Selasa, 27 Oktober 2026
00:47 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Estetika Jepang

Estetika Jepang

Bagikan:
250px-Kitagawa_Utamaro_I%2C_Japanese_-_Two_Geishas_and_a_Tipsy_Client_-_Google_Art_Project.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan Jepang karya Kitagawa Utamaro I.

Kajian modern tentang estetika Jepang baru dimulai sekitar dua ratus tahun yang lalu di Barat. Estetika Jepang merupakan suatu perangkat ideal kuno yang melingkupi wabi (keindahan sementara dan gamblang), sabi (keindahan patina alami dan keindahan penuaan), dan yūgen (keanggunan dan kelembutan yang mendalam).[1] Cara pandang ideal seperti ini, dan beberapa lainnya, menopang banyak aturan budaya dan estetika Jepang tentang apa-apa saja yang dianggap bercita rasa atau indah. Dengan demikian, meskipun dipandang sebagai filsafat dalam dunia Barat, konsep estetika di Jepang dipandang sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.[2] Estetika Jepang saat ini meliputi beragam ideal; beberapa di antaranya bersifat tradisional, sementara yang lain bersifat modern dan kadang-kadang juga dipengaruhi oleh budaya lain.[1]

Catatan kaki

  1. 1 2 "Japanese Aesthetics (Stanford Encyclopedia of philosophy)". Diakses tanggal 2009-06-10.
  2. ↑ "Teaching Japanese Aesthetics". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-12-02. Diakses tanggal 2008-12-03.


Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan