Sabtu, 26 September 2026
22:26 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Bahasa Jepang

Bahasa Jepang

bahasa yang dituturkan di Asia Timur

Bahasa Jepang
日(に)本(ほん)語(ご)
Nihon-go
120px-Nihongo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nihon-go dalam Kanji secara vertikal
Pengucapan/nihoNɡo/: [ɲihoŋɡo]
Dituturkan diJepang dan Palau. Masyarakat perantau menuturkan di Amerika Serikat (Hawaii), Brasil, Taiwan, dan lain-lain
EtnisBangsa Jepang (Yamato)
Penutur
128 juta jiwa[1] (2020)
Perincian data penutur

Jumlah penutur beserta (jika ada) metode pengambilan, jenis, tanggal, dan tempat.

Tampilkan klasifikasi manual
Tampilkan klasifikasi otomatis
Bentuk awal
Sistem aksara Jepang (Kanji dan Kana)
Bahasa Isyarat Jepang
Status resmi
Bahasa resmi di
Diakui sebagai
bahasa minoritas di
Diatur olehNINJAL
Kode bahasa
ISO 639-1ja
ISO 639-2jpn
ISO 639-3jpn
Glottolognucl1643  (tidak termasuk Hachijo, Tsugaru, dan Kagoshima)
japa1256  (Japanesic)
Linguasfer45-CAA-a
IETFja
Informasi penggunaan templat
Status pemertahanan
Terancam
CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
Aman
NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
ICHEL Red Book: Not Endangered

Bahasa Jepang diklasifikasikan sebagai bahasa aman ataupun tidak terancam (NE) pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan

10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
EGIDS SIL Ethnologue: C1 NationalBahasa Jepang dikategorikan sebagai C1 National menurut SIL Ethnologue, artinya bahasa ini menjadi bahasa nasional maupun bahasa resmi dari suatu negara
Referensi: [4][5][6]
Informasi penggunaan templat turunan
Sampel
Pranala luar berkas tidak valid? (Diskusikan) Sunting pranala berkas eksternal ini
Logo YouTube
Video sampel dari media eksternal untuk bahasa Jepang "WIKITONGUES: Sho speaking Japanese" di YouTube(Video lainnya)
Sampel teks
Pasal 1 Pernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia dalam bahasa Jepang. (Teks)
すべての人間(にんげん)は、生(う)まれながらにして自由(じゆう)であり、かつ、尊厳(そんげん)と権利(けんり)とについて平等(びょうどう)である。人間(にんげん)は、理性(りせい)と良心(りょうしん)とを授(さず)けられており、互(たが)いに同胞(どうほう)の精神(せいしん)をもって行動(こうどう)しなければならない。
Teks tidak ditampilkan dengan benar?
Terjemahan: ⓘ
Semua orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak-hak yang sama. Mereka dikaruniai akal dan hati nurani dan hendaknya bergaul satu sama lain dalam semangat persaudaraan.
Alih aksara: 
Subete no ningen wa, umarenagara ni shite jiyū de ari, katsu, songen to kenri to ni tsuite byōdō de aru. ningen wa, risei to ryōshin to o sazukerarete ori, tagai ni dōhō no seishin o motte kōdō shinakereba naranai.
Alih aksara per kata
Infomasi penggunaan templat

すべて

Subete

の

no

人間

ningen

は、

wa,

生まれながら

umarenagara

に

ni

して

shite

自由

jiyū

で

de

あり、

ari,

かつ、

katsu,

尊厳

songen

と

to

権利

kenri

と

to

に

ni

ついて

tsuite

平等

byōdō

で

de

ある。

aru.

人間

Ningen

は、

wa,

理性

risei

と

to

良心

ryōshin

と

to

を

o

授けられて

sazukerarete

おり、

ori,

互い

tagai

に

ni

同胞

dōhō

の

no

精神

seishin

を

o

もって

motte

行動

kōdō

しなければ

shinakereba

ならない。

naranai.

すべて の 人間 は、 生まれながら に して 自由 で あり、 かつ、 尊厳 と 権利 と に ついて 平等 で ある。 人間 は、 理性 と 良心 と を 授けられて おり、 互い に 同胞 の 精神 を もって 行動 しなければ ならない。

Subete no ningen wa, umarenagara ni shite jiyū de ari, katsu, songen to kenri to ni tsuite byōdō de aru. Ningen wa, risei to ryōshin to o sazukerarete ori, tagai ni dōhō no seishin o motte kōdō shinakereba naranai.

Sampel teks lainnya
Sampel suara
noicon

Sampel suara bahasa ini, diambil dari Wikidata
noicon
Lokasi penuturan
500px-Japanese_language_extension.PNG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penyebaran bahasa Jepang di seluruh dunia: warna biru tua sebagai bahasa resmi, dan biru muda terdapat masyarakat minoritas berbahasa Jepang
osm-intl,7,a,a,323x250.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Bahasa_Jepang&revid=29903860&groups=_8ee5bc23b0630651368d1e3ca2acc0399ce50205&parser=parsoidTampilkan peta yang diperbesar
osm-intl,3,a,a,323x250.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Bahasa_Jepang&revid=29903860&groups=_8ee5bc23b0630651368d1e3ca2acc0399ce50205&parser=parsoidTampilkan peta yang diperkecil
Perkiraan persebaran penuturan bahasa ini.
Koordinat: 36°N 138°E / 36°N 138°E / 36; 138 Sunting di Wikidata
Artikel ini mengandung simbol fonetik IPA. Tanpa bantuan render yang baik, Anda akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan karakter Unicode. Untuk pengenalan mengenai simbol IPA, lihat Bantuan:IPA.
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Bahasa Jepang (日本語 (Nihon-go)) adalah bahasa resmi di Jepang dengan jumlah penutur 128 juta jiwa di seluruh dunia.

Bahasa Jepang juga dipertuturkan di sejumlah negara yang pernah menjadi jajahannya, seperti Korea Selatan dan Tiongkok. Bahasa ini juga dituturkan di Amerika Serikat (di California dan Hawaii) dan Brasil akibat imigrasi orang Jepang ke sana. Namun, keturunan mereka yang disebut nisei (二世), tidak lagi fasih dalam bahasa tersebut.

Bahasa Jepang terbagi menjadi dua bentuk yaitu Hyoujungo (標準語), "pelafalan standar", dan Kyoutsugo (共通語), "pelafalan umum". Hyoujungo adalah bentuk kata/pelafalan yang diajarkan di sekolah dan digunakan di televisi dan tempat formal lainnya.

Sejarah

Prasejarah

Artikel utama: Bahasa Proto-Japonik

Proto-Japonik, leluhur dari bahasa Jepang dan Ryukyu diperkirakan telah dibawa ke Kepulauan Jepang dan Ryukyu oleh para pendatang dari Semenanjung Korea sekitar awal hingga pertengahan abad ke-4 SM (Zaman Yayoi), menggantika bahasa-bahasa orang Jōmon (termasuk kerabat dan leluhur dari Ainu).[7] Karena tulisan belum diperkenalkan dari Tiongkok, tidak ada bukti langsung, dan segala sesuatu yang dapat diketahui tentang zaman tersebut harus didasarkan pada rekonstruksi internal dari bahasa Jepang Kuno, atau rekonstruksi perbandingan dengan bahasa Ryukyu dan dialek Jepang.[8]

Jepang Kuno

Artikel utama: Bahasa Jepang Kuno
Sebuah halaman dari Man'yōshū
Sebuah halaman dari Man'yōshū, antologi puisi klasik puisi Jepang klasik tertua yang diketahui.

Aksara Tionghoa dibawa ke Jepang dari Baekje sekitar awal abad kelima, bersamaan dengan penyebaran Buddhisme.[9] Naskah paling awal ditulis dengan kaidah Tionghoa Klasik, meskipun beberapa di antaranya kemungkinan dimaksudkan untuk dibaca sebagai bahasa Jepang menggunakan metode kanbun, dan menunjukkan pengaruh tata bahasa Jepang seperti urutan kata bahasa Jepang.[10] Naskah terawal yang diketahui, Kojiki, berasal dari awal abad kedelapan Masehi, dan seluruhnya ditulis dalam aksara Tionghoa, yang digunakan untuk mewakili Tionghoa, kanbun, dan Jepang Kuno.[11] Seperti naskah lain dari periode tersebut, bagian bahasa Jepang Kuno ditulis dalam Man'yōgana, yang menggunakan Kanji dalam hal fonetik dan semantiknya.

Berdasarkan sistem Man'yōgana, bahasa Jepang Kuno dapat direkonstruksi menjadi 88 suku kata yang berbeda. Naskah yang ditulis dengan Man'yōgana menggunakan dua kaidah kanji yang berbeda untuk setiap suku kata yang kini dilafalkan き (ki), ひ (hi), み (mi), け (ke), へ (he), め (me), こ (ko), そ (so), と (to), の (no), も (mo), よ (yo), dan ろ (ro).[12] (The Kojiki memiliki 88, tetapi semua naskah setelahnya memiliki 87. Pembeda antara mo1 dan mo2 diduga tidak digunakan lagi segera setelah perpaduannya). Kumpulan penggunaan kana suku kata ini menyusut menjadi 67 dalam bahasa Jepang Pertengahan Awal, meskipun beberapa ditambahkan melalui pengaruh Tionghoa. Man'yōgana juga memiliki simbol untuk /je/, yang menyatu dengan /e/ sebelum akhir periode ini.

Beberapa fosilisasi dasar tata bahasa Jepang Kuno yang masih dipertahankan dalam bahasa Jepang Modern yaitu partikel genitivus tsu (digantikan oleh no modern) diawetkan dalam kata-kata seperti matsuge (har. 'alis mata'); modern mieru ("untuk dilihat"), dan kikoeru ("untuk didengar") mempertahankan akhiran diatesis mediopasif -yu(ru) (kikoyu → kikoyuru (bentuk kata sifat atributif, yang perlahan-lahan menggantikan bentuk polos mulai akhir Zaman Heian) → kikoeru (semua kata kerja dengan pola konjugasi shimo-nidan mengalami pergeseran yang sama dalam bahasa Jepang Modern Awal)); dan partikel genitivus ga tetap dalam ucapan arkais yang disengaja.

Jepang Pertengahan Awal

Genji Monogatari emaki scroll
Gulungan emaki berjudul Hikayat Genji pada abad ke-11.

Bahasa Jepang Pertengahan Awal adalah bahasa Jepang pada Zaman Heian (tahun 794 hingga 1185). Bahasa ini membentuk kaidah baku tertulis Jepang Klasik, yang tetap umum digunakan hingga awal abad ke-20.

Selama masa tersebut, bahasa Jepang mengalami banyak perkembangan fonologis, dalam banyak kasus dipicu oleh masuknya kata-kata serapan dari Tionghoa. Fitur tersebut termasuk perbedaan panjang fonemik untuk pemanjangan konsonan dan vokal, konsonan palatal (contohnya kya) dan gugusan konsonan bibir (contoh: kwa).[13][14] Hal ini menyebabkan perubahan bahasa Jepang menjadi bahasa yang diatur moranya.[13]

Jepang Pertengahan Akhir

Masa Jepang Pertengahan Akhir mencakup tahun-tahun dari 1185 hingga 1600, dan biasanya dibagi menjadi dua bagian, kira-kira sama dengan Zaman Kamakura dam Zaman Muromachi. Bentuk-bentuk selanjutnya dari bahasa Jepang Pertengahan Akhir adalah yang pertama dijelaskan oleh sumber-sumber non-Jepang, dalam hal ini para misionaris Yesuit dan Fransiskana; dan dengan demikian ada catatan fonologi Jepang Pertengahan Akhir yang lebih baik daripada bentuk-bentuk sebelumnya (contoh: Arte da Lingoa de Iapam). Di antara perubahan bunyi lainnya, urutan /au/ bergabung menjadi /ɔː/, berlawanan dengan /oː/; /p/ diperkenalkan kembali melalui kata serapan dari bahasa Tionghoa; dan /we/ bergabung dengan /je/. Beberapa bentuk yang agak lebih akrab bagi penutur bahasa Jepang Modern mulai muncul – akhiran kesinambungan -te mulai berkurang menjadi kata kerja (contoh: yonde yang diturunkan dari yomite), sisipan -k- pada suku akhir kata sifat menghilang (contoh: shiroi yang diturunkan dari shiroki); dan beberapa bentuk ada di mana bahasa Jepang baku modern mempertahankan bentuk sebelumnya (contoh: hayaku > hayau > hayɔɔ, di mana bahasa Jepang baku modern hanya memiliki hayaku, meskipun bentuk alternatif dipertahankan dalam sapaan umum o-hayō gozaimasu berarti "selamat pagi"; akhiran ini adalah juga terlihat pada o-medetō berarti "selamat", diturunkan dari medetaku).

Bahasa Jepang Pertengahan Akhir memiliki kata serapan awal dari bahasa-bahasa Eropa – kata-kata umum yang sekarang dipinjam ke dalam bahasa Jepang pada periode ini termasuk pan ("roti") dan tabako ("tembakau", kini "rokok"), semuanya dari bahasa Portugis.

Jepang Modern

"Bahasa Jepang Baku" beralih ke halaman ini. Untuk dialek lainnya, lihat dialek bahasa Jepang.

Bahasa Jepang Modern dianggap dimulai dengan Zaman Edo (yang berlangsung dari tahun 1603 hingga 1867). Sejak bahasa Jepang Kuno, bentuk baku de facto bahasa Jepang berdasarkan dialek Kansai, terutama Kyoto. Namun, selama Zaman Edo, Edo (kini Tokyo) berkembang menjadi kota terbesar di Jepang, dan dialek daerah Edo menjadi bahasa Jepang baku. Sejak berakhirnya kebijakan "pembatasan" paksa oleh Jepang pada tahun 1853, aliran kata serapan dari bahasa-bahasa Eropa telah meningkat secara besar-besaran. Masa sejak 1945 telah melihat banyak kata yang dipinjam dari bahasa lain seperti Jerman, Prancis, dan Inggris.[15] Banyak kata serapan bahasa Inggris khususnya terkait dengan teknologi, contohnya pasokon (singkatan dari personal computer), intānetto ("internet"), dan ]]kamera]]. Karena banyaknya kata pinjaman bahasa Inggris, bahasa Jepang modern dapat membedakan bunyi [tɕi] dan [ti], serta [dʑi] dan [di].[16]

Lafal vokal

Japanese_%28standard%29_vowels.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled

Bahasa Jepang baku mempunyai 5 huruf vokal yaitu /a/, /i/, /ɯ/, /e/, dan /o/.

Lafal vokal bahasa Jepang baku mirip seperti bahasa Indonesia. Contohnya:

  • /a/ seperti "bapak"
  • /i/ seperti "ibu"
  • /ɯ/ seperti "peuyeum" dalam bahasa Sunda
  • /e/ seperti "besok"
  • /o/ seperti "obor"

Penulisan bahasa Jepang

Sistem penulisan bahasa Jepang berasal dari aksara Tionghoa (漢字/kanji) yang diperkenalkan pada abad ke-4 Masehi. Sebelumnya, orang Jepang tidak mempunyai sistem penulisan sendiri.

Sistem penulisan bahasa Jepang terbagi menjadi tiga:

  • Kanji (かんじ / 漢字) yang berasal dari Tiongkok
  • Hiragana (ひらがな / 平仮名) dan
  • Katakana (カタカナ / 片仮名); keduanya berunsur dari aksara kanji dan dikembangkan pada abad ke-8 Masehi oleh rohaniawan Buddha untuk membantu melafalkan aksara-aksara Tionghoa.

Kedua aksara terakhir ini biasa disebut kana dan keduanya terpengaruh fonetik Bahasa Sanskerta. Hal ini bisa dilihat dari urutan aksara Kana. Selain itu, ada juga sistem alih aksara yang disebut romaji.

Bahasa Jepang yang kita kenal sekarang ini, ditulis dengan menggunakan kombinasi aksara Kanji, Hiragana, dan Katakana. Kanji dipakai untuk menyatakan arti dasar dari kata (baik berupa kata benda, kata kerja, maupun kata sifat). Hiragana ditulis sesudah kanji untuk mengubah arti dasar dari kata tersebut, dan menyesuaikan dengan peraturan tata bahasa Jepang.

Kana

Artikel utama: Hiragana dan Katakana

Aksara Hiragana dan Katakana (kana) memiliki urutan seperti dibawah ini, memiliki 46 set huruf masing-masing. Keduanya (Hiragana dan Katakana) tidak memiliki arti apapun, seperti abjad dalam Bahasa Indonesia, hanya melambangkan suatu bunyi tertentu, meskipun ada juga kata-kata dalam bahasa Jepang yang terdiri dari satu 'suku kata', seperti me (mata), ki (pohon), ni (dua), dsb. Abjad ini diajarkan pada tingkat pra-sekolah (TK) di Jepang.

Kanji

Artikel utama: Kanji

Banyak sekali kanji yang diadaptasi dari Tiongkok, sehingga menimbulkan banyak kesulitan dalam membacanya. Dai Kanji Jiten adalah kamus kanji terbesar yang pernah dibuat, dan berisi 30.000 kanji. Kebanyakan kanji sudah punah, hanya terdapat pada kamus, dan sangat terbatas pemakaiannya, seperti pada penulisan suatu nama orang.

Oleh karena itu, Pemerintah Jepang membuat suatu peraturan baru mengenai jumlah aksara kanji dalam JoyōKanji atau kanji sehari-hari yang dibatasi penggunaannya sampai 1945 huruf saja. Aksara kanji melambangkan suatu arti tertentu. Suatu Kanji dapat dibaca secara dua bacaan, yaitu Onyōmi (adaptasi dari cara baca China) dan Kunyōmi (cara baca asli Jepang). Satu kanji bisa memiliki beberapa bacaan Onyomi dan Kunyomi.[17]

Tanda baca

Dalam kalimat bahasa Jepang tidak ada spasi yang memisahkan antara kata dan tidak ada spasi yang memisahkan antara kalimat. Walaupun bukan merupakan tanda baca yang baku, kadang-kadang juga dijumpai penggunaan tanda tanya dan tanda seru di akhir kalimat.

Tanda baca yang dikenal dalam bahasa Jepang:

  • 。(句点/kuten) Fungsinya serupa dengan tanda baca titik yakni untuk mengakhiri kalimat.
  • 、(読点/toten) Fungsinya hampir serupa dengan tanda baca koma yakni untuk memisahkan bagian-bagian yang penting dalam kalimat agar lebih mudah dibaca

Angka dan Sistem Penghitungan

Bangsa Jepang pada zaman dahulu (dan dalam jumlah yang cukup terbatas pada zaman sekarang) menggunakan angka-angka Tionghoa, yang lalu dibawa ke Korea dan sampai ke Jepang. Berikut ini adalah daftar angka-angka Jepang.

一
Ichi
1
二
Ni
2
三
San
3
四
Yon
4
五
Go
5
六
Roku
6
七
Nana
7
八
Hachi
8
九
Kyū
9
十
Jū
10

Setelah Kekaisaran Jepang mulai dipengaruhi oleh Eropa, angka-angka Arab mulai digunakan secara besar-besaran, dan hampir mengganti sepenuhnya kegunaan angka Tionghoa ini.

Dalam penggunaannya di Bahasa Jepang, angka-angka ini tidak bisa digunakan sendiri untuk menyatakan sebuah jumlah dari suatu barang, waktu dan sebagainya. Pertama-tama, jenis barangnya harus dipertimbangkan, lalu ukurannya, dan akhirnya jumlahnya. Cara berhitung untuk waktu dan tanggal pun berbeda-beda, maka satu hal yang harus dilakukan adalah menghafalkan cara angka-angka ini bergabung dengan satuannya.

Cara menghitung barang

Barang secara umum

Selain sistem angka Tionghoa, Bahasa Jepang juga memiliki sistem satuan sendiri untuk menghitung apapun, kecuali untuk orang dan makhluk hidup lainnya. Satuan ini hanya berlaku untuk 1 sampai 10 kemudian digunakan lagi angka biasanya. Berikut ini adalah satuannya.

Satu Dua Tiga Empat Lima Enam Tujuh Delapan Sembilan Sepuluh
ひとつ ふたつ みっつ よっつ いつつ むっつ ななつ やっつ ここのつ とう
hitotsu futatsu mittsu yottsu itsutsu muttsu nanatsu yattsu kokonotsu tou

Barang panjang

Untuk mengucapkan barang panjang, hanya perlu angka biasa ditambahkan dengan satuan ほん (hon) sebagai akhiran, Misal: 1 batang いっぽん (ippon), 2 batang にほん (nihon), 3 batang さんぼん (sanbon), 4 batang よんほん (yonhon), 5 batang ごほん (gohon), dst. Bisa digunakan untuk menghitung jumlah pensil, pulpen, dan benda panjang lainya.

Barang tipis

Untuk menghitung barang tipis, hanya perlu angka biasa ditambahkan dengan satuan まい (mai) sebagai akhiran, Misal: 1 lembar いちまい (ichimai), 2 lembar にまい (nimai), 3 lembar さんまい (sanmai), 4 lembar よんまい (yonmai), 5 lembar ごまい (gomai), dst.. Bisa digunakan untuk menghitung jumlah kertas, baju, prangko, dan benda tipis lainnya.

Barang besar

Untuk menghitung barang besar, hanya perlu angka biasa ditambahkan dengan satuan だい (dai) sebagai akhiran, Misal: 1 buah いちだい (ichidai), 2 buah にだい (nidai), 3 buah さんだい (sandai), 4 buah よんだい (yondai), 5 buah ごだい (godai), dst.. Bisa digunakan untuk menghitung jumlah barang elektronik yang besar, atau barang besar pada umumnya, seperti televisi, kulkas, rumah, mobil dan sebagainya.

Orang

Untuk mengucapkan seorang dan seterusnya menggunakan angka biasa ditambahkan dengan satuan にん (nin), misal: 3 orang さんにん (sannin), 7 orang しちにん/ななにん (shichinin/nananin), untuk satu orang dan dua orang, terjadi pengecualian yaitu: 1 orang ひとり (hitori) dan 2 orang ふたり (futari).

Tata bahasa

Tata kalimat dalam Bahasa Jepang memakai aturan subjek-objek-verba. Subjek, objek dan relasi gramatika lainnya biasa ditandai dengan partikel, yang menyisip di kalimat dan disebut posisi akhir (postposition). Struktur dasar kalimat memakai cabang topik. Contohnya dalam kalimat 私はりんごを食べます (Watashi-wa ringo-wo tabemasu), di sini watashi bertindak sebagai topik karena diikuti oleh partikel topik wa, sedangkan kalimat ringo-wo tabemasu bertindak sebagai pelengkap/informasi tentang topik tersebut.

Infleksi dan konjugasi

Dalam bahasa Jepang, kata benda tidak memiliki bentuk numeral, jenis kelamin, atau aspek lainnya. Contohnya pada kata benda hon (本) yang mungkin berarti buku atau berarti buku-buku. Juga pada kata hito (人) yang mungkin berarti orang atau sekumpulan orang. Kata untuk menyebut orang biasanya dalam bentuk tunggal, contohnya Harada-san. Jika kata panggil jamak, biasanya ditambahkan akhiran -tachi. Misalnya tomodachi (teman) ditambahkan tachi menjadi tomodachitachi yang berarti teman-teman.

Pertanyaan mempunyai bentuk yang sama dengan kalimat afirmatif. Intonasi akan meninggi setiap akhir dari kalimat pertanyaan. Dalam situasi resmi, biasanya kalimat pertanyaan disertai partikel -ka. Contohnya, kalimat ii desu (いいです) yang berarti "Baiklah" menjadi bentuk ii desu ka (いいですか?) yang berarti "Boleh kan?". Biasanya pada situasi tidak resmi, partikel -no (の) untuk menunjukkan penekanan, contohnya pada kalimat Doshite konai-no? yang berarti "Kenapa (kamu) tidak datang?".

Kalimat negatif dibentuk dengan mengubah bentuk kata kerja. Contohnya pada kalimat Pan-(w)o tabemasu (パンを食べます) yang artinya "Saya makan roti" menjadi Pan-(w)o tabemasen (パンを食べません) yang artinya "Saya tidak makan roti".

Adjektiva

Ada tiga bentuk kata sifat dalam bahasa Jepang:

  • 形容詞 (keiyoshi) yaitu penambahan partikel -i, yang memiliki akhiran konjugasi い (i). Contohnya: 暑い日 (atsui hi) yang berarti "hari yang panas"
  • 形容動詞 (keiyodoshi) yaitu penambahan partikel -na. Contoh: 変なひと (henna hito) yang berarti "orang aneh"
  • 連体詞 (rentaishi) yaitu kata sifat sebenarnya. Contoh: あの山 (ano yama)

Partikel

Bahasa Jepang juga memiliki beberapa partikel yaitu:

Kesopanan

Biasanya untuk menghormati orang yang lebih tinggi, seperti kepada menteri atau direktur, dipakai bahasa Jepang sopan yang disebut (丁寧語) teineigo. Untuk menyebut nama menteri, diakhiri dengan partikel -sama atau -sangi. Contoh: Katsumoto-sangi (勝本ー参議). Untuk berkenalan, kita harus menggunakan bentuk bahasa sopan. Namun, kalau sudah akrab, kita boleh memakai bahasa umum.

Kosakata

Bahasa Asli Jepang yaitu berasal dari bahasa asli pemukim Jepang zaman dahulu disebut yamato kotoba (大和言葉) yang berarti kosakata Yamato. Kosakata Jepang sebagian besar berakar atau berasal dari bahasa Tionghoa disebut kango (漢語) yang masuk pada abad ke-5 lewat Semenanjung Korea. Jepang banyak mengadopsi kosakata dari bahasa Inggris, kata-kata adopsi ini umumnya ditulis menggunakan huruf katakana. Contoh: マイカー (maikaa - sama dengan pelafalan "my car") yang berarti "mobil saya"

Belajar Bahasa Jepang

Beberapa universitas internasional di dunia mengajarkan bahasa Jepang. Mulainya ketertarikan belajar bahasa Jepang sewaktu abad ke-18 Masehi, lalu melonjak ketika Jepang mulai memimpin ekonomi dunia pada tahun 1980. Bahasa Jepang semakin diminati karena mendominasi dunia kartun (anime dan manga) di seluruh penjuru dunia. Kebanyakan dari otaku (penggemar anime) bisa berbicara bahasa Jepang walaupun hanya dasarnya. Pemerintah Jepang sebagai pihak yang mengatur bahasa Jepang menyediakan tes profisiensi sejenis TOEFL yaitu JLPT (Japanese Language Proficiency Test).

Kekerabatan bahasa Jepang

Para pakar bahasa tidak mengetahui secara pasti kekerabatan bahasa Jepang dengan bahasa lain. Ada yang menghubungkannya dengan bahasa Altai, tetapi ada pula yang menghubungkannya dengan bahasa Austronesia.[18] Selain itu ada pula kemiripan secara tata bahasa dan dalam susunan kalimat serta secara fonetik dengan bahasa Korea meski secara kosakata tidaklah begitu mirip.

Bilangan dalam bahasa Jepang dengan bahasa Indonesia

BilanganAksara Sino-JepangKanjiBahasa JepangBahasa Indonesia
0零れい
ぜろ
rei
zero
nol
1一いちichisatu
2二にnidua
3三さんsantiga
4四よん
し
yon
shi
empat
5五ごgolima
6六ろくrokuenam
7七な な
しち
nana
shichi
tujuh
8八はちhachidelapan
9九きゅう
く
kyū
ku
sembilan
10十じゅうjūsepuluh
11十一じゅういちjū-ichisebelas
20二十にじゅうni-jūdua puluh
30三十さん じゅうsan-jūtiga puluh
40四十よんじゅうshi-jūempat puluh
50五十ごじゅうgo-jūlima puluh
60六十ろくじゅうroku-jūenam puluh
70七十ななじゅうnana-jūtujuh puluh
80八十はちじゅうhachi-jūdelapan puluh
90九十きゅうじゅうkyū-jūsembilan puluh
100百ひゃくhyakuseratus
1.000千せんsenseribu
10.000万まんmansepuluh ribu
100.000十万じゅうまんjū-manseratus ribu
1.000.000百万ひゃくまんhyaku-mansatu juta
10.000.000千万せんまんsen-mansepuluh juta
100.000.000億おくokuseratus juta
1.000.000.000十億じゅうおくjū-okusatu miliar
1.000.000.000.000兆ちょうchōsatu triliun

Bahasa Jepang di Komputer

Bahasa Jepang di Keyboard
Bahasa Jepang di Komputer

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ "Japanese". Languages of the World. Diakses tanggal 2008-02-29.
  2. ↑ Vovin (2017).
  3. ↑ 法制執務コラム集「法律と国語・日本語」 (dalam bahasa Jepang). Legislative Bureau of the House of Councillors. Diakses tanggal 19 Januari 2009.
  4. ↑ "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.
  6. ↑ "Bahasa Jepang". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue.
  7. ↑ Wade, Nicholas (4 Mei 2011). "Finding on Dialects Casts New Light on the Origins of the Japanese People". The New York Times. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-01-03. Diakses tanggal 7 Mei 2011.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Frellesvig & Whitman 2008, hlm. 1.
  9. ↑ Frellesvig 2010, hlm. 11.
  10. ↑ Seeley 1991, hlm. 25–31.
  11. ↑ Frellesvig 2010, hlm. 24.
  12. ↑ Shinkichi Hashimoto (February 3, 1918)「国語仮名遣研究史上の一発見―石塚龍麿の仮名遣奥山路について」『帝国文学』26–11(1949)『文字及び仮名遣の研究(橋本進吉博士著作集 第3冊)』(岩波書店)。
  13. 1 2 Frellesvig 2010, hlm. 184
  14. ↑ Labrune, Laurence (2012). The Phonology of Japanese. The Phonology of the World's Languages. Oxford University Press. hlm. 89–91. doi:10.1093/acprof:oso/9780199545834.003.0003. ISBN 978-0-19-954583-4. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-10-27. Diakses tanggal 2021-10-14.
  15. ↑ Miura, Akira, English in Japanese, Weatherhill, 1998.
  16. ↑ Hall, Kathleen Currie (2013). "Documenting phonological change: A comparison of two Japanese phonemic splits" (PDF). Dalam Luo, Shan (ed.). Proceedings of the 2013 Annual Conference of the Canadian Linguistic Association (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2019-12-12. Diakses tanggal 2019-06-01.
  17. ↑ Hary Gunarto, Building Kanji Dictionary as Basic Tool for Machine Translation in Natural Language Processing Applications, Journal of Ritsumeikan Studies in Language and Culture, April 2004, 15/ 3, 177-185
  18. ↑ Starostin et al. (2003:8–9)

Daftar pustaka

  • Starostin, Sergei A., Anna V. Dybo, and Oleg A. Mudrak. 2003. Etymological Dictionary of the Altaic Languages, 3 volumes. Leiden: Brill Academic Publishers. ISBN 90-04-13153-1.
  • Vovin, Alexander (2017), "Origins of the Japanese Language", Oxford Research Encyclopedia of Linguistics (dalam bahasa Inggris), Oxford University Press, doi:10.1093/acrefore/9780199384655.013.277.

Pranala luar

Lihat entri bahasa jepang di kamus bebas Wikikamus.
Topik Jepang 
Sejarah
Kronologi
Menurut topik
120px-Imperial_Seal_of_Japan.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Geografi
Politik
Pemerintahan
Ekonomi
Masyarakat
Kebudayaan
Bahasa
di Jepang
Rumpun
bahasa Japonik
Varietas・Dialek
Pelafalan
Tata bahasa
Isōgo
Slang
Sejarah
Klasifikasi
Pijin・Kreol
Bahasa
sekitar
Aksara
Budaya
bahasa
Terkait
penelitian
Japonik
Kepulauan
Japanesik
Ryukyu
Utara
Amami
Okinawa
Selatan
Miyako Raya
Yaeyama Raya
Japonik Jeju†
250px-Japanese_dialects-en.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Japonik
Semenanjung
†
tahap lampau
Bahasa Asia
Negara
berdaulat
Asia Tenggara
Asia Timur
Asia Selatan
Asia Tengah
Asia Barat
Lintas benua
Negara dengan
pengakuan terbatas
Dependensi dan
wilayah lain
1 Terkadang dimasukkan ke Eropa, tergantung definisi perbatasan. 2 Terkadang dimasukkan ke Oseania. 3 Negara lintas benua.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan