Selasa, 13 Oktober 2026
11:36 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
I Gusti Gde Subamia

I Gusti Gde Subamia

Politisi Indonesia

Bagikan:
I Gusti Gde Subamia
250px-I_Gusti_Gde_Subamia%2C_Hasil_Rakjat_Memilih_Tokoh-tokoh_Parlemen_%28Hasil_Pemilihan_Umum_Pertama_-_1955%29_di_Republik_Indonesia%2C_p109.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
I Gusti Gde Subamia tahun 1956
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat
Masa jabatan
26 Februari 1966 –2 Mei 1966
PresidenSoekarno
PendahuluArudji Kartawinata
PenggantiAchmad Sjaichu
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat
Masa jabatan
26 Desember 1960 –26 Februari Juni 1966
PresidenSoekarno
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat
Masa jabatan
26 Maret 1956 –16 Juni 1966
Informasi pribadi
Lahir(1921-01-04)4 Januari 1921
Meninggal31 Desember 1986(1986-12-31) (umur 65)
Partai politikPartai Nasional Indonesia
ProfesiPolitikus

I Gusti Gde Subamia (4 Januari 1921 – 31 Desember 1986) adalah politikus Indonesia dari Partai Nasional Indonesia yang pernah menjabat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia periode 26 Februari 1966–2 Mei 1966. Gde Subamia merupakan salah seorang politikus termuda yang menjabat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Dirinya hanya dua bulan menjabat karena pada 2 Mei 1966 kepemimpinan dewan dibubarkan dan digantikan oleh tiga serangkai. Selanjutnya, Submia menjadi anggota biasa di DPR hingga diberhentikan pada 16 Juni 1966.[1][2]

Riwayat Hidup

Karier, organisasi, dan politik

Karier Gde Subamia diawali dengan menjadi Asisten Kepala Distrik dan juga Mantri Polisi merangkap Kepala Bea di tanah kelahirannya, yaitu Gilimanuk dan Tabanan. Karier politiknya dimulai tahun 1946 dengan bergabung di Partai Rakyat Indonesia di mana dirinya menjadi wakil ketua. Tahun 1949, Gde Subamia mendirikan organisasi Kesatuan Pemuda Nasional Indonesia. Pada 17 Agustus 1949, Gde Subamia ikut mendirikan Partai Gerakan Nasional Indonesia. Partai ini kemudian, pada 26 Desember 1949, melebur menjadi Partai Nasional Indonesia. Pada 24 Maret 1946, Gde Subamia dilantik menjadi anggota DPR RI dari Partai Nasional Indonesia. Karier politiknya di Senayan berlangsung kurang lebih sepuluh tahun.[2]

Gde Subamia merupakan tokoh yang terlibat aktif dalam proses pemindahan ibu kota Provinsi Bali dari Singaraja ke Denpasar. Ketika itu, Gde Subamia berperan dalam bidang urusan sosial sebagaimana tertuang dalam Peraturan Paruman Agung tahun 1950. Masih di tahun yang sama, Gde Agung juga dipercaya menjabat dalam bidang urusan sosial pada Dewan Pemerintahan Daerah Bali.[3]

Lihat pula

Referensi

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan