Minggu, 04 Oktober 2026
21:39 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Gaya Coriolis

Gaya Coriolis

Bagikan:
Corioliskraftanimation.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Pada gambar ini, titik hitam bergerak lurus dan titik merah diam dalam cakram berputar. Titik merah akan melihat titik hitam bergerak melengkung.

Gaya Coriolis adalah gaya pada rotasi bumi yang membelokkan arah arus air laut. Pembelokan arus ke kanan terjadi di kutub utara sedangkan pembelokan arus ke kiri terjadi di kutub selatan. Efek Coriolis menghasilkan aliran Gyre yang searah jarum jam pada kutub utara dan yang berlawanan dengan arah jarum jam pada kutub selatan.[1]

Penyebab

Efek Coriolis dapat terjadi karena dua model pengamatan. Pertama, pengamatan secara diam oleh objek yang bergerak secara rotasi terhadap benda yang bergerak lurus. Kedua, pengamatan terhadap gaya fiktif dalam perputaran bumi. Kedua model pengamatan ini akan menampilkan kutub utara bergerak ke arah kanan sedangkan kutub selatan bergerak ke arah kiri. Perbedaan antara gerakan kutub dan gerakan equator menjadi penyebab perbedaan gerakan ini.[2]

Fenomena

Arus geostropik

Penyeimbangan gaya gradien tekanan mendatar oleh efek coriolis akan menghasilkan arus geostropik pada permukaan laut. Pergerakan arus terjadi secara mendatar oleh gaya gradien tekanan dan rotasi bumi memunculkan efek coriolis yang memengaruhi pergerakan arus. Arus geostropik ini tidak mengalami gesekan dengan angin dan udara.[3] Pembelokan oleh efek Coriolis terjadi lebih besar pada arus laut yang bergerak lebih lambat, sedangkan pembelokan yang lebih kecil terjadi pada arus laut yang bergerak lebih cepat.[4]

Referensi

  1. ↑ Kasharjanto, A., Rahuna, D., dan Rina (Desember 2017). "Kajian Pemanfaatan Energi Arus Laut di Indonesia". Jurnal Wave. 11 (2): 76–77. doi:10.29122/jurnalwave.v11i2.3070. ISSN 2614-641X. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-08-19. Diakses tanggal 2020-10-04.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  2. ↑ Kusumawati, Ika (2016). "Pemodelan Dinamika Arus Perairan Indonesia yang disebabkan oleh Angin". Jurnal Perikanan Tropis. 3 (1): 3. doi:10.35308/jpt.v3i1.31. ISSN 2355-5572. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-09-22. Diakses tanggal 2020-10-04.
  3. ↑ Suhana; et al. (Februari 2018). "Pola dan Karakteristik Sebaran Medan Massa, Medan Tekanan dan Arus Geostropik Perairan Selatan Jawa". Dinamika Maritim. 6 (2): 23. ISSN 2086-8049. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-09-17. Diakses tanggal 2020-10-04.{{cite journal}}: Penggunaan et al. secara eksplisit dalam: |last=
  4. ↑ Octavia, Y.P., Jumaranga, M.I., dan Apriansyah (2018). "Estimasi Arus Laut Permukaan Yang Dibangkitkan Oleh Angin Di Perairan Indonesia". Prisma Fisika. 6 (1): 3. ISSN 2337-8204. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-11-26. Diakses tanggal 2020-10-04.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik fisika ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan