Minggu, 20 September 2026
22:18 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Prevalensi

proporsi dari populasi yang memiliki karakteristik tertentu dalam jangka waktu tertentu. Dalam dunia kedokteran, karakteristik yang dimaksud meliputi penyakit atau faktor risiko.

Prevalensi adalah proporsi dari populasi yang memiliki karakteristik tertentu dalam jangka waktu tertentu. Dalam dunia kedokteran, karakteristik yang dimaksud meliputi penyakit atau faktor risiko. Prevalensi umumnya ditentukan dengan cara memilih sampel secara acak (kelompok kecil) dari seluruh populasi, dengan tujuan sampel yang dipilih dapat mewakili populasi. Untuk sampel representatif yang sederhana, prevalensi adalah jumlah orang dalam sampel dengan karakteristik tertentu, dibagi dengan jumlah total orang dalam sampel. Saat sampel (bukan seluruh populasi) yang digunakan untuk menghasilkan perkiraan prevalensi, bobot statistik dapat diterapkan untuk menyesuaikan karakteristik sampel dengan populasi target.[1][2][3][4][5]

Prevalensi biasanya dinyatakan sebagai persentase (5%, atau 5 orang dari 100), atau sebagai jumlah kasus per 10.000 atau per 100.000 orang, tergantung seberapa besar penyakit atau faktor risiko yang terjadi dalam populasi. Ada beberapa cara untuk mengukur dan melaporkan prevalensi yang bervariasi sesuai dengan kerangka waktu untuk estimasi. Cara pertama adalah prevalensi titik, yaitu proporsi populasi yang memiliki karakteristik pada titik waktu tertentu. Cara kedua adalah periode prevalensi yaitu proporsi populasi yang memiliki karakteristik tertentu dalam periode waktu tertentu. Jangka waktu 12 bulan merupakapan periode yang umum digunakan. Cara ketiga adalah prevalensi seumur hidup, yaitu proporsi populasi yang memiliki karakteristik tertentu hingga seumur hidupnya.[1][1][6]

Prevalensi berbeda dengan insiden, insiden berhubungan dengan kasus baru yang mengacu pada frekuensi perkembangan penyakit yang baru dalam suatu populasi dalam periode waktu tertentu, biasanya dalam satu tahun. Sedangkan prevalensi adalah kasus baru dan kasus lama yang mengacu pada jumlah orang yang menderita penyakit pada tahun tertentu. Jumlah ini termasuk semua orang yang mungkin telah didiagnosis pada tahun sebelumnya, serta pada tahun berjalan.[3][4][5]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 "NIMH » What is Prevalence?". www.nimh.nih.gov. Diakses tanggal 20 Maret 2020.
  2. "Prevalence | epidemiology". Encyclopedia Britannica. Diakses tanggal 20 Maret 2020.
  3. 1 2 "Difference Between Prevalence and Incidence". Compare the Difference Between Similar Terms. Diakses tanggal 20 Maret 2020.
  4. 1 2 "What Exactly Do the Terms Incidence and Prevalence Mean?". Verywell Health. Diakses tanggal 20 Maret 2020.
  5. 1 2 "Basic Statistics: About Incidence, Prevalence, Morbidity, and Mortality - Statistics Teaching Tools - New York State Department of Health". www.health.ny.gov. Diakses tanggal 20 Maret 2020.
  6. "Principles of Epidemiology | Lesson 3 - Section 2". www.cdc.gov. 10 Desember 2019. Diakses tanggal 20 Maret 2020.
Konsep dalam penyakit infeksius dan penyakit menular
Determinan
Agen
Inang
Lingkungan
Penularan
Konsep dasar
Mode
Rute
Pemodelan
Tingkat kejadian
Tindakan pencegahan
dan pengendalian
Farmasi
Nonfarmasi
Infeksi baru
Lainnya
Konsep umum
Kajian terkontrol
(EBM I sampai II-1)
Kajian observasional
(EBM II-2 sampai II-3)
Pengukuran
Kejadian
Asosiasi
Dampak populasi
Lainnya
Jenis uji coba
Analisis uji klinis
Interpretasi hasil
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan