Minggu, 20 September 2026
15:12 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Kereta rel listrik Tokyu Corporation seri 8000

Kereta rel listrik Tokyu Corporation seri 8000

tipe kereta api di Indonesia

KRL Tokyu seri 8000
330px-TKK8004.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
KRL Tokyu seri 8000 (8003F/8004F) berhenti dan menunggu keberangkatan di Stasiun Manggarai
BeroperasiYa (tersisa di line Izukyu Corporation)
Produsen20px-TokyuCarLogotype.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Tōkyū Car Corporation
DigantikanTokyu Corporation: Tokyu 6000, Tokyu 8090, Tokyu 8500, Tokyu 8590 & Tokyu 9000
KAI Commuter: Tokyo Metro 6000, Tokyo Metro 7000 & JR 205
Konstruksi1969-1985
Mulai beroperasi1969-2008 (Tokyu Corporation)
2004-Sekarang (Izukyu Corporation)
2005-2024 (KAI Commuter)
Formasi5, 8 kereta per set (Jepang)
12 kereta per set (Indonesia)
Nomor armada3 set
Kapasitas1.136 penumpang (rata-rata)
Operator20px-TokyuLogotype.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Tokyu Corporation
20px-IzukyuLogotype.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Izukyu Corporation
20px-Logo_KAI_Commuter.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail KAI Commuter
Jalur dilayaniTokyu Corporation:
Izukyu Corporation:
  • Izu Kyuko Line

KRL Commuter Line:

Data teknis
Konstruksi bodiStainless Steel
Panjang kereta20.000 mm (20 m)
Lebar2.800 mm (2,8 m)
Tinggi4.145 mm (4,145 m)
Pintu4 pintu di setiap sisi
Kelajuan maksimum120 km/h (33 m/s)
Berat276 t (276.000 kg) (rata-rata)
Sistem traksiField Chopper Control
Motor traksi: TKM-69
Daya mesin130 kW per motor
TransmisiStatic Inverter (SIV)
Percepatan3,3 km/h/s
Perlambatan3,5 km/h/s (normal)
4,5 km/h/s (darurat)
Sistem pembangkitListrik Aliran Atas (LAA)
Pemanas, ventilasi, dan penyejuk udaraRPU-3016
Elektrifikasi1.500 V DC
Penangkap arusPantograf
BogieTS-807B, TS-815C dengan pegas udara
AbarRegenerative Braking Combination All Electric Command Solenoid Direct Air Damping (HRD-2)
Sistem keselamatanTokyu ATS, ATC-P, Deadman Pedal
Alat perangkaiAAR Coupling
Lebar sepur1.067 mm (1,067 m)
250px-Tokyu8000_red.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tokyu 8000 semasa di jepang

Kereta rel listrik Tokyu Corporation 8000 (東急8000系電車, Tōkyū 8000-kei densha) adalah kereta rel listrik buatan Tokyu Car Corporation, Jepang, yang kini beroperasi di lintas Commuter Jabodetabek. KRL berteknologi Field Chopper Control dan body-nya terbuat dari stainless steel ini sebelumnya pernah digunakan di lintas Tokyu Toyoko Line dan Tokyu Oimachi Line selama beroperasi di Jepang.

Indonesia membeli kereta ini bersamaan dengan KRL Tōkyū seri 8500, yang merupakan saudara dari KRL ini, dengan harga sekitar Rp 800 juta per kereta, atau sekitar 6,5 miliar untuk satu rangkaian dengan stamformasi 8 kereta dalam satu rangkaiannya. Selain itu, Tokyu 8500 ini juga dijual ke Izukyu Railway sebagai kereta Izukyu Railway seri 8000 dengan formasi 2 hingga 4 kereta dalam 1 rangkaiannya.

Ciri khas KRL ini adalah menggunakan AC dan kipas angin dalam kereta secara bersamaan, di mana kipas angin yang juga berfungsi untuk membantu kerja AC ini sudah dipasang sejak KRL ini awal beroperasi, karena sebelum dekade 80-an, masih banyak KRL di Jepang tidak menggunakan AC.

Perbedaan antara KRL ini dengan saudaranya, KRL Tokyu seri 8500 adalah kacanya yang lebih menjorok ke bawah, serta hanya memiliki 1 penanda tujuan di atas pintu darurat di kabin masinis. Selain itu, semuanya sama persis seperti sistem AC dan kelistrikannya, sehingga memungkinkan kereta ini dan KRL Tokyu seri 8500 bertukar unit kereta. Sama seperti KRL Tokyu seri 8500, semua set KRL Tokyu seri 8000 saat ini berada di bawah perawatan dan milik Depo KRL Bukit Duri.[1]

KRL buatan tahun 1969 ini didatangkan ke Indonesia mulai tahun 2005,[2] sebagai KRL seri ketiga yang didatangkan ke Indonesia setelah KRL Toei seri 6000 dan JR East seri 103.

Sejarah

Pengoperasian di Indonesia (2005-2024)

KRL ini pertama kali datang pada tahun 2005, yaitu set 8007F dan 8003F. Kemudian tahun 2007 didatangkan lagi sejumlah 1 rangkaian KRL, yaitu rangkaian 8039F.

Sebelumnya, KRL ini memiliki masalah khusus, ketika pada operasionalnya KRL ini tidak mampu melewati lintas Serpong dan Tangerang karena adanya blankspot (listrik aliran atas tanpa arus listrik), dan KRL ini menggunakan sistem Field Chopper Control dan VVVF-GTO yang tidak cocok untuk kedua lintas tersebut. Namun, setelah KRL Tokyo Metro (seri 7000, 05, 6000) yang berteknologi Chopper dapat masuk ke lintas Serpong-Parung Panjang-Maja serta Tangerang, KRL ini bersama KRL Tokyu seri 8500 pun bisa masuk ke lintas tersebut.

Selama masa pengoperasiannya, KRL ini bersama saudaranya yaitu KRL Tokyu seri 8500 sudah berpengalaman beroperasi di seluruh lintas Jabodetabek, khususnya di lintas Bogor. Kereta ini sejak awal beroperasi pernah berdinas sebagai KRL Ekspres AC dan juga Ekonomi AC, sebelum akhirnya menjadi KRL Commuter Line.

Saat ini, KRL Tokyu 8000 sudah dapat melaju di lintas Serpong dan Tangerang, meskipun saat ini lebih sering berdinas di lintas Jatinegara-Depok/Bogor mengingat perannya sebagian besar telah tergeser oleh KRL JR East seri 205. Seiring menuanya usia KRL, serta keterbatasan suku cadang, 1 rangkaian telah mangkrak mendahului saudaranya.

Saat usia pakai mulai menua dan mendekati masa pensiunnya, KRL Tokyu seri 8000 bersama dengan KRL Tokyu Seri 8500 dan KRL impor lainnya, mulai dicat dengan livery baru PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ), yaitu kombinasi warna merah-kuning. Rangkaian 8007F menjadi yang pertama menggunakan livery ini.[3] Selain itu, kereta ini juga mulai mengalami pemecahan dan penyusunan ulang formasi rangkaian sehingga dapat dioperasikan sebagai rangkaian 12 kereta.

Sejak April 2024, seluruh armada KRL Tokyu Seri 8000 telah resmi diberhentikan dari operasi. Rangkaiannya kini menunggu nasib, apakah akan dirucat atau ditumpuk bersama dengan KRL pensiun lainnya.

Formasi rangkaian

Terdapat 3 rangkaian KRL Tokyu seri 8000 yang masuk ke Indonesia, yaitu:

  • 8003F
  • 8007F*
  • 8039F*

Dari ketiga rangkaian tersebut, 1 rangkaian masih beroperasi sebagai KRL Tokyu seri 8000, 1 rangkaian menjadi kereta tengah dari rangkaian Tokyu seri 8500, dan 1 rangkaian sudah tidak beroperasi dan dirucat di Stasiun Cikaum. 4 kereta dari rangkaian 8007F telah dipindahkan ke rangkaian 8003F dan kedua kereta kabin (TC) serta sepasang kereta dengan motor traksi (M1 dan M2) dari rangkaian 8007F telah di gunakan pada rangkaian 8504F.

Berikut ini adalah formasi asli KRL Tokyu seri 8000:

Nomor12345678
8003F 80038202810482638142821381038004
8007F 80078245871188328735820481088008
8039F 80398248815882188164824981598040

Saat ini, rangkaian 8007F telah digabung dengan rangkaian 8504F sehingga KRL Tokyu seri 8000 yang belum digabung dan masih tersisa hanyalah rangkaian 8003F:

Nomor12345678 9 10 11 12
Penomoran KuHa 8003DeHa 8202DeHa 8104DeHa 8832DeHa 8735DeHa 8204DeHa 8108DeHa 8263 DeHa 8142 DeHa 8213 DeHa 8103 KuHa 8004
Kodifikasi TC2M2M1M2M1M2M1M2 M1 M2 M1 TC1

Catatan:

  • Susunan rangkaian 8003F dapat berubah sewaktu-waktu.

Referensi

  1. "Database KRL Eks Jepang". GM-MarKA (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2019-10-31.
  2. Majalah KA Edisi Juni 2014
  3. Fadhli, Faris (2016-03-23). "Rangkaian Lama Diwarnai Ulang, Akhir Dari Warna-Warni KRL". KAORI Nusantara (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2019-10-31.

Pranala luar

Armada
KRL non-AC,
tak beroperasi
KRL AC impor dari
Jepang dan buatan PT INKA, tak beroperasi
Tokyo Metropolitan Government (Toei)
JR East
Toyo Rapid Railway
Tokyo Metro
PT INKA
Tokyu Corporation
KRL AC impor
dari Jepang, Tiongkok dan buatan PT INKA
Tokyo Metro
JR East
PT INKA
CRRC
Non-KRL
120px-Logo_KAI_Commuter.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Layanan yang beroperasi (Commuter Line ...)
Kereta api bandara****
Kereta api komuter*
Kereta api lokal***
Layanan yang tidak beroperasi**
Topik terkait
*)Tidak pernah dioperasikan KAI Commuter secara langsung, namun pernah beroperasi di layanan-layanan yang kemudian diambil alih KAI Commuter di Jabodetabek, Bandung, Yogya-Solo, dan Surabaya

*dioperasikan oleh PT KAI Commuter Jabodetabek (hingga 20 September 2017) dan PT Kereta Commuter Indonesia (hingga saat ini)
**dioperasikan oleh PT Kereta Api Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek (hingga 15 September 2008) & PT KA Commuter Jabodetabek (hingga 2 Juli 2011)
***operasional dialihkan dari swakelola perusahaan induk karena berfokus pada layanan antarkota dan aglomerasi.
****operasional dialihkan dari KAI Bandara


Ikon rintisan

Artikel bertopik perkeretaapian ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan