Minggu, 01 November 2026
10:42 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Bendungan Batujai

danau di Indonesia

Bagikan:
Bendungan in Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara BaratTemplat:SHORTDESC:Bendungan in Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Bendungan Batujai
osm-intl,13,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Bendungan_Batujai&revid=30121168&groups=_73affa237b5bc8def26684ae9ea75e7f774bf4c7&parser=parsoid
Peta interaktif dari Bendungan Batujai
Negara Indonesia
LokasiPraya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Koordinat8°44′08″S 116°15′29″E / 8.735583°S 116.258028°E / -8.735583; 116.258028
TujuanIrigasi
StatusDigunakan
Awal konstruksi1977
Tanggal pembukaan1982
Didesain olehProyek Brantas
PemilikKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Bendungan dan saluran pelimpah
Jenis bendunganKomposit beton dan urugan tanah
MembendungSungai Dodokan
Tinggi16 m
Panjang1.300 m
Elevasi pada puncak94 mdpl
Lebar (puncak)8 m
Volume bendungan130.000 m3
Saluran pelimpah1
Jenis saluran pelimpahOgee dengan pintu
Kapasitas saluran pelimpah764 m3 / detik
Waduk
MembentukWaduk Batujai
Kapasitas total23.500.000 m3
Kapasitas aktif18.000.000 m3
Kapasitas tidak aktif5.500.000 m3
Daerah tangkapan air169 km2[1]
osm-intl,13,-8.727818,116.271572,300x300.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Bendungan_Batujai&revid=30121168&groups=_41e30d4534b45ab6a354d0a2c8dba57d94a63ea3&parser=parsoid

Bendungan Batujai adalah bendungan terbesar di Lombok Tengah. Bendungan ini terletak di Batujai, Praya Barat.[2] Pembangunan bendungan ini dimulai pada tahun 1977 dan dapat diselesaikan pada tahun 1982 sebagai bagian dari upaya untuk mencapai swasembada pangan pada era kepemimpinan Presiden Soeharto.[3]

Manfaat

Bendungan ini difungsikan untuk mengairi lahan pertanian seluas 3.350 hektar di Penujak, Setanggor, Darek, Ungga, Ranggagata, dan sekitar Praya Barat, Lombok Tengah. Sebelumnya, lahan pertanian di daerah tersebut hanya mengandalkan air hujan.

Seiring dengan berkembangnya lingkungan di sekitar waduk dan perubahan tata guna lahan di hulu sungai, maka bendungan ini kini hanya difungsikan untuk mengairi lahan pertanian seluas 2.426 ha. Penurunan tersebut juga diakibatkan oleh tingginya sedimen yang masuk ke dalam waduk yang terbentuk akibat dibangunnya bendungan ini.

Bendungan ini juga difungsikan untuk mengurangi debit maksimal dari banjir, yakni dari 1.332 meter kubik per detik menjadi 764 meter kubik per detik, sehingga dampak dari banjir dapat diminimalisasi.[4]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Badan Penelitian dan Pengembangan Pekerjaan Umum (1995). Bendungan Besar Di Indonesia (PDF). Jakarta: Departemen Pekerjaan Umum. hlm. 326.
  2. ↑ "Bendungan Batujai". sda.pu.go.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-09-20.[pranala nonaktif permanen]
  3. ↑ "Bendungan Batujai, Peninggalan Pak Harto untuk Petani Lombok". Cendana News. 2015-11-18. Diakses tanggal 2019-09-20.
  4. ↑ "Menengok Bendungan Batujai, bendungan pertama di Lombok berusia 36 tahun". merdeka.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-09-20.
Bendungan, waduk/dam dan embung di Indonesia
1
DIY
DKI
Banten
Jawa Barat
Jawa Tengah
Jawa Timur
2
Aceh
Kepulauan Riau
Lampung
Riau
Sumatera Selatan
Sumatera Utara
3
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
4
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
5
Gorontalo
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Utara
6
Maluku
7
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan