Senin, 12 Oktober 2026
08:40 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka
Abjad Jawi

Abjad Jawi

abjad Arab yang digunakan untuk menuliskan beberapa bahasa di Asia Tenggara

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Abjad Pegon.
Untuk kegunaan lain, lihat Jawi.
Jawi
جاوي
ยาวี
250px-Jawi_alphabet.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jenis aksara
Abjad / ابجد
Bahasa
Aksara terkait
Silsilah
Aksara kerabat
Pegon, Turki Utsmani, Urdu
 Artikel ini mengandung transkripsi fonetik dalam Alfabet Fonetik Internasional (AFI).Untuk bantuan dalam membaca simbol AFI, lihat Bantuan:Pengucapan.Untuk penjelasan perbedaan [ ], / / dan ⟨ ⟩, Lihat IPA § Tanda kurung dan delimitasi transkripsi.

Abjad Arab-Melayu atau Abjad Jawi juga biasa dikenal dengan tulisan Melayu, tulisan Jawi, Harah Jawoë[1] (جاوي, jawi; ยาวี, yawi) adalah kumpulan huruf berbasis abjad Arab yang umumnya digunakan untuk menuliskan teks dalam bahasa Melayu (dialek Malaysia, Brunei, Siak, Pahang, Terengganu, Johor, Deli, Kelantan, Songkhla, Riau, Pontianak, Palembang, Jambi, Sarawak, Musi dan dialek lainnya) dan bahasa-bahasa lainnya; seperti bahasa Aceh, Betawi, Banjar, Kerinci, Minangkabau, Tausug, Ternate-Tidore juga Rumpun Bahasa Lampung.

Abjad Pegon yang digunakan untuk bahasa Jawa, Sunda, dan Madura adalah sistem abjad yang masih terkait namun memiliki beberapa perbedaan, yaitu huruf-huruf tambahan untuk bunyi yang tidak dapat dilambangkan oleh abjad Jawi,Mereka punya 1 bahasa daerah yang mengartikan tidak ada yang lain.

Etimologi

Secara etimologi, kata jawi (جاوي) berasal dari frasa Arab الجزائر الجاوي (Al-Jazā’ir al-Jāwī, “kepulauan Jawa”) sebagai penyebutan bangsa Arab untuk kepulauan Indonesia[2][3]

Bagi orang Arab, kata Jawa digunakan, sedangkan kata dwibahasa ditinggalkan. Kata Jawa digunakan untuk merujuk pada semua wilayah di Asia Tenggara. Penduduknya juga disebut menggunakan kata atau dalam bentuk objektivitas menjadi Jawi. Menurut Amat Juhari Moain (1996:17), nama Jawi berasal dari kata Arab Jawah. Ketika menjadi kata benda, Jawah menjadi Jawi. Kata Jawah atau Jawi kemungkinan berasal dari kata Javadwipa, yang merupakan nama wilayah di kawasan Asia Tenggara pada zaman kuno. Oleh karena itu, kata Jawah atau Jawi merujuk kepada semua bangsa.[3]

Jawi dianggap serapan langsung dari istilah krama bahasa Jawa ꦗꦮꦶ (jawi) yang merujuk pulau Jawa maupun etnis Jawa.[2][4][5] klaim ini juga kerap dihubungkan dengan gagasan bahwa pada masa lampau kepulauan Indonesia berada di bawah kemaharajaan dari Jawa.[2][4][6]

Menurut Syed Muhammad Naquib, menyatakan bahwa istilah Jawi dikalangan orang Arab digunakan untuk merujuk kepada penduduk negeri Jawa, dan Jawa dalam konteks ini merujuk kepada seluruh penduduk asal kepulauan Melayu.[7]

Sejarah

250px-KlMuseumBatuBersurat.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bukti awal kemunculan tulisan Jawi bisa ditemukan pada Prasasti Terengganu. Museum Negara Malaysia.
250px-Supa_Save_%28Panaga%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Supermarket dengan nama bertuliskan Jawi di Brunei.
250px-Ade_Irma_Suryani_St.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Palang jalan bertuliskan Jawi di Pekanbaru, Indonesia.

Penggunaan abjad Arab di Indonesia sudah ada sejak abad 11 di batu Nisan makam Fatimah Binti Maimun.[8] Menurut ahli bahasa Abdul Hadi, huruf Jawi ditemukan dan disusun oleh Syekh Muhammad Jawini dari Samudera Pasai pada abad ke-13.[9] Kemunculan Jawi berkaitan dengan kedatangan agama Islam ke Nusantara. Abjad ini didasarkan pada abjad Arab dan digunakan untuk menuliskan ucapan Melayu. Dengan demikian, penambahan atau modifikasi beberapa huruf untuk mengakomodasi bunyi yang ada dalam bahasa Melayu (misalnya ucapan /o/, /p/, atau /ŋ/).

Bukti paling awal tulisan Jawi ini berada di Malaysia dengan adanya Prasasti Terengganu yang bertanggal 702 Hijriah atau abad ke-14 Masehi (Tanggal ini masih diperdebatkan karena tahun ini ditulis tidak menggunakan angka). Di sini hanya bisa terbaca tujuh ratus dua: 702H. Namun, kata dua ini bisa diikuti dengan kata lain: (20 sampai 29) atau -lapan → dualapan → "delapan". Kata ini bisa pula diikuti dengan kata "sembilan". Dengan ini kemungkinan tarikh ini menjadi banyak: (702, 720 - 729, atau 780 - 789 H). Namun, karena prasasti ini juga menyebut bahwa tahun ini adalah "Tahun Kepiting" maka hanya ada dua kemungkinan yang tersisa: yaitu tahun 1326 M atau 1386 M.[butuh rujukan]

Abjad Jawi digunakan sebagai media perantara dalam semua urusan tata negara, adat istiadat, dan perdagangan pada zaman kesultanan Islam hingga era kolonial. Sebagai contoh, huruf ini digunakan juga dalam perjanjian-perjanjian penting antara pihak kesultanan Islam Melayu dengan pihak Portugis, Belanda, atau Inggris.

Zaman dahulu, abjad Arab memainkan peranan penting dalam masyarakat. Selain itu, pernyataan kemerdekaan 1957 bagi negara Malaysia sebagian juga tertulis dalam aksara Arab.[butuh rujukan]

Sekarang abjad ini digunakan untuk urusan kerohanian dan tata negara budaya Melayu di Terengganu, Kelantan, Kedah, Perlis, dan Johor. Masyarakat Melayu di Patani masih menggunakan abjad Arab sampai saat ini.

Abjad

KarakterBerdiri SendiriAkhirTengahAwalNama
اﺍﺎ  alif
بﺏـﺐـﺒﺑba
تﺕـﺖـﺘﺗta
ثﺙـﺚـﺜﺛtsa
جﺝـﺞـﺠﺟjim
حﺡـﺢـﺤﺣḥa
چﭺـﭻـﭽﭼca
خﺥـﺦـﺨﺧkha
دﺩـﺪ  dal
ذﺫـﺬ  dzal
رﺭـﺮ  ra
زﺯـﺰ  zai
سﺱـﺲـﺴﺳsin
شﺵـﺶـﺸﺷsyin
صﺹـﺺـﺼﺻṣad
ضﺽـﺾـﻀﺿḍad
طﻁـﻂـﻄـﻃـṭhad
ظﻅـﻆـﻈـﻇـẓhad
عﻉـﻊـﻌﻋ'ain
غﻍـﻎـﻐﻏghain
ڠڠـڠـڠـڠـnga
فﻑـﻒـﻔﻓfa
ڤﭪـﭫـﭭﭬpa
قﻕـﻖـﻘﻗqaf
ککـکـکـکـkaf
ڬڬـݢـݢـݢـga
لﻝـﻞـﻠﻟlam
مﻡـﻢـﻤﻣmim
نﻥـﻦـﻨﻧnun
ڽڽـڽـڽـڽـnya
وﻭـﻮ  wau
ۏۏـۏ  va
ﻩﻩﻪـھـھـha
يﻱﻲـﻴﻳya

Kolom yang diabu-abukan merupakan abjad adaptasi yang tidak umum didapati pada sistem penulisan atau abjad Arab yang baku.

Galeri

  • KFC di Bandara Brunei Darussalam dengan plang beraksara Jawi
    KFC di Bandara Brunei Darussalam dengan plang beraksara Jawi
  • Papan jalan di kota Malaka, Malaysia dengan beraksara Jawi
    Papan jalan di kota Malaka, Malaysia dengan beraksara Jawi
  • Papan jalan di Kota Bharu, Kelantan, Malaysia dengan beraksara Jawi
    Papan jalan di Kota Bharu, Kelantan, Malaysia dengan beraksara Jawi
  • Sebuah klinik yang beraksara Jawi, Tionghoa, dan Tamil
    Sebuah klinik yang beraksara Jawi, Tionghoa, dan Tamil
  • Tanda jalan di Riau dengan beraksara Jawi
    Tanda jalan di Riau dengan beraksara Jawi
  • Kantor Kelurahan Gambut Barat yang beraksara Jawi di Kalimantan Selatan
    Kantor Kelurahan Gambut Barat yang beraksara Jawi di Kalimantan Selatan
  • Tanda jalan di Malaysia dengan beraksara Jawi
    Tanda jalan di Malaysia dengan beraksara Jawi
  • Plang nama sekolah di Pahang, Malaysia dengan beraksara Jawi
    Plang nama sekolah di Pahang, Malaysia dengan beraksara Jawi
  • Sebuah tanda pinggir jalan yang bertuliskan Jawi di Brunei
    Sebuah tanda pinggir jalan yang bertuliskan Jawi di Brunei
  • Sebuah plang dengan bertuliskan Jawi
    Sebuah plang dengan bertuliskan Jawi
  • Sebuah papan nama jalan di Riau dengan bertuliskan Jawi
    Sebuah papan nama jalan di Riau dengan bertuliskan Jawi
  • Papan nama jalan dengan beraksara Jawi
    Papan nama jalan dengan beraksara Jawi
  • Papan nama jalan di Brunei dengan beraksara Jawi
    Papan nama jalan di Brunei dengan beraksara Jawi
  • Papan nama jalan di Indonesia dengan beraksara Jawi
    Papan nama jalan di Indonesia dengan beraksara Jawi
  • Plakat yang beraksara Jawi di Malaysia
    Plakat yang beraksara Jawi di Malaysia
  • Sebuah masjid dengan beraksara Jawi di Singapura
    Sebuah masjid dengan beraksara Jawi di Singapura
  • Papan nama jalan di Malaysia dengan beraksara Jawi
    Papan nama jalan di Malaysia dengan beraksara Jawi

Referensi

  1. ↑ Hermansyah, Hermansyah (2014). "Kesultanan Pasai Pencetus Aksara Jawi (Tinjauan Naskah-Naskah di Nusantara)". Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara (dalam bahasa American English). 5 (2). ISSN 2685-7391.
  2. 1 2 3 Laffan, Michael (2016-01-08). Sejarah Islam di Nusantara (dalam bahasa Inggris). Bentang Pustaka. ISBN 978-602-291-058-9.
  3. 1 2 Harun, Makmur Haji (2019-12-09). "The concept of Arabic Absorption Patterns in Indonesian and Malay Language". AJIS: Academic Journal of Islamic Studies (dalam bahasa Inggris). 4 (2): 151–180. doi:10.29240/ajis.v4i2.968. ISSN 2548-3285.
  4. 1 2 Sudirman, Adi. Ensiklopedia Sejarah Lengkap Indonesia dari Era Klasik Sampai Kontemporer. Diva Press. ISBN 978-602-391-657-3. Sementara itu, bangsa Arab menyebut tanah air kita dengan Jazair al-Jawi (Kepulauan Jawa){{cite book}}: Parameter tidak dikenal |tahun= diabaikan
  5. ↑ Kridalaksana, Harimurti. Wiwara: Pengantar Bahasa dan Kebudayaan Jawa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |tahun= diabaikan
  6. ↑ S.K., Lim. Asian Civilizations (dalam bahasa Inggris). Singapore: Asiapac Books Pte Ltd. ISBN 978-981-229-594-1.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |tahun= diabaikan
  7. ↑ Senen, Masyhur Dungcik (2018-12-02). "TULISAN jAWI SEBAGAI WARISAN INTELEKTUAL ISLAM MELAYU DAN PERANANNYA DALAM KAJIAN KEAGAMAAN DI NUSANTARA". Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam. 18 (2). ISSN 2622-531X.
  8. ↑ "KAJIAN ARKEO-EPIGRAFI PADA PRASASTI FATIMAH BINTI MAIMUN LERAN GRESIK | Proceedings of International Conference on Islamic Civilization and Humanities". proceedings.uinsa.ac.id. Diakses tanggal 2026-08-04.
  9. ↑ Bahasa dan Susastra dalam Guntingan (PDF). Jakarta: Perpustakaan Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional. 2009. hlm. 1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Daftar pustaka

  • J.G. de Casparis, Indonesian Paleography, 1975, p. 70-71.

Lihat pula

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Jawi.
Arab baku
Abjad Arab
Arab-Jawi/Pegon
Arab-Persia
Lain-lain
Abjad khusus
Tanda baca/harakat
Gambaran
Daftar
Brahmi
Utara
Selatan
Kawi
Lainnya
Linear
Non-linear
Tionghoa
Aksara Han
Dipengaruhi Tionghoa
Logosilabis lainnya
Logokonsonan
Sistem bilangan
Penuh
Pengulangan
Braille ⠃⠗⠁⠊⠇⠇⠑
Braille cell
Braille scripts
French-ordered
Keluarga Nordik
Russian lineage family
i.e. Cyrillic-mediated scripts
Egyptian lineage family
i.e. Arabic-mediated scripts
Indian lineage family
i.e. Bharati Braille
Other scripts
Reordered
Frequency-based
Independent
Eight-dot
Symbols in braille
Braille technology
Persons
Organisations
Other tactile alphabets
Related topics
Sistem tulisan elektronik
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan