| Bendungan Sidan | |
|---|---|
![]() Peta interaktif dari Bendungan Sidan | |
| Koordinat | 8°19′03″S 115°14′54″E / 8.3175371°S 115.2484217°E / -8.3175371; 115.2484217 |
| Tujuan | Serbaguna |
| Status | Belum Beroperasi |
| Pemilik | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat |
Bendungan Sidan adalah bendungan di Daerah Aliran Sungai Ayung, Bali. Pembangunannya dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai Bali Penida. Bendungan ini dimanfaatkan untuk penyediaan air baku, irigasi, dan pengendalian banjir.[1]
Lokasi
Bendungan Sidan berada di Daerah Aliran Sungai Ayung. Daerah genangannya mencakup Desa Sidan di Kabupaten Badung, Desa Buahan Kaja di Kabupaten Gianyar, serta Desa Bunutin, Mengani, dan Langgahan di Kabupaten Bangli.[1]
Pembangunan
Konstruksi Bendungan Sidan dimulai pada Oktober 2018 dan selesai pada 2024. Pembangunannya dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum, melalui Balai Wilayah Sungai Bali Penida.[1] Bendungan ini memiliki kapasitas tampung 5,76 juta meter kubik dan luas genangan 37,15 hektare.[2]
Manfaat
Bendungan Sidan menyediakan air baku sebesar 1,75 meter kubik per detik dan mendukung pengairan lahan pertanian eksisting seluas 9.598 hektare. Layanan irigasi tersebut didukung jaringan sepanjang 123,19 kilometer. Bendungan ini juga dirancang untuk melindungi kawasan seluas 108 hektare dari potensi banjir.[3] Bendungan ini juga memiliki potensi pembangkit listrik tenaga mikrohidro berkapasitas 0,65 megawatt.[4]
Kunjungan Dody Hanggodo
Pada 11 November 2024, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengunjungi Bendungan Sidan bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono untuk melihat progres pembangunannya. Dalam kunjungan tersebut, Dody menyampaikan harapan agar bendungan yang dibangun Kementerian PU itu dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Bali.[5]
Peresmian
Presiden Prabowo Subianto hadir langsung di Bendungan Meninting, Nusa Tenggara Barat, pada 10 Juli 2026 untuk meresmikan lima bendungan secara serentak. Bendungan Sidan menjadi salah satu bendungan yang diresmikan. Acara peresmian Bendungan Sidan dan tiga bendungan lainnya—Jlantah, Keureuto, dan Rukoh—dilakukan secara daring dari lokasi masing-masing.[6]
Lihat pula
- Daerah aliran sungai
- Daftar daerah aliran sungai di Indonesia
- Daftar bendungan dan waduk di Indonesia
- Proyek Strategis Nasional
- Wilayah sungai
Referensi
- 1 2 3 "Layanani Irigasi 9.598 Hektare, Bendungan Sidan Dukung Swasembada Pangan di Bali". Balai Wilayah Sungai Bali Penida. Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum. Diakses tanggal 2026-10-22.
- ↑ "Presiden Prabowo Subianto Resmikan Lima Bendungan di Indonesia, Layani Irigasi Seluas 39 Ribu Hektare". Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia. 2026-07-10. Diakses tanggal 2026-10-22.
- ↑ "Presiden Prabowo Resmikan Bendungan Sidan, Perkuat Ketahanan Air, Pangan, dan Energi di Bali". Balai Wilayah Sungai Bali Penida. Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum. 2026-07-10. Diakses tanggal 2026-10-22.
- ↑ "Kunjungan Kerja Menko Infrastruktur dan Menteri PU ke Bendungan Sidan". Balai Wilayah Sungai Bali Penida. Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum. 2024-11-11. Diakses tanggal 2026-10-22.
- ↑ "Kunjungan Kerja Menko Infrastruktur dan Menteri PU ke Bendungan Sidan". Balai Wilayah Sungai Bali Penida. Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum. 2024-11-11. Diakses tanggal 2026-10-22.
- ↑ "Prabowo Resmikan Lima Bendungan, Ribuan Hektare Sawah Kini Terairi". RRI. 2026-07-10. Diakses tanggal 2026-10-22.
Pranala luar
- Profil dan manfaat Bendungan Sidan — Balai Wilayah Sungai Bali Penida
