Kamis, 22 Oktober 2026
05:44 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama

Bendungan Bener

danau di Indonesia

Bagikan:
40px-Gnome_globe_current_event.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini mungkin terdampak oleh sebuah peristiwa terkini: Konflik Wadas. Informasi dalam artikel ini dapat berubah setiap saat. Laporan berita awal dapat saja tidak tepercaya. Pembaruan terakhir pada artikel ini dapat saja tidak merefleksikan informasi terkini. Silakan mengembangkan artikel ini (tetapi bila pembaruan tersebut tidak diberi referensi dapat dihapus) atau diskusikan di halaman pembicaraan. (Februari 2022) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
60px-Applications-development_current.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini membahas mengenai bangunan, struktur, infrastruktur, atau kawasan terencana yang sedang dibangun atau akan segera selesai. Informasi di halaman ini bisa berubah setiap saat (tidak jarang perubahan yang besar) seiring dengan penyelesaiannya.
Bendungan Bener
osm-intl,13,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Bendungan_Bener&revid=29798848&groups=_43cedcd5cb06e83678caffb887a0bd767c42d901&parser=parsoid
Peta interaktif dari Bendungan Bener
Koordinat7°36′06″S 110°01′17″E / 7.6016°S 110.0215°E / -7.6016; 110.0215
TujuanIrigasi, PLTA
StatusDalam pembangunan
Biaya konstruksiRp2,06 triliun
PemilikKementerian PUPR
Peta DTA Bendungan Bener terhadap DAS Bogowonto

Bendungan Bener adalah sebuah proyek bendungan bertipe urugan batu yang dibangun di Desa Guntur, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Bendungan ini dirancang untuk menampung aliran Sungai Bogowonto dengan struktur setinggi 169 meter dan lebar 534 meter. Bendungan ini direncanakan akan menjadi bendungan dengan struktur bendung tertinggi di Indonesia.[1] Bendungan ini memiliki kapasitas tampung 90,39 juta meter kubik air dan luas genangan mencapai 690 hektar.[2]

Bendungan yang dibangun diatas aliran anak dari DAS Bogowonto[3] ini memiliki luas tangkapan air sekitar 114,3 km2 (44,1 sq mi)[4] yang membentang ke utara hingga kawasan hulunya di lereng barat daya Gunung Sumbing yang masuk dalam wilayah kabupaten Wonosobo.[3]

Sejarah

Pembangunan Bendungan Bener telah direncanakan setidaknya pada 2011. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Purworejo Nomor 27 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Tahun 2011–2031.[5] Bendungan tersebut rencananya akan menggenangi sebagian wilayah Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo dan sebagian wilayah Kabupaten Wonosobo.[5]

Bendungan Bener yang telah dimasukan dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) pada 2017, rencananya ditargetkan selesai pada 2027 mendatang.[1][6][7]

Pembangunan

Pada 2015, dilakukan penelitian terhadap kandungan dalam bukit di Desa Wadas yang akan dijadikan material pembangunan bendungan. Penelitian tersebut dilakukan dengan mengebor tanah sedalam 50 hingga 75 meter di tujuh titik pengeboran. Sampel tanah yang diambil dari pengeboran tersebut kemudian diuji di laboratorium.[8]

Pembangunan Bendungan Bener dimulai pada tahun 2017 dan direncanakan akan rampung pada tahun 2023. Biaya sebesar Rp2,03 triliun dari sumber dana APBN dan APBD digunakan untuk membangun bendungan ini,[2] dengan PT Brantas Abipraya, PT Waskita Karya, dan PT Pembangunan Perumahan ditunjuk sebagai kontraktor pembangunan.[9]

Fungsi

Bendungan Bener memiliki fungsi utama untuk sarana irigasi dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Selain itu juga berfungsi sebagai sarana budidaya perikanan air tawar, sarana olahraga air, sarana rekreasi, dan lain sebagainya. Bendungan ini difungsikan sebagai pusat pengairan untuk mengairi daerah irigasi sedikitnya seluas 15.519 hektar di Kabupaten Purworejo. Kemudian, sumber pemenuhan air baku untuk masyarakat sekitar 1.500 liter/detik, pembangkit listrik untuk Kabupaten Purworejo sekitar 10 Mega Watt, mengurangi potensi banjir untuk Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Kulon Progo di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan nilai reduksi banjir 8,73 juta meter kubik, serta potensi pengembangan pariwisata yang dapat meningkatkan perekonomian setempat.[1][10]

Penolakan

Artikel utama: Konflik Wadas

Pembangunan bendungan ini mendapatkan penolakan dari warga Desa Wadas yang berjarak sekitar 17 km tenggara proyek bendungan. Warga setempat menolak rencana pemerintah untuk membuka penambangan terbuka batuan andesit yang berada di wilayah desa tersebut untuk dijadikan bahan baku pembangunan bendungan ini.[11][12] Beberapa LSM dan organisasi massa melaporkan terdapat aksi kekerasan yang dilakukan pemerintah (melalui pengerahan aparat kepolisian dan tentara) kepada warga saat aksi protes dilaksanakan.[13][14]

Banyak warga yang di amankan, meskipun kemudian dilepas kembali.

Referensi

  1. 1 2 3 "Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak - DIrektorat Jendral Sumber Daya Air". sda.pu.go.id. Diakses tanggal 2025-09-19.
  2. 1 2 Anwar, Muhammad Choirul (2021-06-12). Anwar, Muhammad Choirul (ed.). "Jateng Bakal Punya Bendungan Tertinggi di Indonesia, Ini Penampakannya". Kompas.com. Diakses tanggal 2022-02-12.
  3. 1 2 "Peta Interaktif SIGAP Kementerian LHK - Klasifikasi DAS". Geoportal MenLHK. Diakses tanggal 2025-09-19.
  4. ↑ Fauziyah, Akmala (2022). "Optimasi Pemanfaatan Air Waduk Bener untuk Pemenuhan Layanan Air Baku dan Air Irigasi". Universitas Gadjah Mada.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  5. 1 2 PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURWOREJO NOMOR 27 TAHUN 2011 (PDF). Purworejo: Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional. 30 Desember 2011. hlm. 120.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ "Perpres Nomor 58 Tahun 2017 - Lampiran" (PDF). Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia: 181. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2022-02-11. Diakses tanggal 2022-02-12.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  7. ↑ Media, Konstruksi (2025-01-28). "Pembangunan Bendungan Bener di Purworejo Capai 60%, Ditargetkan Rampung 2027". KONSTRUKSIMEDIA.COM (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-09-19.
  8. ↑ "Ambil Sampel Batu, Bukit Wadas Dibor 75 Meter". Okezone.com. 2015-10-13. Diakses tanggal 2022-02-12.
  9. ↑ Zufrizal (2018-06-25). Petriella, Yanita (ed.). "3 BUMN Menangi Lelang Bendungan Bener. Siapa Saja Mereka?". Bisnis.com. Diakses tanggal 2022-02-12.
  10. ↑ PPID, Admin (2021-04-27). "Pembangunan Bendungan Bener Berikan Banyak Manfaat Bagi Masyarakat". BBWS Serayu Opak, Ditjen SDA, Kementerian PUPR. Diakses tanggal 2022-02-12.
  11. ↑ "Warga Desa Wadas dikepung: 'Gesekan' antar warga yang setuju dan menolak atau 'pembungkaman'?". BBC News Indonesia. Diakses tanggal 2022-02-11.
  12. ↑ "Awal Mula Warga Wadas Melawan, Tolak Tambang Batu Andesit untuk Proyek Bendungan Bener". Kompas.com. 2022-02-09. Diakses tanggal 2022-02-11.
  13. ↑ Sari, Henny Rachma (2022-02-09). Moerti, Wisnoe (ed.). "Kronologi dan Duduk Perkara Konflik Warga Desa Wadas dan Aparat". Merdeka.com. Diakses tanggal 2022-02-11.
  14. ↑ "Refleksi Kasus Desa Wadas: Ada Eskalasi Konflik Sosial Berkaitan dengan Proyek Strategis Nasional Sepanjang 2020-2021". VOI - Waktunya Merevolusi Pemberitaan. Diakses tanggal 2022-02-11.

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik bangunan dan struktur ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Bendungan, waduk/dam dan embung di Indonesia
1
DIY
DKI
Banten
Jawa Barat
Jawa Tengah
Jawa Timur
2
Aceh
Kepulauan Riau
Lampung
Riau
Sumatera Selatan
Sumatera Utara
3
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
4
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
5
Gorontalo
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Utara
6
Maluku
7
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan