Sabtu, 03 Oktober 2026
12:35 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Dark Enlightenment

Bagikan:

Dark Enlightenment, juga dikenal sebagai gerakan neoreaksioner, neoreaksi dan disingkat NRx oleh para pencetusnya, adalah sebuah gerakan anti-demokrasi, anti-liberal dan reaksioner yang menganggap dirinya sendiri merupakan antitesis dari Abad Pencerahan. Gerakan tersebut banyak menolak egalitarianisme dan pandangan bahwa sejarah menunjukkan pergerakan tak terelakkan menuju kebebasan dan pencerahan yang lebih besar, sehingga gerakan tersebut merupakan bagian dari reaksi melawan "historiografi Whig".[1][2] Gerakan tersebut mendorong pemulihan konstruksi-konstruksi masyarakat dan bentuk pemerintahan lama, termasuk dukungan untuk monarkisme dan bentuk kepemimpinan lain seperti "CEO neokameralis"[3] dari sebuah republik saham bersama,[4] dipadukan dengan penerapa konservatif dan nasionalis ekonomi terhadap ekonomi.[5] Para pencetusnya umumnya juga memegang pandangan konservatif sosial yang meliputi opini-opini tradisionalis tentang peran gender, hubungan ras, dan imigrasi.

Referensi

  1. ↑ Pein, Corey (19 Mei 2014). "Mouthbreathing Machiavellis Dream of a Silicon Reich". The Baffler. Diarsipkan dari asli tanggal 9 Februari 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Bartlett, Jamie (20 Januari 2014). "Meet The Dark Enlightenment: sophisticated neo-fascism that's spreading fast on the net". The Daily Telegraph. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-03-12. Diakses tanggal 2019-06-07.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Gray, Rosie (10 Februari 2017). "Behind the Internet's Anti-Democracy Movement". The Atlantic.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Steorts, Jason Lee (5 Juni 2017). "Against Mencius Moldbug's 'Neoreaction'". National Review.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Walther, Matthew (23 Januari 2014). "The Dark Enlightenment Is Silly Not Scary". The American Spectator. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-10-06. Diakses tanggal 2 Oktober 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan