Sabtu, 26 September 2026
04:25 WIB
TERKINI
Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia
Puan Maharani

Puan Maharani

politikus Indonesia

Puan Maharani
250px-Puan_Maharani%2C_Ketua_DPR-RI_%282024%E2%80%932029%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret resmi sebagai ketua DPR-RI, 2024
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesiake-19
Mulai menjabat
1 Oktober 2019
PresidenJoko Widodo
Prabowo Subianto
Wakil
PendahuluBambang Soesatyo
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesiake-16
Masa jabatan
27 Oktober 2014 –1 Oktober 2019
PresidenJoko Widodo
PendahuluAgung Laksono
PenggantiMuhadjir Effendy
Ketua Fraksi PDI-P DPR-RI
Masa jabatan
23 Januari 2012 –27 Oktober 2014
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
PendahuluTjahjo Kumolo
PenggantiOlly Dondokambey
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
Mulai menjabat
1 Oktober 2019
PresidenJoko Widodo
Prabowo Subianto
Daerah pemilihanJawa Tengah V
Masa jabatan
1 Oktober 2009 –27 Oktober 2014
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
Joko Widodo
PenggantiAlfia Reziani
Daerah pemilihanJawa Tengah V
Informasi pribadi
LahirPuan Maharani Nakshatra Kusyala Devi
6 September 1973 (umur 53)
Jakarta, Indonesia[1]
Partai politik  PDI-P
Suami/istri
Hapsoro Sukmonohadi
​
(m. 1998)​
Hubungan
Anak2, termasuk Pinka Haprani
Orang tua
PendidikanUniversitas Indonesia
Profesi
Tanda tangan
Julukan
  • Ibu Puan
  • Putri Mahkota PDIP

Puan Maharani Nakshatra Kusyala Devi[2] (lahir 6 September 1973)[3] adalah politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (Ketua DPR RI) periode 2024–2029. Puan merupakan perempuan pertama dan orang termuda ketiga, setelah Achmad Sjaichu dan I Gusti Gde Subamia, yang pernah menjabat sebagai Ketua DPR secara tetap; dia berusia 46 tahun saat dilantik. Puan juga tercatat sebagai Ketua DPR pertama pasca Reformasi yang berhasil menjabat selama dua periode berturut-turut (2019–2024 dan 2024–2029). Sebelumnya, dia merupakan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia antara 2014 hingga 2019, dalam prosesnya juga menjadi perempuan pertama dan orang termuda yang pernah menjabat sebagai menteri koordinator.

Sebagai anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), dia pertama kali terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat pada 2009. Dia menjabat sebagai ketua fraksi partai dari tahun 2012 hingga terpilih sebagai menteri pada 2014. Dia adalah satu dari delapan perempuan yang terpilih sebagai menteri dan satu-satunya menteri koordinator perempuan. Dia kembali terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat dalam pemilu 2019. Puan juga pernah menjabat sebagai Ketua Fraksi PDI-Perjuangan di DPR pada tahun 2012 hingga 2014. Di DPR, Puan Maharani berada di Komisi VI yang mengawasi BUMN, perdagangan, koperasi, dan usaha kecil menengah, serta anggota badan kelengkapan dewan Badan Kerja Sama Antar-Parlemen Dewan Perwakilan Rakyat (BKSAP DPR).[4] Pada periode 2019–2024 dan 2024-2029, Puan berada di Komisi I.

Puan adalah anak bungsu dan satu-satunya putri mantan presiden dan pemimpin PDI-P saat ini, Megawati Sukarnoputri, serta cucu dari mantan Presiden Sukarno. Ayahnya, Taufiq Kiemas, adalah seorang politikus yang menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat dari tahun 2009 hingga kematiannya pada 2013.

Kehidupan awal dan pendidikan

Kehidupan awal

Puan Maharani Nakshatra Kusyala Devi lahir pada 6 September 1973. Ibunya adalah mantan presiden dan pemimpin PDI-P saat ini Megawati Soekarnoputri, putri presiden pertama Indonesia Soekarno, menjadikannya cucu dari Soekarno. Ayahnya adalah Taufiq Kiemas, seorang politisi yang menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat dari 2009 hingga kematiannya pada 2013.

Pendidikan

Hingga sekolah dasar (SD), Puan menjalani kehidupan yang relatif normal dan lancar, meskipun merupakan cucu dari presiden pertama Soekarno. Hal ini terjadi hingga ia berada di sekolah menengah pertama (SMP), saat ibunya Megawati, menjadi aktif kembali dalam politik Indonesia selama Orde Baru. Ia lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA) Perguruan Cikini pada tahun 1991, dan ia masuk Universitas Indonesia pada tahun 1991 untuk belajar komunikasi massa. Ia lulus tahun 1997.[5] Pada tanggal 14 Februari 2020, Puan dianugerahkan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa dari Universitas Diponegoro, proses perolehan gelar ini berjalan selama dua tahun.[6]

Karier politik

Kepresidenan Megawati

Setelah jatuhnya Suharto pada tahun 1998, Puan terlibat dalam politik karena ibunya adalah salah satu pemain utama dalam kancah politik nasional. Selama tiga tahun kepresidenan Megawati, ia sering menemani ibunya dalam kunjungan dinas dalam dan luar negeri, selain melakukan kegiatan sosial sendiri.[7]

Dewan Perwakilan Rakyat

250px-Inauguration_of_Muchtar_Pakpahan_as_Professor_of_Law_04_%28Puan_Maharani_and_Muchtar_Pakpahan%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Puan Maharani bersama dengan tokoh buruh Muchtar Pakpahan.

Pada tahun 2008, Megawati memperkenalkan Puan, yang saat itu menjabat sebagai Ketua Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan DPP PDI-P, sebagai penggantinya saat berkampanye untuk pemilihan gubernur Jawa Timur 2008 di Ngawi.[8] Setelah itu, Maharani mencalonkan diri di Pemilu 2009 di dapil Jawa Tengah 5 (meliputi Surakarta, Sukoharjo, Klaten, dan Boyolali) dan memenangkan 242.504 suara - tertinggi kedua dari semua calon anggota parlemen di negara ini.[9] Pada masa jabatan pertamanya, ia menjabat sebagai Ketua Fraksi PDI-P sejak 2012, menggantikan Tjahjo Kumolo (yang kemudian menjadi Menteri Dalam Negeri).[10] Ia ditugaskan di komisi VI DPR, meliputi investasi dan UKM.[9] Selama periode ini, dia menentang kebijakan kenaikan harga bahan bakar pada tahun 2013.[11]

Pemilihan Presiden 2014

Kemudian, dia sempat diajukan sebagai calon presiden PDI-P untuk pemilihan umum 2014 dan sebagai calon wakil presiden untuk Joko Widodo (populer dikenal sebagai Jokowi). Dalam pemilihan umum legislatif, ia memenangkan 326.927 suara, sekali lagi mencetak suara terbanyak kedua secara nasional.[9][12]

Menteri Koordinator

Menyusul kemenangan Jokowi atas Prabowo Subianto dalam pemilihan presiden langsung, ia diangkat menjadi menteri kabinet di tengah kritik atas pengalamannya dan pengaruh politik ibunya.[9] Penggantinya di parlemen, Alfia Reziani, baru dilantik pada tahun 2016.[13] Dia mengklaim sukses selama masa jabatannya, merujuk pada IPM yang meningkat di samping kemiskinan yang lebih rendah dan statistik rasio Gini.[14] Dia adalah satu-satunya menteri koordinator yang selamat dari dua perombakan kabinet pada masa jabatan pertama Jokowi, mendorong media untuk menggambarkannya sebagai "tak tersentuh".[15][16]

Situs web revolusi mental

Pada 24 Agustus 2016, dalam kapasitasnya sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan meluncurkan situs web, revolusimental.go.id, untuk mempromosikan seruan Presiden Joko Widodo untuk "revolusi mental" di Indonesia.[17] Kementerian telah menerima dana anggaran sebesar Rp149 miliar pada tahun 2015, yang mengakibatkan kritik ketika situs revolusi mental "down" dua hari setelah diluncurkan.[18][19] Pejabat mengklaim situs tersebut telah diretas dan "hanya" menelan biaya Rp200 juta.[20] Laporan mencatat bahwa beberapa kode skrip situs telah diambil dari barackobama.com, sebuah situs yang dioperasikan oleh pendukung Barack Obama. Situs asli juga dibangun di atas tema dari platform situs web sumber terbuka WordPress dan di-host di server bersama.[21] Situs web tersebut kemudian dikembangkan kembali, tetapi dikritik karena "berbiaya berat, konten ringan".[22] Puan membela situs tersebut, dengan mengatakan: “Saya sangat ingin semua orang berpartisipasi dalam program ini dengan mengikuti kegiatan serta memberikan pendapat atau kritik mereka kepada kami.”[23]

Skandal korupsi

Pada 22 Maret 2018, mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto, saat diadili karena korupsi, bersaksi Puan menerima suap sebesar $500.000 dari pengusaha Made Oka Masagung sehubungan dengan program kartu identitas elektronik ketika dia menjadi anggota legislatif, menjabat sebagai ketua Fraksi PDIP di DPR.[24] Puan mengaku mengenal Made Oka tetapi membantah membahas kasus e-KTP dengannya.[25] Made Oka, yang dipenjara selama 10 tahun karena perannya dalam skandal suap e-KTP, membantah memberikan uang kepada legislator, mengatakan dia tidak ingat pertemuan dengan mereka.[26][27] Indonesia Corruption Watch meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memeriksa kebenaran tuduhan terhadap Puan.[28] Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan kesaksian Setya "hanya omongan" dan Puan tidak akan dimintai keterangan jika tidak ditemukan bukti.[29]

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat

Menyusul Pemilu April 2019 Indonesia, di mana hasil sementara menunjukkan PDIP memperoleh suara terbanyak, Puan disebut-sebut menjadi Ketua DPR periode 2019–2024,[30] menjadi ketua wanita pertama di dewan.[31] Dia juga telah mengindikasikan bahwa dia mungkin mencalonkan diri kepresidenan pada tahun 2024.[32] Secara individual, dia memperoleh 404.034 suara untuk tiketnya ke dewan, terbanyak dari kandidat legislatif mana pun di negara ini.[33] Ia diangkat sebagai Ketua pada 1 Oktober 2019, menjadi wanita pertama yang memegang posisi tersebut.[34]

Penghargaan

Brevet Kehormatan
250px-Brevet_Hiu_Kencana_%28Kapal_Selam%29.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Brevet Hiu Kencana (2022)[37]

Rujukan

  1. ↑ Okezone (2 Desember 2014). "Puan Maharani: Okezone News". Diakses tanggal 2 April 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "CV PUAN MAHARANI" (PDF). Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 11 Agustus 2021. Diakses tanggal 19 September 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ ""Pimpin FPDIP, Peran Puan Semakin Kuat"". Diarsipkan dari asli tanggal 7 Februari 2011. Diakses tanggal 26 Februari 2011.
  4. ↑ "Berita Puan Maharani Terkini dan Terbaru Hari Ini - SINDOnews". SINDOnews.com. Diakses tanggal 2023-08-30.
  5. ↑ "Sosok Puan Maharani, Salah Satu Menteri Koordinator Kabinet Jokowi". KOMPAS.com. 26 Oktober 2014. Diakses tanggal 7 November 2017.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Purbaya, Angling Adhitya. "Tangis Bahagia Puan Maharani Terima Gelar Doktor Honoris Causa Undip". detiknews. Diakses tanggal 2021-10-01.
  7. ↑ "Puan Maharani". Merdeka. Diakses tanggal 7 November 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ "Megawati Perkenalkan Penerusnya Puan Maharani". ANTARA. 16 Juli 2008. Diakses tanggal 7 November 2017.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. 1 2 3 4 "Puan Maharani, Calon Menko Pembangunan Manusia". Tempo. 22 Oktober 2014. Diakses tanggal 7 November 2017.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ "Puan Gantikan Tjahjo sebagai Ketua Fraksi PDIP". Tempo. 23 Januari 2012. Diakses tanggal 7 November 2017.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ "Tolak Kenaikan BBM, Puan: Program Balsem Tak Jelas". detik.com. 17 Juni 2013. Diakses tanggal 7 November 2017.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ "Puan still eyes VP position". The Jakarta Post. 17 Mei 2014. Diakses tanggal 7 November 2017.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ↑ Ihsanuddin (17 Maret 2016). "Alfia Reziani Resmi Dilantik Jadi Anggota DPR Gantikan Puan Maharani". KOMPAS.com. Diakses tanggal 7 November 2017.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. ↑ "Govt announces progress in human development, cultural affairs". The Jakarta Post. 27 Oktober 2017. Diakses tanggal 7 November 2017.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  15. ↑ "New Economics, Trade Chiefs as Jokowi Reshuffles Cabinet". American Chamber of Commerce in Indonesia. Jakarta Globe. 12 Agustus 2015. Diakses tanggal 14 Juni 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  16. ↑ Ihsanuddin (28 Juli 2016). "Menteri-menteri "Untouchable" yang Aman dari "Reshuffle"". Kompas.com. Diakses tanggal 14 Juni 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  17. ↑ "Puan Maharani launches Mental Revolution site". Republika.co.id. 25 Agustus 2015. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-05-18. Diakses tanggal 18 Mei 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  18. ↑ "Puan's Ministry Faces Difficulty in Realizing 'Mental Revolution'". Tempo.co. 16 Maret 2015. Diakses tanggal 18 Mei 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  19. ↑ Batubara, Herianto (26 Agustus 2015). "Situs Revolusi Mental Kemenko PMK Down, Berapa sih Biaya Pembuatannya?". detikcom. Diakses tanggal 18 Mei 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  20. ↑ Kusuma, Edward Febriyatri (28 Agustus 2015). "Situs Revolusi Mental Tumbang Sehari Setelah Diluncurkan, Ini Kata Menko Puan". detikcom. Diakses tanggal 18 Mei 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  21. ↑ "Puan Panned Over $10m Website, Likely Copied and Signifying Nothing". Jakarta Globe. 27 Agustus 2015. Diakses tanggal 18 Mei 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  22. ↑ Hidayat, Reja (25 Juli 2018). "Situs Revolusi Mental Menteri Puan: Gede Anggaran, Minim Konten". Tirto.id. Diakses tanggal 18 Mei 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  23. ↑ Maya, Amadea (30 Mei 2016). "Generation Why: An Interview with Puan Maharani". Indonesia Tatler. Diakses tanggal 18 Mei 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  24. ↑ Kharishar, Khafi (22 Maret 2018). "Setya testifies that Puan, Pramono received e-ID graft money". The Jakarta Post. Diakses tanggal 22 Maret 2018.
  25. ↑ "Puan denies Setya's claim she received e-ID money". The Jakarta Post. 24 Maret 2018. Diakses tanggal 25 Maret 2018.
  26. ↑ Florentin, Vindry (23 Maret 2018). "Puan Maharani Dismisses Setya Novanto's Allegation". Tempo.co. Diakses tanggal 17 Mei 2019.
  27. ↑ Rahma, Andita (5 Desember 2018). "Korupsi E-KTP, Made Oka dan Irvanto Divonis 10 Tahun Penjara". Tempo.co. Diakses tanggal 18 Mei 2019.
  28. ↑ Agus, Feri (23 Maret 2018). "ICW: KPK Perlu Periksa Puan dan Pramono di Kasus e-KTP". CNN Indonesia. Diakses tanggal 17 Mei 2019.
  29. ↑ "KPK Belum Bisa Sentuh Puan Maharani, Ini Sebabnya". PT.JPG Multimedia. 26 Maret 2018. Diakses tanggal 18 Mei 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  30. ↑ Bayhaqi, Ahda (14 Mei 2019). "Posisi Ketua DPR, PDIP Sebut Puan Paling Berpeluang tapi Tunggu Keputusan Megawati". Merdeka.com. Diakses tanggal 18 Mei 2019.
  31. ↑ Persada, Syailendra (1 Oktober 2019). "Puan Maharani: Akhirnya Pecah Telor, Perempuan Pertama Ketua DPR". Tempo. Diakses tanggal 1 Oktober 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  32. ↑ "Puan Maharani Beri Sinyal Maju Pilpres 2024, Siapa yang Pantas Mendampingi & Bagaimana Peluangnya?". tribun-timur.com. 11 Juni 2019. Diakses tanggal 11 Juni 2019.
  33. ↑ "Perbandingan Kiprah Puan Maharani dan 4 Wakil Ketua DPR di Dapil". Kabar24. 2 Oktober 2019. Diakses tanggal 5 Oktober 2019.
  34. ↑ Ghaliya, Ghina (1 Oktober 2019). "House gets first female speaker". The Jakarta Post. Diakses tanggal 5 Oktober 2019.
  35. ↑ Evandio, Akbar (2025-08-25). "Lengkap! Ini Daftar Daftar Peraih Bintang RI Utama dari Prabowo". Bisnis.com. Diakses tanggal 2025-08-25.
  36. ↑ Media, Kompas Cyber (2020-11-11). "Terima Bintang Mahaputera, Puan Maharani: Ini Amanah untuk Mengabdi". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-08-25.
  37. ↑ Anugrah, Yogi (28 November 2022). "KSAL Yudo Sematkan Brevet Hiu Kencana ke Puan, Listyo, hingga Dudung". CNN Indonesia. Diakses tanggal 28 November 2022.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Jabatan politik
Didahului oleh:
Bambang Soesatyo
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat
2019–sekarang
Petahana
Didahului oleh:
Agung Laksono
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia
2014–2019
Diteruskan oleh:
Muhadjir Effendy
Keluarga
Orang tua
Istri
Generasi ke-2
Generasi ke-3
Generasi ke-4
120px-Presiden_Sukarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Almamater
Kekuasaan Soekarno
Budaya populer
Jabatan baru
Digantikan: Soeharto →
Keluarga
Orang tua
Soekarno (ayah) dan Fatmawati (ibu)
Pasangan dan saudara
Taufiq Kiemas (suami kedua) • Surindro Supjarso (suami pertama) • Guntur Soekarnoputra (kakak) • Rachmawati Soekarnoputri (adik) • Nazarudin Kiemas (adik ipar) • Dicky Suprapto (adik ipar) • Sukmawati Soekarnoputri (adik) • Mangkunegara IX (adik ipar) • Guruh Soekarnoputra (adik) • Gusyenova Sabina Padmavati (adik ipar)
Generasi ke-2
Mohammad Rizki Pratama (anak) • Muhammad Prananda Prabowo (anak) • Puan Maharani (anak) • Puti Guntur Soekarno (keponakan) • Hendra Rahtomo (keponakan) • Didi Mahardhika (keponakan) • Paundrakarna (keponakan) • Giri Ramanda Kiemas (keponakan)
Generasi ke-3
Diah Pikatan Orissa Putri Hapsari (cucu) • Praba Diwangkara (cucu)
120px-President_Megawati_Sukarnoputri_-_Indonesia.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Almamater
Masa pemerintahan
← Didahului: Abdurrahman Wahid
Digantikan: Susilo Bambang Yudhoyono →
Kabinet Kerja (2014–2019)
Menteri dan pejabat setingkat menteri yang dibawahi langsung oleh Presiden:
Pimpinan Fraksi MPR
Lambang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
Pimpinan Fraksi DPR
Anggota
Jawa Tengah I
Lambang Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
Jawa Tengah II
Jawa Tengah III
Jawa Tengah IV
Jawa Tengah V
Jawa Tengah VI
Jawa Tengah VII
Jawa Tengah VIII
Jawa Tengah IX
Jawa Tengah X
Jawa Tengah I
Lambang Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
Jawa Tengah II
Jawa Tengah III
Jawa Tengah IV
Jawa Tengah V
Jawa Tengah VI
Jawa Tengah VII
Jawa Tengah VIII
Jawa Tengah IX
Jawa Tengah X
Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi politikus Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan