Jumat, 23 Oktober 2026
21:27 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Konservatisme bangsa

Bagikan:
Bagian dari seri
Konservatisme
120px-Blue_flag_waving.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tokoh

Konservatisme bangsa adalah varian ideologi dari konservatisme yang sering dijumpai di Eropa dan Asia, menggabungkan unsur-unsur nasionalisme dengan nilai-nilai tradisional.[1]

Ideologi ini memiliki karakteristik seperti konservatisme tradisional dan konservatisme sosial di mana ketiga variasi ideologi ini memiliki fokus terhadap pelestarian dan tradisi. Ketika konservatisme bangsa memiliki tujuan untuk melestarikan budaya bangsa, konservatisme tradisional lebih menekankan institusi leluhur. Selain itu, konservatisme sosial menekankan patriarki dan membatasi perilaku moral tertentu untuk melestarikan status tradisional seseorang dalam bermasyarakat.[2][3][4] Partai konservatif bangsa sering kali berakar pada lingkungan pedesaan atau tradisionalis. bertolak belakang dengan basis dukungan partai konservatisme liberal yang berakar di perkotaan.[5] Di Eropa, sebagian partai konservatif bangsa menganut Eroskeptisisme.[1]

Referensi

  1. 1 2 Wolfram Nordsieck. "Parties and Elections in Europe". Parties-and-elections.eu. Diakses tanggal 9 Mei 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ ANDREW., HEYWOOD (2018). ESSENTIALS OF POLITICAL IDEAS : for a level. [S.l.]: PALGRAVE. ISBN 978-1137611673. OCLC 1005867754.
  3. ↑ Berkowitz, Peter, ed. (2004). Varieties of conservatism in America. Stanford, Calif.: Hoover Institution Press. ISBN 0817945725. OCLC 839305105.
  4. ↑ Dahms, Harry F., ed. (7 November 2014). Mediations of social life in the 21st century. Bingle, UK. ISBN 9781784412227. OCLC 896728569.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Vít Hloušek; Lubomír Kopecek (2010). Origin, Ideology and Transformation of Political Parties: East-Central and Western Europe Compared. Routledge. hlm. 178. ISBN 978-1-317-08503-4.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan