Senin, 21 September 2026
22:47 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Sferoid

Sferoid

volume yang dibentuk dengan memutar elips di sekitar salah satu sumbunya; kasus khusus ellipsoid

250px-OblateSpheroid.PNG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 250px-ProlateSpheroid.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
sferoid pepat sferoid lonjong

Sebuah sferoid, atau elipsoid revolusi adalah permukaan kuadrat yang diperoleh dengan memutar suatu elips di salah satu sumbu utamanya; dengan kata lain, suatu elipsoid dengan dua semi-diameter yang sama.

Jika elips diputar di sumbu utamanya, hasilnya adalah sebuah sferoid lonjong (ditarik) seperti bola rugbi. Jika elips diputar di sumbu kecilnya, hasilnya adalah sebuah sferoid pepat (ditekan) seperti lentil. Jika awal elips tersebut berupa lingkaran, hasilnya adalah sebuah sfer.

Akibat efek gabungan gravitasi dan rotasi, bentuk Bumi secara kasar berupa bola yang sedikit pepat di arah sumbunya. Karena itu, dalam kartografi Bumi sering dianggap sebagai sferoid pepat, bukan bola. Model Sistem Geodesi Dunia saat ini menggunakan sferoid yang radiusnya diperkirakan sepanjang 6.378,137 km di khatulistiwa dan 6.356,752 km di kutub (perbedaan sebesar 21 km).

Persamaan

500px-Ellipsoid-rot-ax.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penetapan semi-sumbu pada spheroid. Itu oblate bila c < a (kiri) dan prolate bila c > a (right).

Sebuah sferoid terpusat di asal "y" dan berputar di sumbu z ditetapkan dengan persamaan implisit

( x a ) 2 + ( y a ) 2 + ( z b ) 2 = 1  atau  x 2 + y 2 a 2 + z 2 b 2 = 1 {\displaystyle \left({\frac {x}{a}}\right)^{2}+\left({\frac {y}{a}}\right)^{2}+\left({\frac {z}{b}}\right)^{2}=1\quad \quad {\hbox{ atau }}\quad \quad {\frac {x^{2}+y^{2}}{a^{2}}}+{\frac {z^{2}}{b^{2}}}=1} {\displaystyle \left({\frac {x}{a}}\right)^{2}+\left({\frac {y}{a}}\right)^{2}+\left({\frac {z}{b}}\right)^{2}=1\quad \quad {\hbox{ atau }}\quad \quad {\frac {x^{2}+y^{2}}{a^{2}}}+{\frac {z^{2}}{b^{2}}}=1}

a adalah radius horizontal melintang di khatulistiwa, dan b adalah radius vertikal terkumpul.[1]

Luas permukaan

Sebuah sferoid lonjong memiliki luas permukaan

2 π ( a 2 + a b α sin ⁡ ( α ) ) {\displaystyle 2\pi \left(a^{2}+{\frac {ab\alpha }{\sin(\alpha )}}\right)} {\displaystyle 2\pi \left(a^{2}+{\frac {ab\alpha }{\sin(\alpha )}}\right)}

α = arccos ⁡ ( a b ) {\displaystyle \alpha =\arccos \left({\frac {a}{b}}\right)} {\displaystyle \alpha =\arccos \left({\frac {a}{b}}\right)} adalah eksentrisitas sudut sferoid lonjong, dan e = sin ⁡ ( α ) {\displaystyle e=\sin(\alpha )} {\displaystyle e=\sin(\alpha )} adalah eksentrisitas normalnya.

Sebuah sferoid pepat memiliki luas permukaan

2 π [ a 2 + b 2 sin ⁡ ( α ) ln ⁡ ( 1 + sin ⁡ ( α ) cos ⁡ ( α ) ) ] {\displaystyle 2\pi \left[a^{2}+{\frac {b^{2}}{\sin(\alpha )}}\ln \left({\frac {1+\sin(\alpha )}{\cos(\alpha )}}\right)\right]} {\displaystyle 2\pi \left[a^{2}+{\frac {b^{2}}{\sin(\alpha )}}\ln \left({\frac {1+\sin(\alpha )}{\cos(\alpha )}}\right)\right]} di mana α = arccos ⁡ ( b a ) {\displaystyle \alpha =\arccos \left({\frac {b}{a}}\right)} {\displaystyle \alpha =\arccos \left({\frac {b}{a}}\right)} adalah eksentrisitas sudut sferoid pepat.

Volume

Volum sferoid (jenis apapun) adalaha 4 3 π a 2 b ≈ 4.19 a 2 b {\displaystyle {\frac {4}{3}}\pi a^{2}b\approx 4.19\,a^{2}b} {\displaystyle {\frac {4}{3}}\pi a^{2}b\approx 4.19\,a^{2}b}. Jika A=2a adalah diameter khatulistiwa, dan B=2b adalah khatulistiwa kutub, maka volumnya adalah 1 6 π A 2 B ≈ 0.523 A 2 B {\displaystyle {\frac {1}{6}}\pi A^{2}B\approx 0.523\,A^{2}B} {\displaystyle {\frac {1}{6}}\pi A^{2}B\approx 0.523\,A^{2}B}.

Kelengkungan

Jika suatu sferoid diparameterkan sebagai

σ → ( β , λ ) = ( a cos ⁡ β cos ⁡ λ , a cos ⁡ β sin ⁡ λ , b sin ⁡ β ) ; {\displaystyle {\vec {\sigma }}(\beta ,\lambda )=(a\cos \beta \cos \lambda ,a\cos \beta \sin \lambda ,b\sin \beta );\,\!} {\displaystyle {\vec {\sigma }}(\beta ,\lambda )=(a\cos \beta \cos \lambda ,a\cos \beta \sin \lambda ,b\sin \beta );\,\!}

di mana β {\displaystyle \beta \,\!} {\displaystyle \beta \,\!} adalah lintang parametrik atau terkurang, λ {\displaystyle \lambda \,\!} {\displaystyle \lambda \,\!} adalah bujur, dan − π 2 < β < + π 2 {\displaystyle -{\frac {\pi }{2}}<\beta <+{\frac {\pi }{2}}\,\!} {\displaystyle -{\frac {\pi }{2}}<\beta <+{\frac {\pi }{2}}\,\!} dan − π < λ < + π {\displaystyle -\pi <\lambda <+\pi \,\!} {\displaystyle -\pi <\lambda <+\pi \,\!}, maka kelengkungan Gauss-nya adalah

K ( β , λ ) = b 2 ( a 2 + ( b 2 − a 2 ) cos 2 ⁡ β ) 2 ; {\displaystyle K(\beta ,\lambda )={b^{2} \over (a^{2}+(b^{2}-a^{2})\cos ^{2}\beta )^{2}};\,\!} {\displaystyle K(\beta ,\lambda )={b^{2} \over (a^{2}+(b^{2}-a^{2})\cos ^{2}\beta )^{2}};\,\!}

dan kelengkungan rata-ratanya adalah

H ( β , λ ) = b ( 2 a 2 + ( b 2 − a 2 ) cos 2 ⁡ β ) 2 a ( a 2 + ( b 2 − a 2 ) cos 2 ⁡ β ) 3 / 2 . {\displaystyle H(\beta ,\lambda )={b(2a^{2}+(b^{2}-a^{2})\cos ^{2}\beta ) \over 2a(a^{2}+(b^{2}-a^{2})\cos ^{2}\beta )^{3/2}}.\,\!} {\displaystyle H(\beta ,\lambda )={b(2a^{2}+(b^{2}-a^{2})\cos ^{2}\beta ) \over 2a(a^{2}+(b^{2}-a^{2})\cos ^{2}\beta )^{3/2}}.\,\!}

Kedua kelengkungan ini selalu positif, jadi setiap titik di suatu sferoid bersifat elips.

Lihat pula

Catatan kaki

  1. The computist's manual of facts, and merchant's and mechanic's calculator

Pranala luar

Elemen geometri menurut dimensi
Besaran geometri menurut dimensi
Istilah dasar lain
Bangun 2 dimensi
Bangun 3 dimensi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan