Kamis, 05 November 2026
07:47 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Waduk Pacal

Waduk Pacal

salah satu danau di dunia

Bagikan:
Waduk Pacal
250px-Waduk_Pacal_Bojonegoro.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
osm-intl,13,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Waduk_Pacal&revid=30117514&groups=_97a20718774a608936594b15567b1a7fd04712a5&parser=parsoid
Peta interaktif dari Waduk Pacal
LokasiKedungsumber, Temayang, Bojonegoro, Jawa Timur
Koordinat7°22′03″S 111°52′08″E / 7.3674°S 111.869°E / -7.3674; 111.869
TujuanIrigasi
StatusBeroperasi
Awal konstruksi1927
Tanggal pembukaan1933
Dibangun olehPemerintah Hindia Belanda
Didesain olehPemerintah Hindia Belanda
PemilikKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Bendungan dan saluran pelimpah
Jenis bendunganBendungan gravitasi
MembendungSungai Pacal
Tinggi (thalweg)35 m
Panjang90 m
Elevasi pada puncak117 mdpl[1]
Lebar (puncak)7 m
Volume bendungan91.000 m3
Saluran pelimpah1
Jenis saluran pelimpahOgee
Kapasitas saluran pelimpah303 m3 / detik
Waduk
Kapasitas total41.180.000 m3
Kapasitas aktif39.180.000 m3
Kapasitas tidak aktif2.010.000 m3
Daerah tangkapan air84 km2
Luas permukaan520 hektar[2]
osm-intl,13,-7.370043,111.870689,300x300.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Waduk_Pacal&revid=30117514&groups=_4118082d55d0d9355be16d235e2bf0221bd3db79&parser=parsoid

Waduk Pacal adalah sebuah waduk yang dibangun di Kedungsumber, Temayang, Bojonegoro untuk menampung air dari salah satu anak Bengawan Solo, yakni Sungai Pacal yang berhulu di Gunung Pandan. Bendungan dari waduk ini adalah bendungan beton pertama di Indonesia. Waduk ini terutama dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian seluas sekitar 4.500 hektar di Bojonegoro.[2] Daya tarik utama dari waduk ini adalah bendungan yang kokoh dengan arsitektur khas kolonial Belanda.[3]

Sejarah

Pada tahun 1888, para ahli telah menggagas proyek Solo Vallei Werken untuk mengembangkan irigasi bagi lahan pertanian seluas 100.000 hektar di bagian hilir Bengawan Solo, dan pada tahun 1893, pemerintah Hindia Belanda pun menyetujui proyek tersebut. Tetapi, proyek tersebut kemudian dibatalkan, karena membutuhkan biaya yang terlalu besar. Pada tahun 1910, untuk menggantikan proyek tersebut, pemerintah Hindia Belanda pun merencanakan pembangunan tujuh waduk di bagian hilir Bengawan Solo, termasuk waduk ini. Waduk ini lalu mulai dibangun pada tahun 1927 dan mulai dioperasikan pada tahun 1933. Waduk ini dibangun pada masa malaise, sehingga cukup membantu masyarakat sekitar dalam memperoleh pendapatan.[2]

Wisata

Jalan menuju waduk ini merupakan daya tarik tersendiri. Jalan membelah hutan jati dan tebing-tebing yang digunakan sebagai ladang masayarakat. Jalan menuju Waduk Pacal terbilang mulus, karena merupakan jalan provinsi yang mengarah ke Nganjuk. Sepanjang perjalanan, dapat dijumpai hutan jati di Pegunungan Kendeng. Di bagian selatan waduk, juga terdapat semacam pulau kecil. Air dari waduk ini juga mencapai bawah Jembatan Kedungjati. Di musim kemarau, tanah di sekeliling waduk dimanfaatkan sebagai ladang dan kebun oleh masayarakat setempat.

Di musim hujan, ratusan pemancing dari dalam dan luar Bojonegoro memenuhi Waduk Pacal. Para pemancing terkadang juga memanfaatkan belasan pulau-pulau kecil di dalam waduk sebagai tempat memancing dengan memanfaatkan perahu milik warga yang tarifnya hanya sekitar Rp 20.000. Di sekitar Waduk Pacal juga tersedia warung-warung yang bersedia membakarkan ikan hasil pancingan.

Sedimentasi

Pada tahun 2014, Dinas Pengairan Jawa Timur menyatakan bahwa Waduk Gongseng akan dibangun untuk menggantikan Waduk Pacal, karena Waduk Pacal mengalami sedimentasi sebesar 200.000 meter kubik per tahun. Walaupun rutin dilakukan, pengerukan hanya mampu mengangkat 50.000 meter kubik sedimen per tahun, atau hanya 25% dari total sedimen, sehingga memang sudah seharusnya Waduk Pacal tak dioperasikan lagi. Akibat sedimentasi, Waduk Pacal hanya mampu menampung air sebanyak 21 juta meter kubik dan mengairi 13 ribu hektar lahan pertanian. Padahal ketika baru dioperasikan pada tahun 1933, waduk ini mampu menampung air sebanyak 41 juta meter kubik dan mengairi 16.600 hektar lahan pertanian.[4]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Badan Penelitian dan Pengembangan Pekerjaan Umum (1995). Bendungan Besar Di Indonesia (PDF). Jakarta: Departemen Pekerjaan Umum. hlm. 162.
  2. 1 2 3 Sinaro, Radhi (2007). Menyimak Bendungan di Indonesia (1910-2006) (dalam bahasa Indonesia). Tangerang Selatan: Bentara Adhi Cipta. ISBN 978-979-3945-23-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  3. ↑ "Wisata di Waduk Pacal" Website eastjava.com
  4. ↑ "Waduk Gongseng Bojonegoro, Bakal Gantikan Waduk Pacal" Diarsipkan 2014-11-10 di Wayback Machine website kanalbojonegoro.com
Bendungan, waduk/dam dan embung di Indonesia
1
DIY
DKI
Banten
Jawa Barat
Jawa Tengah
Jawa Timur
2
Aceh
Kepulauan Riau
Lampung
Riau
Sumatera Selatan
Sumatera Utara
3
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
4
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
5
Gorontalo
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Utara
6
Maluku
7
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan