Selasa, 22 September 2026
00:01 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Gerak lurus

Gerak lurus

60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Gerak lurus"  berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Bagian dari seri artikel mengenai
Mekanika klasik
F → = m a → {\displaystyle {\vec {F}}=m{\vec {a}}} {\displaystyle {\vec {F}}=m{\vec {a}}}
250px-Traslazione_OK.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perpindahan setiap titik gambar atau spasi dengan jumlah yang sama ke arah tertentu.
250px-Simx2%3Dtransl_OK.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kesejajaran antara pantulan bentuk merah terhadap sumbu pertama, diikuti dengan pantulan bentuk hijau terhadap sumbu kedua, akan menghasilkan gerak total yang merupakan penjabaran bentuk merah ke posisi bentuk biru.
250px-Constant_of_integration_001.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Grafik antiturunan dari fungsi f (x) = 3x2 - 2, merupakan gerak lurus yang vertikal satu sama lain.

Gerak lurus adalah gerak suatu objek yang lintasannya berupa garis lurus. Jenis gerak ini disebut juga sebagai suatu translasi beraturan. Pada rentang waktu yang sama terjadi perpindahan yang besarnya sama. Gerak lurus dapat dikelompokkan menjadi gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan yang dibedakan dengan ada dan tidaknya percepatan.

Jenis-jenis

Gerak lurus beraturan

Gerak lurus beraturan adalah gerak lurus dengan kecepatan yang tetap.[1] Percepatan di dalam gerak lurus beraturan sama dengan nol.[2] dikarenakan tidak adanya percepatan, sehingga jarak yang ditempuh dalam gerak lurus beraturan adalah kelajuan kali waktu.

Persamaan yang digunakan pada GLB adalah sebagai berikut: v = s t {\displaystyle v={\frac {s}{t}}} {\displaystyle v={\frac {s}{t}}}

Keterangan : s adalah jarak atau perpindahan (m)

v adalah kelajuan atau kecepatan (m/s)

t adalah waktu yang dibutuhkan (s)

s = v ⋅ t {\displaystyle s=v\cdot t\!} {\displaystyle s=v\cdot t\!}

dengan arti dan satuan dalam SI:

  • s = jarak tempuh (m)
  • v = kecepatan (m/s)
  • t = waktu (s)

Gerak lurus berubah beraturan

Gerak lurus berubah beraturan adalah gerak lurus suatu objek dengan kecepatan perubahan yang tetap terhadap waktu. Terdapat dua jenis gerak lurus berubah beraturan yaitu gerak lurus berubah beraturan dipercepat dan gerak lurus berubah beraturan diperlambat.[3] Akibat adanya percepatan yang tetap, rumus jarak yang ditempuh tidak lagi linier melainkan kuadratik.

s = v 0 ⋅ t + 1 2 a ⋅ t 2 {\displaystyle s=v_{0}\cdot t+{\frac {1}{2}}a\cdot t^{2}\!} {\displaystyle s=v_{0}\cdot t+{\frac {1}{2}}a\cdot t^{2}\!}

dengan arti dan satuan dalam SI:

  • v0 = kecepatan mula-mula (m/s)
  • a = percepatan (m/s2)
  • t = waktu (s)
  • s = Jarak tempuh/perpindahan (m)


Alat bantu pengamatan

Pesawat Atwood

Pesawat Atwood tersusun dari sebuah katrol dan tali yang digunakan untuk menggantung dua buah beban. Pengamatan yang diperoleh berupa gerak lurus dengan bermacam-macam percepatan.[4] Pesawat Atwood digunakan untuk membuat pengamatan gerak lurus dengan kecepatan tetap, gerak lurus dengan percepatan tetap, dan gerak lurus dengan kecepatan dan percepatan yang dapat diatur nilainya. Penggunaan pesawat Atwood hanya untuk benda yang bergerak lambat. Pesawat Atwood menghasilkan percepatan dan kecepatan dengan menentukan massa beban yang digantung pada dua sisi tali. Gerak lambat diperoleh dengan memberikan dua benda dengan selisih massa yang sangat kecil. Sedangkan gaya yang lebih cepat diperoleh dengan memperbesar selisih massa antara kedua benda yang digantung.[5]

Massa tali dapat diabaikan karena nilainya yang sangat kecil dibandingkan dengan massa kedua benda yang digantung. Pengabaian massa tali membuat massa katrol juga diabaikan. Selisih massa antara dua benda diketahui melalui asumsi adanya pergerakan ke atas pada salah satu benda dan pergerakan ke bawah pada benda yang satunya. Percepatan yang dihasilkan oleh kedua benda adalah sama karena berada pada tali yang sama.[4] Pesawat Atwood sangat sesuai untuk digunakan pada pengamatan dan pengukuran gerak lurus berubah beraturan.[6]

Fenomena alam

Cahaya

Cahaya selalu bergerak lurus. Pembelokan yang teramati pada cahaya merupakan bias penglihatan mata. Pengamatan cahaya yang mengalami pembelokan juga hanya terjadi pada saat cahaya merambat melalui medium berkekerapan rendah menuju medium berkekerapan tinggi, seperti dari udara ke air.[7]

Lihat pula

Referensi

  1. Nurlina dan Riskawati 2017, hlm. 30.
  2. Nurlina dan Riskawati 2017, hlm. 31.
  3. Banawi, Anasufi (2013). Fisika Dasar I (PDF). Makassar: Dua Satu Press. hlm. 22. ISBN 978-602-1664-05-6. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2022-03-08. Diakses tanggal 2021-01-30.
  4. 1 2 Abdullah 2016, hlm. 262.
  5. Abdullah 2016, hlm. 261.
  6. Abdullah 2016, hlm. 264.
  7. Halim, A., dan Herliana, F. (2020). Pengantar Fisika Kuantum. Banda Aceh: Penerbit Syiah Kuala University Press. hlm. 140. ISBN 978-623-7780-98-4. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-05-06. Diakses tanggal 2021-01-30.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)

Daftar pustaka

  1. Abdullah, Mikrajuddin (2016). Fisika Dasar I (PDF). Bandung: Institut Teknologi Bandung. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2022-09-15. Diakses tanggal 2021-01-30.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
  2. Nurlina dan Riskawati (2017). Fisika Dasar I (PDF). Makassar: LPP Unismuh Makassar. ISBN 978-602-8187-70-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik fisika ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan