Senin, 21 September 2026
05:11 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Gerakan Wanita Indonesia

Gerakan Wanita Indonesia

Organisasi wanita Indonesia (1950-1965)

Gerwani
250px-Gerwani_Suara_Indonesia_25_Jan_1954_p1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nama lengkapGerakan Wanita Indonesia
Berdiri4 Juni 1950
Tanggal pembubaran12 Maret 1966
Anggota3 juta (1965)
AfiliasiPartai Komunis Indonesia
NegaraIndonesia

Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani) adalah organisasi pergerakan kaum perempuan yang berdiri pada tanggal 4 Juni 1950 di Semarang, Jawa Tengah. Pada tahun 1957, Gerwani memiliki lebih dari 650.000 anggota dan terus mengalami peningkatan jumlah anggota menjadi 1,5 juta tahun 1963 dan 3 juta tahun 1965. Gerwani lahir dari sebuah organisasi wanita bernama Gerwis (Gerakan Wanita Istri Sedar), didirikan pada bulan Juni 1950, fusi dari enam organisasi, yaitu: Rukun Putri Indonesia (Rupindo) dari Semarang, Persatuan Wanita Sadar dari Surabaya, Isteri Sedar dari Bandung, Gerakan Wanita Indonesia (Gerwindo) dari Kediri, Wanita Madura dari Madura, dan Perjuangan Putri Republik Indonesia dari Pasuruan. Kongres penyatuan enam organisasi tersebut dilaksanakan di Semarang pada tanggal 4 Juni 1950.[1]

Awal

Perubahan Gerwis menjadi Gerwani terjadi saat pelaksanaan Kongres Gerwis ke-2 tahun 1954. Pada kongres ini disepakati untuk menghilangkan kata "Sedar" pada nama organisasi dan mengubahnya menjadi Gerakan Wanita Indonesia atau Gerwani. Perubahan nama organisasi dari Gerwis menjadi Gerwani telah menyebabkan keanggotaan organisasi ini lebih bersifat terbuka bagi semua perempuan di Indonesia. Organisasi Gerwani bersifat independen yang memiliki ideologi feminisme, sosialisme, dan nasionalisme. Gerwani bertujuan memperjuangkan hak-hak perempuan, hak anak, perdamaian dan kemerdekaan. Oleh karena itu, mereka aktif memberikan pendidikan dan penyuluhan kepada perempuan di berbagai daerah tentang hak-hak perempuan dalam perkawinan.

Menjelang Pemilu 1955, Gerwani mulai berafiliasi dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Berkat dukungan Gerwani, PKI memperoleh banyak suara perempuan dan berhasil menduduki peringkat keempat. Hal ini secara tidak langsung memberikan keuntungan kepada Gerwani karena berhasil menempatkan enam orang anggotanya di DPR. Mereka adalah Suharti Suwarno, Salawati Daud, Suwardiningsih, Maemunah, Umi Sardjono dan Nyonya Mudigdo.[2]

Pada kongres ke-IV bulan April 1961, Gerwani mengeluarkan resolusi yang memperlihatkan kedekatannya dengan garis perjuangan PKI dan Soekarno. Gerwani mendukung perjuangan mempertahankan Irian Barat, membantu pelaksanaan Land Reform, Undang-Undang Perkawinan yang demokratis, keamanan nasional dan penurunan harga. Perjuangan Gerwani di tahun 1960-an lebih fokus pada persoalan-persoalan politik nasional.[3]

Kejatuhan

Afiliasi Gerwani terhadap PKI menyebabkan organisasi ini dianggap terlibat dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965. Mereka dituduh melakukan kekerasan dan tindakan asusila terhadap para Jenderal yang menjadi korban Gerakan 30 September 1965. Hal ini menimbulkan stigma negatif pada Gerwani dan tuntutan terhadap pembubaran Gerwani. Sampai tahun 1967, ribuan anggota Gerwani ditangkap dan dipenjarakan, termasuk ketua Gerwani Umi Sardjono dan Sesjen Gerwani Kartinah. Orde Baru mengklasifikasikan anggota Gerwani sebagai tahanan politik golongan B.

Lihat juga

Bacaan

  • Blackburn, Susan (2004). Women and the State in Modern Indonesia. Cambridge: Cambridge University Press. ISBN 0-521-84225-5
  • Wieringa, Saskia. (2002) Sexual politics in Indonesia. The Hague: Institute of Social Studies. ISBN 0-333-98718-7.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Gerwani.

Referensi

  1. Sari, Ratna Mustika (2007). GERWANI: Stigmatisasi dan Orde Baru. Yogyakarta: Laboratorium Jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. hlm. 20.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. Lestariningsih, Amurwani Dewi (2011). Gerwani: Kisah Tapol Wanita di Kamp Plantungan. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. Sari, Ratna Mustika (2007). GERWANI: Stigmatisasi dan Orde Baru. Yogyakarta: Laboratorium Jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. hlm. 28.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan