Kamis, 24 September 2026
00:56 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN

Dixiecrat

partai politik

Partai Demokratik Hak-Hak Negara Bagian (Dixiecrat)
Dibentuk1948 (1948)
Dibubarkan1948 (1948)
Dipisah dariPartai Demokrat
Digabungkan denganPartai Demokrat
Ideologi
Posisi politikSayap kanan

Partai Demokratik Hak-Hak Negara Bagian (biasanya disebut Dixiecrat) adalah partai politik pendukung segregasi di Amerika Serikat yang tidak bertahan lama. Partai ini bermula pada tahun 1948 setelah berpisah dari Partai Demokrat karena mereka ingin melindungi hak-hak negara bagian untuk memberlakukan segregasi ras dari pemerintahan federal yang dianggap "menindas".[1] Partai ini menentang integrasi ras dan ingin mempertahankan hukum Jim Crow dan supremasi kulit putih. Anggota partai ini disebut "Dixiecrat", yang merupakan gabungan dari kata "Dixie" (yang mengacu kepada Amerika Serikat) dan "Democrat".

Partai ini tidak mengajukan calon untuk pemilu di tingkat lokal atau negara bagian. Mereka sempat memajukan calon presiden dalam pemilu 1948. Namun, seusai pemilu tersebut, tokoh-tokoh partai Dixiecrat kembali bergabung dengan Partai Demokrat.[2] Dixiecrat tidak berdampak besar dalam jangka pendek, tetapi dalam jangka panjang mereka telah melemahkan kendali penuh Partai Demokrat dalam pemilu presiden di negara-negara bagian selatan ("Solid South").[3]

Istilah "Dixiecrat" kadang-kadang digunakan oleh anggota Partai Demokrat dari utara untuk menyebut anggota Demokrat konservatif dari selatan dari tahun 1940-an hingga 1990-an.[4]

Catatan kaki

  1. Lemmon, Sarah McCulloh (Desember 1951). "The Ideology of the 'Dixiecrat' Movement". Social Forces. 30 (2): 162–71. doi:10.2307/2571628. JSTOR 2571628.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. John F. Bibby and Louis Sandy Maisel, Two parties--or more?: the American party system (1998) hlm. 35
  3. Kari Frederickson, The Dixiecrat Revolt and the End of the Solid South, 1932-1968 (2001) hlm. 238.
  4. Lihat Harry Kreisler, "Institutional Change in the U.S. Congress: Conversation with Nelson W. Polsby...2002" Diarsipkan 2018-01-26 di Wayback Machine.

Pranala luar

Partai besar
Amerika Serikat
Partai ketiga
Besar
Kecil1
Dibubarkan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan