Minggu, 20 September 2026
16:22 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Syekhul Islam

Syekhul Islam

250px-Shaykh_al-Isl%C4%81m_in_different_languages.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penulisan gelar Syekhul Islam dalam beberapa bahasa
Bagian dari seri bertopik Islam
Ushul fikih
Portal IslamProyek Artikel Islam

Syekhul Islam (bahasa Arab:شيخ الإسلام, translit. Syaikhul-Islām; Turki Utsmaniyah:شیخ‌ الاسلام, translit. Şhaykḫu-l-İslām atau Sheiklı ul-Islam, bahasa Turki:Şeyhülislam[1]) adalah gelar kehormatan Islam yang dipakai pada zaman klasik untuk para ulama Muslim yang sangat menonjol.[2]:399[3] Gelar tersebut mula-mula timbul di Khurasan menjelang akhir abad Islam ke-4.[2]:399

Gelar ini juga digunakan di bagian tengah dan barat dari Dunia Muslim untuk menyebut seorang mufti dan hakim yang cukup dikenal akan fatwa-fatwanya, sedangkan di bagian timurnya sering digunakan oleh pemimpin kepada ulama yang memainkan peranan resmi tetapi belum tentu merupakan seorang mufti. Terkadang, sebagaimana kasus Ibnu Taimiyyah, penggunaan gelar tersebut menjadi kontroversial. Di Kesultanan Utsmaniyah, sejak awal abad modern, gelar tersebut ditujukan kepada mufti kepala, yang umumnya merupakan ulama yang ditunjuk oleh negara. Syekhul-Islam Utsmaniyah (ejaan Prancis: cheikh-ul-islam[catatan 1]) melakukan banyak tugas dan fungsi seperti memberi nasihat kepada sultan dalam perihal keagamaan, menegakkan kebijakan pemerintah, dan menunjuk hakim.[2]:400[5]

Dengan dibubarkannya kekhalifahan pada 1924, jabatan Syekhul Islam di Kesultanan Utsmaniyah dihapus.[6] Pada zaman modern, gelar ini ditujukan kepada seorang mufti agung yang ditunjuk atau dipilih oleh suatu kelompok Muslim.[3]

Referensi

  1. Hogarth, D. G. (Januari 1906). "Reviewed Work: Corps de Droit Ottoman by George Young". The English Historical Review. 21 (81). Oxford University Press: 186–189. doi:10.1093/ehr/XXI.LXXXI.186. JSTOR 549456.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - CITED: p. 189: "'Sheikh-ul-Islam,' for instance, should be written 'Sheiklı ul-Islam,' and so forth. This mistake is common, but none the less a mistake." - Review of Corps de Droit Ottoman
  2. 1 2 3 J.H. Kramers-[R.W. Bulliet] & R.C. Repp (1997). "Skaykh al-Islam". Dalam Bosworth, C. E.; van Donzel, E.; Heinrichs, W. P. & Lecomte, G. (ed.). Encyclopaedia of Islam. Volume IX: San–Sze (Edisi 2). Leiden: E. J. Brill. ISBN 978-90-04-10422-8.
  3. 1 2 Gerhard Böwering, Patricia Crone, Mahan Mirza, The Princeton Encyclopedia of Islamic Political Thought, p 509-510. ISBN0691134847
  4. Strauss, Johann (2010). "A Constitution for a Multilingual Empire: Translations of the Kanun-ı Esasi and Other Official Texts into Minority Languages". Dalam Herzog, Christoph; Malek Sharif (ed.). The First Ottoman Experiment in Democracy. Würzburg. hlm. 21–51.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link) (info page on book at Martin Luther University) - Cited: p. 40 (PDF p. 42)
  5. James Broucek (2013). "Mufti/Grand mufti". Dalam Gerhard Böwering, Patricia Crone (ed.). The Princeton Encyclopedia of Islamic Political Thought. Princeton University Press.
  6. Brockett, Adrian Alan, Studies in two transmissions of the Qur'an

Catatan

  1. Dalam bahasa kelompok minoritas:[4]

Pranala luar

Wikisumber memiliki naskah asli yang berkaitan dengan artikel ini:
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan