di Jepang, Kerja Tanpa Cuti Sampai Mati". Liputan6.com. Diakses tanggal 2018-04-29.
  6. Lane, Edwin (2017-06-03). "Cerita kaum muda Jepang yang bekerja keras sampai tewas". BBC News Indonesia (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2018-04-29.
  7. Araki, Shunichi; Iwasaki, Kenji (2005). "Death Due to Overwork (Karoshi): Causation, health service, and life expectancy of Japanese males" (PDF). Japan Medical Association Journal. hlm. 92–98. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 13 Januari 2016. Diakses tanggal 2025-07-30.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan