Minggu, 04 Oktober 2026
21:21 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya

Feminisme Islam

Bagikan:
Bagian dari seri
Islam
120px-Allah3.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bagian dari seri
Feminisme
120px-Venus_symbol_%28heavy_pink%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Konsep

Feminisme Islam diartikan oleh para cendekiawan Islam lebih radikal ketimbang feminisme sekuler[1] dan dilandaskan dalam kepentingan Islam dengan al-Qur'an sebagai kitab sucinya.[2] Feminisme Islam adalah sebuah bentuk feminisme yang berfokus pada peran perempuan dalam Islam. Feminisme Islam bertujuan untuk mencapai kesetaraan penuh bagi seluruh Muslim, tanpa memandang gender, dalam kehidupan publik dan pribadi. Para feminis Islam memperjuangkan hak-hak perempuan, kesetaraan gender, dan keadilan sosial yang berlandaskan pada kerangka Islam. Meskipun berakar pada pemikiran Islam, para pelopor gerakan ini juga telah memanfaatkan wacana feminis sekuler, Barat, atau non-Muslim lainnya, dan telah mengakui peran feminisme Islam sebagai bagian dari gerakan feminis global yang terintegrasi.

Para pendukung gerakan ini berupaya untuk menyoroti ajaran kesetaraan dalam agama, dan mendorong pertanyaan tentang interpretasi patriarki Islam dengan menafsirkan ulang Al-Qur'an dan Hadits. Perpaduan Islam dan feminisme diadvokasikan sebagai "kepentingan feminis dan praktik yang diatur dalam paradigma Islam" oleh Margot Badran pada 2002.[3] Para feminis Islam mendasarkan argumen mereka dalam Islam dan ajarannya,[4] memperjuangkan kesetaraan penuh wanita dan pria dalam lingkup pribadi dan publik, dan dapat melibatkan non-Muslim dalam kepentingan dan debat.

Sebagai "mazhab pemikiran", gerakan tersebut dikatakan merujuk kepada sosiolog Maroko "Fatima Mernisi dan para cendekiawati seperti Amina Wadud dan Leila Ahmed".[5] Para pemikir terkemuka antara lain Begum Rokeya, Azizah al-Hibri, Riffat Hassan, Asma Lamrabet, dan Asma Barlas.

Sejarah

Dalam sekitar 150 tahun terakhir, banyak interpretasi ilmiah telah berkembang dari dalam tradisi Islam itu sendiri yang berupaya memperbaiki kesalahan sosial yang dilakukan terhadap perempuan Muslim. Misalnya, muncul yurisprudensi Islam baru yang berupaya melarang praktik-praktik seperti pemotongan alat kelamin perempuan, menyetarakan hukum keluarga, mendukung perempuan sebagai ulama dan menduduki posisi administratif di masjid, serta mendukung kesempatan yang sama bagi perempuan Muslim untuk menjadi hakim di lembaga-lembaga sipil maupun keagamaan. Para cendekiawan Islam feminis modern memandang pekerjaan mereka sebagai pemulihan hak-hak yang diberikan oleh Tuhan dan Muhammad tetapi diingkari oleh masyarakat.

Hari Hijab Sedunia

Hari Hijab Sedunia adalah acara tahunan yang digagas oleh Nazma Khan, seorang Bangladesh-Amerika, pada tahun 2013, dan diperingati setiap tanggal 1 Februari di 140 negara di seluruh dunia. Tujuannya adalah untuk mendorong perempuan dari semua agama dan latar belakang untuk mengenakan dan merasakan hijab selama sehari, serta untuk mengedukasi dan meningkatkan kesadaran tentang alasan mengapa hijab dikenakan.

Bacaan tambahan

Dengarkan versi lisan dari artikel ini (11 menit)
noicon
Ikon Wikipedia Lisan
Berkas suara ini dibuat berdasarkan revisi dari artikel ini per tanggal 31 Maret 2008 (2008-03-31), sehingga isinya tidak mengacu pada revisi terkini.

Referensi

  1. ↑ "Islamic feminism: what's in a name?" Diarsipkan 2015-03-20 di Wayback Machine. Diarsipkan 2015-03-20 di Wayback Machine. by Margot Badran, Al-Ahram, January 17–23, 2002
  2. ↑ "Exploring Islamic Feminism" Diarsipkan 2005-04-16 di Wayback Machine. by Margot Badran, Center for Muslim-Christian Understanding, Georgetown University, November 30, 2000
  3. ↑ "Al-Ahram Weekly | Culture | Islamic feminism: what's in a name?". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-03-20. Diakses tanggal 2005-06-24. Diarsipkan March 20, 2015, di Wayback Machine.
  4. ↑ "Women In Islam". milligazette.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2015-10-22. Diakses tanggal 9 Desember 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Lindsey, Ursula (11 April 2018). "Can Muslim Feminism Find a Third Way?". New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2018-04-12. Diakses tanggal 11 April 2018.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan