Minggu, 25 Oktober 2026
00:11 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Waduk Jatigede

Waduk Jatigede

salah satu danau di dunia

Bagikan:
Waduk Jatigede
250px-Waduk_Jatigede%2C_Kabupaten_Sumedang%2C_26062017.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
osm-intl,13,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Waduk_Jatigede&revid=29925860&groups=_0df226453c8381052c7871a0006f8440e91f2009&parser=parsoid
Peta interaktif dari Waduk Jatigede
NegaraIndonesia
LokasiSumedang, Jawa Barat
TujuanSerbaguna
StatusDigunakan
Awal konstruksi2007
Biaya konstruksiUS$ 467 juta
Dibangun olehSinohydro, Wijaya Karya, Hutama Karya, Waskita Karya, Pembangunan Perumahan
PemilikKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Bendungan dan saluran pelimpah
Jenis saluran pelimpahLuncur
Kapasitas saluran pelimpah4.468 m3/s (157.786 cu ft/s)
PLTA Jatigede
OperatorPerusahaan Listrik Negara
Tanggal pengoperasian2024 (estimasi)
JenisKonvensional
250px-Bendungan_Jatigede_dari_Puncak_Pareugreug.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Waduk Jatigede adalah sebuah waduk yang terletak di Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat.[1] Pembangunan waduk ini telah lama direncanakan sejak zaman Hindia Belanda. Waduk ini mulai dibangun pada tahun 2008 pada masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan baru diresmikan pada tahun 2015 serta beroperasi penuh pada tahun 2017 pada masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo.[2]

Waduk ini dibangun dengan membendung aliran Sungai Cimanuk di Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang. Kapasitas tampung waduk ini mencapai 979,5 juta meter kubik. Waduk ini merupakan waduk dengan kapasitas tampung terbesar kedua di Indonesia, setelah Waduk Jatiluhur.

Sejarah

Pembangunan waduk ini telah direncanakan sejak zaman Hindia Belanda. Kala itu, Pemerintah Hindia Belanda merencanakan pembangunan tiga waduk di sepanjang aliran Sungai Cimanuk dengan waduk ini sebagai waduk utama dan terbesar. Akan tetapi, pembangunan ketiga waduk tersebut mendapat penolakan dari masyarakat sekitar sehingga pembangunannya dibatalkan. Pada tahun 1963, Presiden Soekarno kembali menggagas pembangunan waduk ini, tetapi pembangunan waduk ini ditunda, karena ketiadaan dana. Baru pada dekade 1990-an, rencana pembangunan waduk ini diseriusi.[3]

Langkah pertama yang dilakukan oleh pemerintah adalah merelokasi masyarakat yang tinggal di wilayah calon genangan. Area genangan Waduk Jatigede meliputi 28 desa di Kecamatan Darmaraja, Kecamatan Wado, Kecamatan Jatigede dan Kecamatan Jatinunggal. Relokasi pertama dilakukan pada tahun 1982. Waduk ini lalu mulai dirancang pada tahun 1988, dan baru mulai dibangun 20 tahun kemudian, yakni pada tahun 2007-2015.[4] Pada tanggal 31 Agustus 2015, dilakukan penggenangan waduk sekaligus peresmian waduk ini oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimulyono. Waduk Jatigede dibangun dengan biaya mencapai US$ 467 juta atau setara dengan Rp 6.538.000.000.000 (asumsi kurs rupiah Rp 14.000).[5]

Fungsi


500px-Dermaga_tegaljarong_Jatigede_2018.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Foto 360 derajat
Berkas info •Tampilkan sebagai foto 360° derajat

Waduk Jatigede terutama difungsikan untuk mengairi lahan pertanian dan pembangkit listrik tenaga air Selain itu, waduk ini juga difungsikan sebagai sarana budidaya perikanan air tawar, sarana olahraga air, sarana rekreasi, dsb.

Waduk Jatigede difungsikan untuk mengairi lahan pertanian seluas 87.804 hektar di Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Majalengka. Selain itu, air dari Waduk Jatigede juga akan dimanfaatkan untuk membangkitkan listrik melalui sebuah PLTA berkapasitas 110 MW yang saat ini sedang dibangun oleh PLN. Waduk ini juga akan memasok air bersih bagi warga sekitar dengan kapasitas hingga 3.500 meter kubik per detik. Selain itu, waduk ini juga akan meredam terjadinya banjir di wilayah seluas 14.000 hektar di Jawa Barat.[6][7]

Selain memiliki manfaat teknis, Waduk Jatigede juga menawarkan keindahan alam yang 'tak sengaja' terbentuk akibat proses penggenangan. Puncak-puncak bukit yang berada di area genangan berpadu dengan hamparan air yang merefleksikan birunya warna langit menciptakan pemandangan indah yang memanjakan mata. Memanfaatkan keindahan tersebut, masyarakat sekitar pun menjadikan lokasi tersebut sebagai kawasan wisata alam.[8]

Dampak sosial

[icon]
Bagian ini memerlukan pengembangan. Anda dapat membantu dengan mengembangkannya.
330px-Aliansi_Rakyat_Jatigede.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Demonstrasi penolakan penggenangan waduk

Pembangunan Waduk Jatigede menimbulkan persoalan yang kompleks. Selain mengakibatkan 16.000 warga Kabupaten Sumedang terdampak, pembangunan Waduk Jatigede juga menimbulkan bencana ekologi yang menyebabkan hilangnya sekitar 1 juta lahan hijau produktif, ancaman pengangguran masif, dan puluhan situs kebudayaan Sunda sejak era abad ke-8 hingga Kerajaan Pajajaran terancam tenggelam. Proyek strategis nasional ini pun menyisakan persoalan yang belum terselesaikan hingga peresmian penggenangan waduk ini oleh Presiden Joko Widodo pada akhir bulan Agustus 2015.

Rujukan

  1. ↑ Goldsmith, Edwards dan Nicholas Hildyard (1993). Dampak Sosial dan Lingkungan Bendungan Raksasa. Yayasan Obor Indonesia.{{cite book}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |1=
  2. ↑ Waduk Jatigede Beroperasi Penuh
  3. ↑ Novrianto, R., dan Waluyo, D., ed. (April 2016). Membangun Infrastruktur dari Pinggiran: Rahasia Satu Tahun Membangun Infrastruktur Indonesia (PDF). Pustaka Spirit. hlm. 31. ISBN 978-602-1118-66-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penyunting (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Ini Latar Belakang Proyek Jatigede, Waduk Terbesar Kedua di RI
  5. ↑ Pembangunan Waduk Jatigede Habiskan Dana Rp 6,5 Triliun
  6. ↑ Joga, Nirwono dan Soetomo, Agus (2020). 75 Bendungan Sumber Kehidupan dan Kesejahteraan Rakyat (dalam bahasa Indonesia). Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. hlm. 36–41. ISBN 978-623-94752-4-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ↑ Ini Penampakan Waduk Jatigede Setelah Digenangi Air
  8. ↑ Manfaatkan Indahnya Waduk Jatigede, Warga Kembangkan Kawasan Wisata[pranala nonaktif permanen]

Pranala luar

Bendungan, waduk/dam dan embung di Indonesia
1
DIY
DKI
Banten
Jawa Barat
Jawa Tengah
Jawa Timur
2
Aceh
Kepulauan Riau
Lampung
Riau
Sumatera Selatan
Sumatera Utara
3
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
4
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
5
Gorontalo
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Utara
6
Maluku
7
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan