Jumat, 25 September 2026
06:34 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum
Percepatan

Percepatan

laju di mana besar dan/atau arah velositas berubah terhadap waktu

Percepatan
120px-Gravity_gravita_grave.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dengan tidak adanya hambatan udara, bola yang jatuh akan terus berakselerasi.
Simbol umuma
Satuan SIm/s2, m·s-2, m s-2
Dimensi SIL T -2
Turunan dari
besaran lainnya
a = d v d t = d 2 x d t 2 {\displaystyle \mathbf {a} ={\frac {d\mathbf {v} }{dt}}={\frac {d^{2}\mathbf {x} }{dt^{2}}}} {\displaystyle \mathbf {a} ={\frac {d\mathbf {v} }{dt}}={\frac {d^{2}\mathbf {x} }{dt^{2}}}}
Bagian dari seri artikel mengenai
Mekanika klasik
F → = m a → {\displaystyle {\vec {F}}=m{\vec {a}}} {\displaystyle {\vec {F}}=m{\vec {a}}}
250px-Acceleration_as_derivative_of_velocity_along_trajectory.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Percepatan adalah perubahan kecepatan per satuan waktu

Pada fisika, Percepatan atau akselerasi adalah perubahan kecepatan dalam satuan waktu tertentu. Akselerasi sebuah objek disebabkan karena gaya yang bekerja pada objek tersebut, seperti yang dijelaskan dalam Hukum kedua Newton.[1] Satuan SI untuk akselerasi adalah meter per sekon kuadrat (m s−2). Percepatan adalah besaran vektor, sehingga percepatan memiliki besaran dan arah.[2][3] Sebagai vektor, total gaya sama dengan hasil kali massa objek (besaran skalar) dan percepatannya. Umumnya, percepatan dilihat sebagai gerakan suatu objek yang semakin cepat ataupun lambat. Bahkan, sebuah objek yang berbelok (misalnya mobil yang sedang menikung)-pun memiliki percepatan juga.

Definisi dan sifat-sifat

330px-Kinematics.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Besaran kinematis pada partikel klasik: massa m, posisi r, kecepatan v, percepatan a.

Percepatan rata-rata

250px-Acceleration_as_derivative_of_velocity_along_trajectory.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Akselerasi adalah perubahan kecepatan. Pada titik manapun pada lintasan, besaran percepatan sama dengan perubahan kecepatan pada besaran dan arah pada titik tersebut. Akselerasi sebenarnya pada waktu t adalah limit sebagai interval waktu Δt → 0 dari Δv/Δt

Percepatan rata-rata merupakan perbandingan antara perubahan kecepatan benda ( Δ v ) {\displaystyle (\Delta \mathbf {v} )} {\displaystyle (\Delta \mathbf {v} )} dengan waktu yang diperlukan untuk mencapai perubahan kecepatan ( Δ t ) {\displaystyle (\Delta t)} {\displaystyle (\Delta t)}. Secara matematis, percepatan rata-rata dirumuskan:[4]

a ¯ = Δ v Δ t . {\displaystyle \mathbf {\bar {a}} ={\frac {\Delta \mathbf {v} }{\Delta t}}.} {\displaystyle \mathbf {\bar {a}} ={\frac {\Delta \mathbf {v} }{\Delta t}}.}

Percepatan sesaat

250px-1-D_kinematics.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dari bawah ke atas:
  • Fungsi akselerasi a(t);
  • Integral dari akselerasi adalah fungsi kecepatan v(t);
  • Integral dari kecepatan adalah fungsi posisi s(t).

Percepatan sesaat, adalah limit dari percepatan rata-rata per interval waktu yang sangat kecil. Dalam kalkulus, percepatan sesaat adalah turunan vektor kecepatan terhadap waktu:

a = lim Δ t → 0 Δ v Δ t = d v d t {\displaystyle \mathbf {a} =\lim _{{\Delta t}\to 0}{\frac {\Delta \mathbf {v} }{\Delta t}}={\frac {d\mathbf {v} }{dt}}} {\displaystyle \mathbf {a} =\lim _{{\Delta t}\to 0}{\frac {\Delta \mathbf {v} }{\Delta t}}={\frac {d\mathbf {v} }{dt}}}

(Disini dan di manapun, jika gerak berada dalam garis lurus, besaran vektor dapat digantikan dengan skalar dalam persamaan.)

Dapat dilihat bahwa integral fungsi akselerasi a(t) adalah fungsi kecepatan v(t) ; di mana luasan di bawah kurva akselerasi vs waktu (a vs. t) sama dengan kecepatan

v = ∫ a   d t {\displaystyle \mathbf {v} =\int \mathbf {a} \ dt} {\displaystyle \mathbf {v} =\int \mathbf {a} \ dt}

Karena akselerasi didefinisikan sebagai turunan kecepatan v terhadap waktu t dan kecepatan didefinisikan sebagai turunan posisi x terhadap waktu, maka akselerasi adalah turunan kedua dari x terhadap t:

a = d v d t = d 2 x d t 2 {\displaystyle \mathbf {a} ={\frac {d\mathbf {v} }{dt}}={\frac {d^{2}\mathbf {x} }{dt^{2}}}} {\displaystyle \mathbf {a} ={\frac {d\mathbf {v} }{dt}}={\frac {d^{2}\mathbf {x} }{dt^{2}}}}

Dalam mekanika klasik, percepatan suatu objek bermassa tetap berbanding lurus dengan resultan gaya yang bekerja padanya dan berbanding terbalik dengan massanya.

F = m a → a = F / m {\displaystyle \mathbf {F} =m\mathbf {a} \quad \to \quad \mathbf {a} =\mathbf {F} /m} {\displaystyle \mathbf {F} =m\mathbf {a} \quad \to \quad \mathbf {a} =\mathbf {F} /m}

dengan F adalah gaya yang bekerja pada objek, m adalah massa objek, dan a adalah percepatan pusat massa benda. Ketika kecepatan semakin mendekati kecepatan cahaya, efek relativistik menjadi semakin besar.

Percepatan bisa bernilai positif atau negatif. Bila nilai percepatan positif, hal ini menunjukkan bahwa kecepatan benda yang mengalami percepatan positif ini bertambah (dipercepat). Sebaliknya, bila nilai percepatan negatif, hal ini menunjukkan bahwa kecepatan benda menurun (diperlambat). Contoh percepatan positif adalah: jatuhnya buah dari pohonnya yang dipengaruhi oleh gravitasi. Sedangkan contoh percepatan negatif adalah: proses pengereman mobil.

Referensi

  1. ↑ Crew, Henry (2008). The Principles of Mechanics. BiblioBazaar, LLC. hlm. 43. ISBN 0-559-36871-2.
  2. ↑ Bondi, Hermann (1980). Relativity and Common Sense. Courier Dover Publications. hlm. 3. ISBN 0-486-24021-5.
  3. ↑ Lehrman, Robert L. (1998). Physics the Easy Way. Barron's Educational Series. hlm. 27. ISBN 0-7641-0236-2.
  4. ↑ Abdullah, Mikrajuddin (2016). Fisika Dasar I (PDF). Bandung: Institut Teknologi Bandung. hlm. 118.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan