Sabtu, 07 November 2026
10:48 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

Ismailiyah

salah satu mazhab fikih Islam Syiah

Bagikan:
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Ismailiyah" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Bismillahir Rahmanir Rahim
Bagian dari seri mengenai Islam
Ismailiyah
Kaligram singa Ismail
Cabang / sekte
Negara
Tokoh
Pusat
Lainnya
PortalIslam

Ismailiyah (bahasa Arab: الإسماعيليون al-Ismā'īliyyūn; bahasa Urdu: اسماعیلی Ismā'īlī, bahasa Persia: اسماعیلیان Esmā'īliyān) adalah salah satu mazhab dalam Islam Syi'ah.[1] Jumlah penganutnya adalah yang terbesar kedua setelah mazhab Dua Belas Imam (Itsna 'Asyariah). Sebutan Ismailiyah diperoleh pengikut mazhab ini karena penerimaan mereka atas keimaman Isma'il bin Ja'far sebagai penerus dari Ja'far ash-Shadiq.[2]

Sejarah

Teologi Ismailiyah pernah menjadi yang terbesar di antara mazhab-mazhab Islam Syi'ah, dan mencapai puncak kekuasaan politiknya pada masa kekuasaan Dinasti Fatimiyah pada abad ke-10 sampai dengan ke-12 Masehi. Ajaran Ismailiyah, yang juga dikenal dengan nama mazhab Tujuh Imam. Ajaran Ismailiyah memiliki ciri penekanan pada aspek batiniah dari agama Islam.

Dibandingkan dengan perkembangan ajaran Dua Belas Imam yang pemikirannya berorientasi pada aspek lahiriah, yaitu akhbar dan ushul, maka dapat dikatakan ajaran Syi'ah berkembang ke dua arah yang berbeda: ajaran Ismailiyah yang lebih menekankan kemistisan sifat sang Imam dan kemistisan jalan menuju Allah dan ajaran Dua Belas Imam yang lebih menekankan pemahaman atas syariah dan sunnah dari Ahlul Bait.

Meskipun terdapat beberapa kelompok pecahan dalam Ismailiyah, seperti Nizari. Mereka adalah pengikut dari Aga Khan, yang merupakan kelompok Ismailiyah dengan jumlah penganut terbesar. Di antara kelompok-kelompok yang ada memang terdapat perbedaan dalam hal kebiasaan ibadah, akan tetapi umumnya secara teologi spiritual tetap sesuai dengan kepercayaan imam-imam awal Ismailiyah.

Kaum penganut Ismailiyah umumnya dapat ditemukan di Indonesia, India, Pakistan, Suriah, Lebanon, Israel, Arab Saudi, Yaman, Tiongkok, Yordania, Uzbekistan, Tajikistan, Afganistan, Afrika Timur dan Afrika Selatan. Pada beberapa tahun terakhir, sebagian di antara mereka juga beremigrasi ke Eropa, Australia, Selandia Baru dan Amerika Utara.

Jumlah penganut

Diperkirakan terdapat 2,5 juta penganut aliran Ismailiyah.[3] Namun, ada pula yang menyebutkan bahwa jumlah penganutnya berada di antara 5 hingga 15 juta jiwa.[4]

Pecahan

Agama Druze dianggap sebagai salah satu pecahan aliran ini.[5][6][7][8]

Referensi

  1. ↑ Spencer C. Tucker; Priscilla Roberts (2008). The Encyclopedia of the Arab-Israeli Conflict: A Political, Social, and Military History. ABC-Clio. hlm. 917. ISBN 978-18-5109-842-2.
  2. ↑ Foundation, Encyclopaedia Iranica. "Welcome to Encyclopaedia Iranica". iranicaonline.org.
  3. ↑ Steinberg, Jonah (2011). Isma'ili Modern: Globalization and Identity in a Muslim Community. University of North Carolina Press. hlm. 35. ISBN 9780807834077.
  4. ↑ "Ismāʿīliyyah". Encyclopaedia Britannica. 20 Januari 2017.
  5. ↑ Hunter, Shireen (2010). The Politics of Islamic Revivalism: Diversity and Unity: Center for Strategic and International Studies (Washington, D.C.), Georgetown University. Center for Strategic and International Studies. University of Michigan Press. hlm. 33. ISBN 9780253345493. Druze – An offshoot of Shi'ism; its members are not considered Muslims by orthodox Muslims.
  6. ↑ Yazbeck Haddad, Yvonne (2014). The Oxford Handbook of American Islam. Oxford University Press. hlm. 142. ISBN 9780199862634. While they appear parallel to those of normative Islam, in the Druze religion they are different in meaning and interpretation. The religion is considered distinct from the Ismaili as well as from other Muslims belief and practice... Most Druze do not identify as Muslims..
  7. ↑ "Ismāʿīliyyah". Encyclopædia Britannica. 20 Januari 2017. The Druze, who live mostly in Syria, Lebanon, and Israel, are also Ismāʿīlī in origin.
  8. ↑ "Druze in Syria". Harvard University. The Druze are an ethnoreligious group concentrated in Syria, Lebanon, and Israel with around one million adherents worldwide. The Druze follow a millenarian offshoot of Isma'ili Shi'ism. Followers emphasize Abrahamic monotheism but consider the religion as separate from Islam.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik Islam ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan