Sabtu, 17 Oktober 2026
21:46 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Quranisme

Quranisme

denominasi Islam

Bagikan:
Quranisme
Quraniyun  قرآنيون
(Ahlil Quran  أهل القرآن )
A copy of the Quran that includes tajwīd notation
Bagian dari seri tentang
Islam
120px-Allah-green.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Quranisme (bahasa Arab:قرآنيون, Qurʾāniyūn) adalah aliran Islam yang percaya bahwa Quran adalah satu-satunya sumber autentik agama Islam. Para Quranis umumnya menolak kewenangan hadits atas agama. Ini berbeda dengan aliran Sunni, Syi'ah, dan Ibadi yang sama-sama menganggap pentingnya hadis dalam agama Islam.[1]

Ajaran

Quranis menolak kewenangan hadis pada ranah teologi. Mereka berpegangan pada ayat-ayat Quran yang diyakini mendukung pandangan mereka bahwa semua perintah atau instruksi yang diperlukan seorang Muslim bisa ditemukan di dalam Quran tanpa perlu merujuk pada hadis:[2]

...dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al Quran ini bermacam-macam perumpamaan, dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah. (Al-Kahfi 18:54)[2]

Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah, padahal Dialah yang telah menurunkan kitab (Al Quran) kepadamu dengan terperinci? Orang-orang yang telah Kami datangkan kitab kepada mereka, mereka mengetahui bahwa Al Quran itu diturunkan dari Tuhanmu dengan sebenarnya. Maka janganlah kamu sekali-kali termasuk orang yang ragu-ragu. Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Quran) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat mengubah-ubah kalimat-kalimat-Nya dan Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Al-'An'am 6:114-115)[2]

Kitab (ini) diturunkan dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. - Itulah ayat-ayat Allah yang Kami membacakannya kepadamu dengan sebenarnya; maka dengan perkataan manakah lagi mereka akan beriman sesudah (kalam) Allah dan keterangan-keterangan-Nya? (Al-Jasiyah 45:2-6)[2]

Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia, pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh), tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan. Diturunkan dari Rabbil 'alamiin. Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al-Quran ini? (Al-Waqi'ah 56:77-81)[2]

Maka kepada perkataan apakah selain Al Quran ini mereka akan beriman? (Al-Mursalat 77:50)[2]

Sejauh mana penolakan keautentikan Sunnah oleh para Quranis masih belum jelas,[3] tetapi kelompok-kelompok yang lebih dominan sangat mengkritik keautentikan hadits dan menolaknya karena berbagai alasan. Alasan yang paling umum adalah bahwa hadis tidak disebutkan dalam Quran sebagai sumber teologi dan praktik Islam, hadis tidak muncul dalam bentuk tertulis sampai lebih dari dua abad setelah wafatnya Muhammad, dan hadis mengandung kesalahan dan kontradiksi internal.[3][4]

Quranis ternama

Penambahan atau penghapusan entri dari daftar ini atau keseluruhan daftar ini sendiri diragukan. Diskusikan permasalahan ini di halaman pembicaraan.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "The Quranist Path". Diakses tanggal 14 Desember 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4 5 6 Edip Yuksel, Layth Saleh al-Shaiban, Martha Schulte-Nafeh, Quran: A Reformist Translation, Brainbow Press, 2007
  3. 1 2 Richard Stephen Voss, Identifying Assumptions in the Hadith/Sunnah Debate, 19.org, Accessed December 5, 2013
  4. ↑ Aisha Y. Musa, The Qur’anists, Florida International University, accessed May 22, 2013.
  5. ↑ "About Us". Ahl-alquran.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-01-31. Diakses tanggal Februari 6, 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ S I L E N C E D . . . .? ( The case of Moulavi Chekanoor ) Diarsipkan 2014-02-04 di Wayback Machine, chekanoormolavi.com, accessed October 7, 2013
  7. ↑ I. M. Al-Jubouri, Islamic Thought: From Mohammed to September 11, Xlibris, 2010, pg. 147
  8. ↑ Khaled Ahmed, A matter of interpretation, The Express Tribune, accessed July 30, 2013
  9. ↑ Who is Asarulislam to tell you what you should do?, quaideazam.com, Accessed December 5, 2013
  10. ↑ Aisha Y. Musa. Hadith as Scripture; Discussions on the Authority of Prophetic Traditions in Islam 2008, ISBN 978-0-230-60535-0.
  11. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2011-06-10. Diakses tanggal 2014-02-15.
  12. ↑ Jamie Glazov. From Radical to Reformed Muslim Pranala usang diarsipkan 2013-01-03 di archive.today. FrontPageMag.com, December 04, 2007.
  13. ↑ Jeffrey T. Kenney and Ebrahim Moosa, Islam in the Modern World, Routledge, 2013, p. 21.

Bacaan lanjutan

  • Aisha Y. Musa, Hadith as Scripture: Discussions on the Authority of Prophetic Traditions in Islam, New York: Palgrave, 2008. ISBN 0-230-60535-4.
  • Ali Usman Qasmi, Questioning the Authority of the Past: The Ahl al-Qur'an Movements in the Punjab, Oxford University Press, 2012. ISBN 0-19-547348-5.
  • Daniel Brown, Rethinking Tradition in Modern Islamic Thought, Cambridge University Press, 1996. ISBN 0-521-65394-0.

Pranala luar

Topik Islam
Rukun Iman
Rukun Islam
Teks keagamaan
Firkah dan mazhab
Ekonomi
Taharah
Aspek lainnya
Seni
Ilmu pengetahuan Islam
Filsafat
Bidang lainnya
 Lain-lain
Hubungan dengan agama lain
Murtad
Topik terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan