Selasa, 22 September 2026
15:51 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Jeane Kirkpatrick

Jeane Kirkpatrick

Jeane Kirkpatrick
250px-Od_jeane-kirkpatrick-official-portrait_1-255x301.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Official portrait, 1981
Duta Besar Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-16
Masa jabatan
February 4, 1981 –April 1, 1985
PresidenRonald Reagan
PendahuluDonald McHenry
PenggantiVernon Walters
Informasi pribadi
LahirJeane Duane Jordan
(1926-11-19)19 November 1926
Meninggal7 Desember 2006(2006-12-07) (umur 80)
Partai politikSocialist (1945–1948)
Democratic (1948–1985)
Republican (1985–2006)
Suami/istriEvron Kirkpatrick
Anak3
PendidikanStephens College (AA)
Columbia University (BA, MA, PhD)

Jeane Duane Kirkpatrick (née Jordan; 19 November 1926 7 Desember 2006) adalah seorang diplomat dan ilmuwan politik Amerika yang memainkan peran penting dalam kebijakan luar negeri pemerintahan Ronald Reagan. Sebagai seorang penentang komunisme yang gigih, ia adalah anggota Partai Demokrat sejak lama yang kemudian beralih menjadi seorang neokonservatif dan bergabung dengan Partai Republik pada tahun 1985. Setelah menjabat sebagai penasihat kebijakan luar negeri Ronald Reagan dalam kampanye pemilihan presiden tahun 1980, ia menjadi wanita pertama yang menjabat sebagai Duta Besar Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa.[1]

Ia dikenal atas "Doktrin Kirkpatrick" yang menganjurkan dukungan terhadap rezim-rezim otoriter di seluruh dunia jika mereka sejalan dengan tujuan Washington. Ia menulis, "pemerintahan otoriter tradisional tidak terlalu represif dibandingkan otokrasi revolusioner."[2] Pada Perang Falkland, Kirkpatrick berseberangan dengan Reagan karena ia menempatkan rasa simpati terhadap pihak junta Argentina sementara Reagan mendukung sisi lain yakni Perdana Menteri Britania Raya Margaret Thatcher.

Kirkpatrick bertugas dalam kabinet Reagan di Dewan Keamanan Nasional, Dewan Penasihat Intelijen Luar Negeri, dan Dewan Tinjauan Kebijakan Pertahanan, serta memimpin Komisi Menteri Pertahanan mengenai Fail-Safe dan Pengurangan Risiko Sistem Komando dan Kendali Nuklir.[3] Ia menulis kolom surat kabar bersindikasi setelah meninggalkan dinas pemerintahan pada tahun 1985, dengan spesialisasi analisis mengenai kegiatan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Kabinet

330px-1981_US_Cabinet.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kirkpatrick (tengah) dengan anggota Kabinet Reagan, 1981

Saat pertama kali bertemu Ronald Reagan, ia berkata kepada Richard V. Allen: "Dengar, saya adalah seorang Demokrat ALF-CIO dan saya khawatir bahwa persoalan saya bertemu Ronald Reagan mengenai apapun bisa disalahpahami."[4] Ia bertanya kepada Reagan apakah ia tidak keberatan memiliki seorang Demokrat di jajarannya; Reagan menjawab bahwa ia sendiri mendukung Demokrat sampai menginjak umur 51 tahun, dan di situasi apapun, ia menyatakan ketertarikan dengan pandangan Kirkpatrick mengenai kebijakan luar negeri.[5]

Kirkpatrick adalah pendukung vokal atas dukungan AS terhadap rezim militer di El Salvador pada masa-masa awal pemerintahan Reagan. Ketika empat perempuan anggota organisasi keagamaan asal AS dibunuh oleh tentara El Salvador pada tahun 1980, Kirkpatrick menyatakan keyakinannya yang "tegas dan tak tergoyahkan" bahwa militer El Salvador tidak bertanggung jawab atas peristiwa tersebut, seraya menambahkan bahwa "para biarawati itu bukan sekadar biarawati. Mereka adalah aktivis politik. Kita seharusnya bersikap sedikit lebih jelas mengenai hal ini daripada yang kita lakukan saat ini."[6] Setelah dokumen-dokumen yang sebelumnya dirahasiakan dibuka untuk publik pada tahun 1990-an, anggota Kongres dari New Jersey, Robert Torricelli, menyatakan bahwa "kini jelas bahwa sementara Pemerintahan Reagan menyatakan adanya kemajuan hak asasi manusia di El Salvador, mereka mengetahui kenyataan mengerikan bahwa militer El Salvador sedang melakukan kampanye teror dan penyiksaan secara luas."[7]

Ia merupakan salah satu pendukung kuat terhadap junta militer Argentina setelah invasi Argentina terhadap Kepulauan Falkland milik Britania Raya pada 1982 yang memicu Perang Falkland. Ia memiliki "titik lemah" terhadap diktator Argentina Leopoldo Galtieri[1] dan menyarankan netralitas ketimbang saran Sekretaris Luar Negeri Amerika Serikat Alexander Haig yang menganjurkan kebijakan pro-Inggris.[5] Kirkpatrick—yang menurut Duta Besar Inggris untuk PBB, Sir Anthony Parsons, sangat terlibat dalam kebijakan Amerika Latin—bahkan sampai mendukung kediktatoran Argentina dengan mendesak Pemerintahan Reagan untuk bertindak sesuai ketentuan Pakta Rio tahun 1947, yang menyatakan bahwa serangan terhadap satu negara di kawasan tersebut harus dianggap sebagai serangan terhadap mereka semua.[8]

Pandangan politik

Artikel ini adalah bagian dari seri tentang
Konservatisme
di Amerika Serikat
120px-Greater_coat_of_arms_of_the_United_States.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Organisasi lainnya

Ekonomi

Hak senjata api

Politik identitas

Nasionalisme

Agama

Kelompok pengawas

Kelompok pemuda/mahasiswa

Lain-lain

Media

Surat kabar

Jurnal

Kanal TV

Situs web

Lainnya

Saat membandingkan rezim otoriter dan totaliter, ia mengatakan:

  • "Rezim otoriter pada umumnya tidak menerapkan sistem ekonomi komando sepenuhnya. Rezim otoriter biasanya memiliki semacam sistem ekonomi tradisional yang disertai dengan adanya kepemilikan pribadi. Rezim Nazi membiarkan kepemilikan tetap berada di tangan swasta, namun negara mengambil alih kendali atas perekonomian. Kendali dipisahkan dari kepemilikan, tetapi pada hakikatnya itu adalah sistem ekonomi komando karena dikendalikan oleh negara. Ekonomi komando merupakan ciri khas negara totaliter."[9]

Menjelaskan kekecewaannya terhadap organisasi internasional, khususnya Perserikatan Bangsa-Bangsa, ia menyatakan:

  • "Saat saya mengamati perilaku negara-negara anggota PBB (termasuk negara kita sendiri), saya tidak menemukan alasan yang masuk akal untuk mengharapkan salah satu pemerintah tersebut untuk secara permanen mengesampingkan kepentingan nasional mereka sendiri demi kepentingan negara lain."
  • "Saya menyimpulkan bahwa adalah kesalahan mendasar untuk berpikir bahwa keselamatan, keadilan, atau kebajikan datang hanya melalui lembaga-lembaga manusia."
  • "Demokrasi tidak hanya membutuhkan kesetaraan tetapi juga keyakinan yang teguh pada nilai setiap orang, yang kemudian setara. Pengalaman lintas budaya mengajarkan kita bukan hanya bahwa orang memiliki kepercayaan yang berbeda, tetapi bahwa orang mencari makna dan memahami diri mereka sendiri dalam beberapa hal sebagai anggota kosmos yang diperintah oleh Tuhan."

Mengenai sosialisme, ia berkata:

  • "Saat saya membaca karya-karya kaum sosialis utopis, sosialis ilmiah, Sosial-Demokrat Jerman, dan sosialis revolusioner—apa pun yang bisa saya baca, baik dalam bahasa Inggris maupun Prancis—saya sampai pada kesimpulan bahwa hampir semuanya, termasuk kakek saya, berupaya mengubah sifat dasar manusia. Semakin saya memikirkannya, semakin saya merasa bahwa upaya tersebut kecil kemungkinannya untuk berhasil. Oleh karena itu, saya semakin memusatkan perhatian pada filsafat politik dan kian menjauhi segala bentuk aktivisme sosialis."[10]

Buku

Referensi

  1. 1 2 "Jeane Kirkpatrick". The Economist. Desember 19, 2006. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 20, 2007. Diakses tanggal Agustus 16, 2007.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. "Middle Israel: The new world order". The Jerusalem Post. Desember 14, 2006. Diarsipkan dari asli tanggal Mei 23, 2020. Diakses tanggal Agustus 16, 2007.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. "Jeane Kirkpatrick, Former United States Ambassador to The United Nations, Joins IDT Corporation Board of Directors". IDT Europe. September 27, 2004. Diarsipkan dari asli tanggal September 27, 2007. Diakses tanggal Agustus 16, 2007.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. Allen, Richard V. (Desember 16, 2006). "Jeane Kirkpatrick and the Great Democratic Defection". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Agustus 15, 2018. Diakses tanggal Agustus 16, 2007.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 Cornwell, Rupert (Desember 11, 2006). "Jeane Kirkpatrick". The Independent. London, UK. Diarsipkan dari asli tanggal Oktober 1, 2007. Diakses tanggal Agustus 16, 2007.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. "The Diplomat Who Wouldn't Lie". Politico. Diarsipkan dari asli tanggal November 8, 2020. Diakses tanggal Agustus 3, 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. Krauss, Clifford (Maret 21, 1993). "How U.S. Actions Helped Hide Salvador Human Rights Abuses". The New York Times.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. Aldous, Richard (2012). Reagan and Thatcher: The Difficult Relationship. W. W. Norton & Company. hlm. 80.
  9. "Toward Humane Governance (Interview)". Religion & Liberty. 2 (2). Maret–April 1992. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Januari 19, 2023. Diakses tanggal Desember 9, 2006.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. "Socialism: What Happened? What Now?". symposium transcript. Notesonline and the New Economy Information Service. Juni 27, 2002. Diarsipkan dari asli tanggal Desember 6, 2006. Diakses tanggal Desember 9, 2006.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. Review of Political Woman (1974) Diarsipkan August 13, 2013, di Wayback Machine., american.com; accessed June 24, 2014.

Bacaan lanjutan

  • Bashevkin, Sylvia. Women as Foreign Policy Leaders: National Security and Gender Politics in Superpower America (Oxford UP, 2018) excerpt; also online review
  • Byrnes, Sean T. "The United States in Opposition: The United Nations, The Third World, and Changing American Visions of Global Order, 1970–1984". (PhD Diss. Emory University, 2014) excerpt.
  • Collier, Peter. Political Woman: The Big Little Life of Jeane Kirkpatrick (2012).
  • Rowlett, Bianca Joy. Jeane Kirkpatrick and Neoconservatism: The Intellectual Evolution of a Liberal (2014)

Pranala luar

Sumber pustaka mengenai
Jeane Kirkpatrick
By Jeane Kirkpatrick
Wikiquote memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Jeane Kirkpatrick.
Jabatan diplomatik
Didahului oleh:
Donald McHenry
Duta Besar Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa
1981–1985
Diteruskan oleh:
Vernon Walters
Mazhab
Prinsip
utama
Sejarah
Tokoh
Presiden
Wakil Presiden
Ahli hukum
Intelektual
Politikus
Tokoh media
Tokoh lain
Partai
Varian &
gerakan
Faksi
lama
Lihat pula
  • '
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan