Kamis, 15 Oktober 2026
17:30 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Gerakan Tea Party

Gerakan Tea Party

partai politik

Bagikan:
330px-9.12_tea_party_in_DC.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Para demonstran Tea Party memenuhi West Lawn Gedung Capitol dan National Mall pada tanggal 12 September 2009

Gerakan Tea Party (bahasa Inggris:Tea Party movements) adalah sebuah pergerakan politik yang populis,[1] konservatif/libertarian [2][3] di Amerika Serikat yang muncul pada tahun 2009 melalui rangkaian protes lokal maupun nasional.[4][5][6] Protes tersebut sebagian merespon beberapa undang-undang federal: UU Stabilitas Ekonomi Darurat 2008,[7] Undang-Undang Pemulihan dan Reinvestasi Amerika 2009,[8][9] serta rangkaian rancangan undang-undang pelayanan kesehatan.[10]

Nama Tea Party merujuk pada Boston Tea Party, sebuah insiden yang terjadi pada tahun 1773 dimana para koloni merusak teh Britania daripada membayar pajak yang mana mereka anggap melanggar hak "tiada pajak tanpa perwakilan" [11] Hingga tahun 2010, gerakan ini bukanlah partai politik nasional, tidak mencalonkan kandidat pada Kongres, serta namanya tidak tertera dalam surat suara pemilihan umum.[12]

Menurut Scott Rasmussen, dana talangan yang dikeluarkan oleh pemerintahan George W. Bush dan Barack Obama memicu meningkatnya gerakan Tea Party. Pewawancara juga menambahkan bahwa kemarahan pemrotes ini berpusat pada dua isu, mengutip pernyataan Rasmussen, "Mereka pikir bahwa belanja pemerintah federal, defisit dan pajak terlalu tinggi, dan mereka pikir bahwa tak seorangpun di Washington mendengarkan mereka, dan (pernyataan) yang terakhir itu adalah sangat sangat penting."[13] Gerakan ini tidak memiliki kepemimpinan pusat tetapi memiliki afiliasi yang longgar pada kelompok kecil di tingkat lokal.[14] Perhatian utama gerakan ini meliputi, tetapi tidak terbatas pada, mengurangi ukuran pemerintah,[15] menurunkan pajak,[16] mengurangi pemborosan,[16] mengurangi utang nasional dan defisit anggaran federal,[15] serta memenuhi Konstitusi Amerika Serikat.[17]

Tokoh

Catatan

  1. ↑ What's Behind The New Populism? Diarsipkan 2021-10-26 di Wayback Machine NPR, February 5, 2010
  2. ↑ Dick Morris, "The New Republican Right," Diarsipkan 2021-10-30 di Wayback Machine TheHill.com October 19, 2010
  3. ↑ See following for information on Tea Party Movement Conservatism:
  4. ↑ Servatius, David (Maret 6, 2009). "Anti-tax-and-spend group throws "tea party" at Capitol". Deseret News. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-06-13. Diakses tanggal Juni 16, 2009.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Anger Management" (Paid subscription required). The Economist. Maret 5, 2009. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2009-05-10. Diakses tanggal April 25, 2010.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Tapscott, Mark (Maret 19, 2009). "Tea parties are flash crowds Obama should fear". The San Francisco Examiner. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-04-19. Diakses tanggal Juni 16, 2009.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Barnes, Tom (Maret 8, 2009). "Harrisburg Tea Party protests ongoing bailout". Local/State. Post-Gazette.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2009-03-28. Diakses tanggal April 9, 2010.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Ferrara, Peter (April 15, 2009). "The Tea Party Revolution". The American Spectator. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-04-20. Diakses tanggal Juni 18, 2009.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ Seleny, Jeff (September 12, 2009). "Thousands Rally in Capital to Protest Big Government". New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2010-07-30. Diakses tanggal September 28, 2009.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ Evan McMorris-Santoro,"The Town Hall Dog That Didn't Bite" Diarsipkan 2010-04-08 di Wayback Machine, Talking Points Memo, DC, April 5, 2010.
  11. ↑ Lepore, Jill (2010). The Whites of Their Eyes: The Tea Party's Revolution and the Battle over American History. Princeton University Press. hlm. 77–79. ISBN 978-0691150277.
  12. ↑ Rasmussen, Scott; Schoen, Doug (2010). Mad As Hell: How the Tea Party Movement Is Fundamentally Remaking Our Two-Party System. HarperCollins. hlm. 12. ISBN 9780061995231.
  13. ↑ Dan Weil, "Rasmussen: Tea Party Shows Weakness of GOP Establishment," Diarsipkan 2023-06-03 di Wayback Machine Newsmax.com, September 18, 2010
  14. ↑ 'Tea party' movement faces challenge of having no single leader, goal Diarsipkan 2018-09-06 di Wayback Machine Washington Post, September 21, 2010
  15. 1 2 Gallup: Tea Party’s top concerns are debt, size of government Diarsipkan 2011-06-29 di Wayback Machine The Hill, July 5, 2010
  16. 1 2 Tea Party DC March: “Lower Taxes and Less Spending” Diarsipkan 2010-09-16 di Wayback Machine Fiscal Times, September 12, 2010
  17. ↑ Liptak, Mark (Maret 13, 2010). "Tea-ing Up the Constitution". Week in Review. Washington, D.C.: The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-10-28. Diakses tanggal Oktober 31, 2010. It is, of course, hard to say anything definitive about the Tea Party movement, a loose confederation of groups with no central leadership. But if there is a central theme to its understanding of the Constitution, it is that the nation's founders knew what they were doing and that their work must be protected.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Referensi

Bacaan lebih lanjut

Pranala luar

Wikiquote memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Gerakan Tea Party.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan