Kamis, 24 September 2026
06:23 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Waduk Kuningan

Waduk Kuningan

salah satu danau di dunia

Waduk Kuningan
250px-Waduk_Kuningan_dam%2C_west_Java_province.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
osm-intl,13,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Waduk_Kuningan&revid=28776081&groups=_fac7fea4d970ad56c53cff0f14ce454c51aa5e6b&parser=parsoid
Peta interaktif dari Waduk Kuningan
TujuanIrigasi
StatusDigunakan
Biaya konstruksiRp 513 miiar
Dibangun olehWijaya Karya dan Brantas Abipraya
PemilikKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Waduk Kuningan adalah sebuah waduk yang terletak di Kuningan, Jawa Barat, Indonesia. Waduk ini dibangun dengan cara membendung aliran Sungai Cikaro di Desa Randusari, Kecamatan Cibeureum. Waduk ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 31 Agustus 2021.[1] Waduk ini dapat menampung air sebanyak 25,9 juta meter kubik dengan luas genangan mencapai 221,59 hektar.

Sejarah

Pembangunan waduk ini telah digagas pada tahun 1983. Setelah melewati sejumlah tahap, kontrak pembangunan bendungan dari waduk ini akhirnya diteken pada tahun 2013. Walaupun begitu, pembangunan bendungan belum dapat dimulai, karena proses pembebasan lahan masih belum selesai. Bendungan akhirnya mulai dibangun pada tahun 2015. Pembangunan bendungan kemudian dapat diselesaikan pada akhir tahun 2020 dengan total biaya pembangunan mencapai Rp 513 miliar.[2]

Manfaat

Waduk ini terutama difungsikan untuk mengairi lahan pertanian seluas 3.000 hektar di Kuningan dan Brebes. Waduk ini juga difungsikan untuk mereduksi debit banjir sebesar 213 meter kubik per detik dan menyediakan air baku sebesar 0,30 meter kubik per detik bagi 300.000 rumah di Kuningan dan Brebes. Selain itu, waduk ini juga difungsikan sebagai sarana budidaya perikanan air tawar, sarana olahraga air, sarana rekreasi, dsb. Air yang tertampung di waduk ini juga berpotensi untuk digunakan membangkitkan listrik melalui PLTM berkapasitas 0,5 MW.[3][4]

Referensi

  1. Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Kuningan
  2. 5 Fakta Bendungan Kuningan yang Baru Diresmikan Jokowi, Pernah Hampir Gagal Dibangun
  3. Jokowi Resmikan Bendungan Kuningan
  4. Joga, Nirwono dan Soetomo, Agus (2020). 75 Bendungan Sumber Kehidupan dan Kesejahteraan Rakyat (PDF) (dalam bahasa Indonesia). Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. hlm. 108–111. ISBN 978-623-94752-4-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

Bendungan, waduk/dam dan embung di Indonesia
1
DIY
DKI
Banten
Jawa Barat
Jawa Tengah
Jawa Timur
2
Aceh
Kepulauan Riau
Lampung
Riau
Sumatera Selatan
Sumatera Utara
3
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
4
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
5
Gorontalo
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Utara
6
Maluku
7
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan