Minggu, 20 September 2026
18:36 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Surah Maryam

Surah Maryam

surah ke-19 dalam al-Qur'an

Surah ke-19
مريم‎
Maryam
page1-250px-Sura19.pdf.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
KlasifikasiMakkiyah
Juz16
Hizb31
Jumlah ruku6
Jumlah ayat98
Jumlah ayat sajdah1 (ayat 58)
Jumlah kata972
Jumlah huruf3.835
MuqaṭṭaʻātKaf, Ha, Ya, ‘Ain, Ṣad
 Al-Kahf
Ṭaha 

Surah Maryam (bahasa Arab:مريم, har. 'Maryam binti Imran') adalah surah ke-19 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 98 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah menurut asbabunnuzul karena hampir seluruh ayatnya diturunkan sebelum Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, bahkan sebelum rekan-rekannya bermigrasi ke Abyssinia.[1] Surah ini diawali dengan huruf muqatta'at Kaf, Ha, Ya, ‘Ain, Ṣad (K-H-Y-‘-Ṣ).[2] Menurut riwayat Ibnu Mas'ud, Ja'far bin Abi Thalib membacakan permulaan Surat Maryam kepada Raja Najasyi dan para pengikutnya saat ia ikut serta dalam perjalanan hijrah bersama para sahabat lainnya ke Abyssinia. Analisis Theodor Nöldeke menyebut bahwa surah ini menjadi surah ke-58 yang diwahyukan, sedangkan riwayat Mesir menyebut bahwa surah ini menjadi surah ke-44 yang diwahyukan.

Surah ini dinamai Maryam, karena surat ini mengandung kisah menurut nama Maryam, ibu Isa (ʿIsa, عیسی), dan Perawan Maria dalam kepercayaan Kristen. Surah ini menceritakan kisah kelahiran Isa yang ajaib, tanpa ayah, yang menjadi bukti kemahakuasaan Allah. Pengutaraan kisah Maryam sebagai kejadian yang luar biasa dan ajaib dalam surah ini, diawali dengan kisah kejadian ajaib lainnya, yaitu dikabulkannya doa Zakaria oleh Allah, yang menginginkan seorang putra sebagai pewaris dan penerus cita-cita dan kepercayaannya, di kala usianya sudah sangat senja. Selain itu, surah ini mengisahkan nabi lainnya termasuk Ishak, Yakub, Musa, Harun, Idris, Adam, Zakariyya, dan Nuh.

Manuskrip Birmingham memuat delapan ayat terakhir (Q19:91–98), pada perkamen mushaf yang setelah dianalisis menggunakan penanggalan radiokarbon, diperkirakan ditulis antara 568 dan 645 M (56 SH – 25 H).[3][4] Sementara itu, penanggalan radiokarbon manuskrip Sana'a menghasilkan penanggalan antara 578 dan 669 M (44 SH – 49 H), dan memuat ayat 2–28.

Dari perspektif tradisi Islam (asbāb al-nuzūl, أسباب النزول), ini adalah "Surat Mekah" yang lebih awal, diyakini telah diturunkan lebih awal daripada wahyu-wahyu selanjutnya di Madinah. Kronologi Theodor Nöldeke mengidentifikasi Surah ini sebagai Surah ke-58 yang disampaikan. Kronologi tradisional Mesir menempatkannya sebagai Surah ke-44.

Isi

  • Kisah Zakaria dan Yahya
    • Sebab Zakaria berdoa memohon keturunan (1–6)
    • Terkabulnya doa Zakaria sebagai bukti kekuasaan Allah (7–11)
    • Pengangkatan Yahya sebagai Nabi dan karateristik keutamaanya (12–15)
  • Kisah Maryam dan Isa
    • Kehamilan Maryam tanpa sentuhan seorang laki-laki (16–22)
    • Kelahiran Nabi Isa (23–26)
    • Tuduhan terhadap Maryam dan pembelaan Nabi Isa kepada ibunya (27–36)
    • Pertentangan pendapat tentang Isa (37–40)
  • Kisah Ibrahim dengan bapaknya (41–50)
  • Kisah beberapa Nabi yang lain (51–65)
  • Azab bagi orang-orang yang menentang para Nabi dan pahala bagi orang-orang yang menaatinya (66–87)
  • Kepalsuan ajaran bahwa Tuhan mempunyai anak (88–98)

Ayat-ayat penting

Kisah Maryam dan Isa

Lihat pula: Isa dan Maryam
250px-Illuminated_double-page._Zarin_Qalam%27s_Qur%27an%2C_1186_%28CBL_Is_1438%2C_ff.109b-110a%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dua puluh sembilan ayat pertama dari Surah Maryam, pada mushaf Iranbuatan 1186. Koleksi Perpustakaan Chester Beatty

Bagian pertama surah ini, yakni ayat 2–40, memuat kisah Zakariyya (Zakharia) dan kelahiran anaknya Yahya (Yohanes Pembaptis. Ayat berikutnya adalah kisah Maryam dan kelahiran putraya Isa. Selanjutnya adalah bantahan terhadap pernyataan yang menganggap Isa adalah Anak Allah.[5]

Dalam Q19:28, Maryam dirujuk sebagai "saudara perempuan Harun". Kata-kata A-KH (bahasa Arab:أخ) dalam Al-Qur'an umumnya dimaknai sebagai "hubungan persaudaraan saudara" atau memiliki jalur nasab yang sama.[6] Dalam riwayat shahih, umat Kristen Najran sempat menayakan maksud ayat ini kepada Muhammad, yang kemudian ia menjawab:

"Mereka biasa memberi nama anaknya dengan nama para nabi dan orang-orang saleh yang hidup sebelum mereka."[7][8]

Karena nama Maryam diambil dari nama nabiah Miryam binti Amram, ayat tersebut secara khusus menghubungkan Maryam dengan Harun, bukan Musa, yang merupakan nabi Bani Israil yang hidup jauh sebelumnya:[9][10][11]

Wahai saudara perempuan Harun (Maryam), ayahmu bukan seorang yang berperangai buruk dan ibumu bukan seorang perempuan pezina.”

Karena silsilah Maryam tidak dikenal dalam Alkitab, kerabatnya Elisabet dianggap sebagai keturunan Harun.[12][13] Orientalis George Sale menulis:

"...Ada yang mengatakan bahwa Perawan Maria benar-benar memiliki saudara laki-laki bernama Harun, dengan ayah yang sama, tetapi ibu yang berbeda; yang lain mengira Harun saudara Musa yang dimaksud di sini, tetapi mengatakan Maria disebut saudara perempuannya, baik karena ia berasal dari ras Lewi (karena ia memiliki hubungan dengan Elisabet, tampaknya ia memang demikian), atau sebagai pembanding; sedangkan yang lain mengatakan bahwa orang yang berbeda dengan nama itu yang hidup sezaman dengannya, dan menonjol karena sifat-sifatnya yang baik maupun buruk, dan bahwa mereka menyamakannya dengan Harun baik sebagai pujian maupun sebagai celaan."[14]

Sana'a 1

Dalam manuskrip Sana'a (Sana'a 1) tidak mengikuti urutan Al-Qur'an yang diketahui, sedangkan folio 22 berbagi dengan Surah At-Taubah (Q9:122-129).[15]

Recto

Ayat[16] Jejak yang terlihat Rekonstruksi Teks standar
Quran 19:2[17] Baris 24 ر ﺣ[ـﻤ]ﻪ رَحْمَةِ

"rahmat"

رَحْمَتِ

"rahmat"

Quran 19:3 Baris 25 ا د ٮا د ی ر ٮک ر ﻛ[ـر] ٮا إِذْ نَادَىٰ رَبَّــكَ زَكَرِيَّا

"Tatkala Zakaria berdoa kepada Tuhanmu"

إِذْ نَادَىٰ رَبَّــهُ

"Tatkala ia berdoa kepada Tuhannya"

Quran 19:4 Baris 25 و ٯل ر ٮی وَقٰلَ رَبِّــي

"Dan ia berkata, 'Ya Tuhanku...'"

قالَ رَبِّ

"Ia berkata, 'Ya Tuhanku...'"

Quran 19:4 Baris 26 و ٯل ر ٮی ا سٮعل ا لر ا س سٮٮا وَقٰلَ رَبِّي ٱشْتَعَلَ ٱلرَّأْسُ شَيْباً

"Dan ia berkata, 'Ya Tuhanku, sesungguhnya kepalaku telah ditumbuhi uban...'"

قَالَ رَبِّ إِنِّي وَهَنَ ٱلْعَظْمُ مِنِّي وَٱشْتَعَلَ ٱلرَّأْسُ شَيْبًا

"Ia berkata, 'Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban...'"

Quran 19:4 Baris 26 و لم ا کں ر ٮ ٮـ(ـد) عا ک وَلَمْ أَکُنْ رَبِّ بِدُعَاءِكَ

"...dan aku belum (pernah), ya Tuhanku, dalam berdoa kepada-Mu, ..."

وَلَمْ أَكُن بِدُعَائِكَ رَبِّ

"...dan aku belum (pernah), dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku, ..."

Quran 19:5 Baris 27 و ﺣ(ڡـ)ـٮ ا لمو ل مں و [ر] ا ی وَ خِفْتُ ٱلْمَوَٰل مِن وَرٰاءِى

"Dan aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku..."

وَإِنِّى خِفْتُ ٱلْمَوَٰلِىَ مِن وَرٰاءِى

"Dan sungguh, aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku..."

Verso

Artikel utama: Sanaa 1 § Folio 22

Keutamaan Maryam

Surah Maryam adalah satu-satunya surah dalam Al-Qur'an yang dinamai menurut nama seorang perempuan. Maryam (Maria), adalah seorang perempuan, yang namanya diabadikan dalam surah ini. Hubungan kekeluargaan Isa, disebut dalam Q19:34, dirujuk sebagai 'putra Maryam', menggemparkan masyarakat Bani Israil kala itu, yang umumnya memberi nama anak menggunakan garis keturunan ayah (patrilineal). Penekanan ini menarik perhatian pada keajaiban lahirnya Isa; yang lahir tanpa ayah. Kisah ini juga menolak keyakinan Nasrani bahwa Isa adalah Tuhan. Surah ini mengisahkan perjuangan Maryam saat akan melahirkan Isa, bahkan ia pun ingin mati saja karena takut dikucilkan oleh Bani Israil. Menanggapi kesulitan itu, Malaikat Jibril memfasilitasi apa saja yang dibutuhkan Maryam hingga ia melahirkan. Jibril mengingatkan Maryam agar jangan khawatir, serta memberinya makanan.[18]

Maryam dalam bahasa Suryani (ܡܪܝܡ) adalah kata sifat umum yang berarti "berkat" dan mungkin kata kerja "(Tuhan) meninggikan (derajat)nya".

Kisah Ibrahim

Ayat 41–65, membahas kisah Nabi Ibrahim yang berlepas diri dari penyembahan berhala yang dilakukan oleh keluarganya, kemudian membahas nabi-nabi lainnya. Ayat-ayat ini membahas berbagai tanggapan dari mereka yang mendengar nubuatan dan apa yang mereka alami. Ayat-ayat ini juga banyak menekankan ketauhidan.[19]

Pandangan Islam tentang Tritunggal

Q19:88–92 memuat bantahan bagi penganut Trinitarian yang menganggap bahwa "Allah memiliki anak":[20]

Manuskrip Birmingham

250px-%D9%85%D9%82%D8%A7%D8%B1%D9%86%D8%A9_%D9%85%D8%AE%D8%B7%D9%88%D8%B7_%D8%A8%D8%B1%D9%85%D9%86%D8%BA%D9%87%D8%A7%D9%85_%D8%A8%D8%A7%D9%84%D9%82%D8%B1%D8%A2%D9%86_%D8%A7%D9%84%D9%83%D8%B1%D9%8A%D9%85.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perbandingan Al-Qur'an modern (kiri) dan Manuskrip Birmingham; Q20:1–11 di bawah tiga garis pemisah

Ayat 66–98, menjelaskan tentang kebenaran Hari Kebangkitan dan juga penggambaran kehidupan manusia pada waktu Pengadilan Terakhir.[21]

Manuskrip Al-Qur'an Birmingham memuat delapan ayat terakhir Surah Maryam (Q19:91–98), serta sebagian ayat dari Surah Al-Kahf dan Surah Ṭaha.[22] Manuskrip ini sekarang disimpan di Perpustakaan Riset Cadbury, dan ditulis dalam abjad Arab Hijaz dengan penulis tidak diketahui.

250px-Birmingham_Quran_manuscript.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Folio 1 verso dan folio 2 recto; Q19:91–98 di atas tiga garis pemisah

Berdasarkan penanggalan radiokarbon, manuskrip ini ditulis antara 568 dan 645 M (antara 56 SH dan 25 H dalam kalender Hijriah).[23][24] Saud al-Sarhan, Kepala Pusat Riset dan Studi Islam Riyadh, menganggap bahwa perkamen tersebut mungkin telah berkali-kali digunakan sebagai palimpsest.[25] Pandangan Saud banyak didukung oleh banyak sekali sejarawan Al-Qur'an Saudi yang menolak bahwa manuskrip Al-Qur'an Birmingham maupun Paris ditulis pada masa kehidupan Nabi Muhammad. Mereka menegaskan bahwa saat Muhammad masih hidup, teks Al-Qur'an dituis tanpa dekorasi apa pun, termasuk penanda batas ayat ataupun tinta warna, dan tidak mengikuti urutan surah yang standar. Upaya pemushafan Al-Qur'an dilakukan pada masa Khalifah Utsman bin Affan, dan kemungkinan besar manuskrip ini ditulis pada atau setelah masa kekhalifahan Utsman.[26]

Referensi

  1. Sadeghi & Bergmann 2010, hlm. 348.
  2. Haleem, M. A. S. Abdel (2008). The Qur'an: Sura 19:1. New York: Oxford University Press.
  3. "Birmingham Qur'an manuscript dated among the oldest in the world". University of Birmingham. 22 Juli 2015. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2018-12-26. Diakses tanggal 22 Juli 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. "'Oldest' Koran fragments found in Birmingham University". BBC News Online. 22 Juli 2015. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2015-07-22. Diakses tanggal 22 Juli 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. Haleem, M. A. S. Abdel (2008). The Qur'an: Sura 19:2–40. New York: Oxford University Press.
  6. Quran "7:65". "7:73". "7:85". "26:105-106". "26:162".
  7. Muslim Ibn Al-Hajjaj (2013). The English Translation of Sahih Muslim (PDF). Diterjemahkan oleh Nassirudin Al-Khattab. Reading: Darussalam. hlm. 501. Diakses tanggal 2022-05-07.
  8. 2135
  9. "The Historical Mary". America Magazine. 19 Oktober 2005.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. "Who Was Mary the Mother of Jesus?". Christianity.com.
  11. "Tafsir Ibn-Kathir, 19:28".
  12. KJV Bible [[]] Luke:1:34–36-KJV
  13. KJV Bible [[]] Luke:1:5-KJV
  14. George Sale (1733). The Koran (PDF). Reading. hlm. 233. Diakses tanggal 2022-05-07.
  15. Sadeghi & Goudarzi 2012.
  16. Sadeghi & Goudarzi 2012, hlm. 63. The hypothetical interpolation of texts for the missing parts in this and the next row are based on Sadeghi & Goudarzi's fn. 216 and 218.
  17. Sahih International
  18. Wadud, Amina (1999). Qur'an and Woman: Rereading the Sacred Text from a Woman's Perspective. New York: Oxford University Press.
  19. Haleem, M. A. S. Abdel (2008). The Qur'an: Sura 19:41–65. New York: Oxford University Press.
  20. p1033 "The Quran: A Complete Revelation", 2016, Sam Gerrans
  21. Haleem, M. A. S. Abdel (2008). The Qur'an: Sura 19:66–98. New York: Oxford University Press.
  22. "Tests show UK Quran manuscript is among world's oldest". CNN. 22 Juli 2015. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2015-07-24. Diakses tanggal 22 Juli 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  23. "Birmingham Qur'an manuscript dated among the oldest in the world". University of Birmingham. 22 Juli 2015. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2018-12-26. Diakses tanggal 22 Juli 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  24. "'Oldest' Koran fragments found in Birmingham University". BBC News Online. 22 Juli 2015. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2015-07-22. Diakses tanggal 22 Juli 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  25. Dan Bilefsky (22 Juli 2015), "A Find in Britain: Quran Fragments Perhaps as Old as Islam", The New York Times{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  26. "Experts doubt oldest Quran claim". Saudi Gazette. 27 Juli 2015. Diarsipkan dari asli tanggal 6 September 2015. Diakses tanggal 27 Juli 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Daftar pustaka

Pranala luar

Wikisumber memiliki naskah asli yang berkaitan dengan artikel ini:


Surah Sebelumnya:
Surah Al-Kahf
Al-Qur'an Surah Berikutnya:
Surah Ṭaha
Surah 19
Keterangan: Makiyah  · Madaniyah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan