Minggu, 27 September 2026
04:46 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Respons imun

Respons imun

proses dalam sistem imun berupa respons terukur terhadap potensi ancaman dari eksternal

330px-Immune_response2_ID.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perjalanan respons imun

Respons imun adalah reaksi sistem imun suatu organisme terhadap keberadaan benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Objek yang dianggap sebagai benda asing dapat berupa mikroorganisme seperti virus, bakteri, parasit, dan fungi, yang dapat menyebabkan masalah serius bagi kesehatan organisme inang jika tidak dibersihkan atau dieliminasi dari tubuh.[1]

Ada dua aspek berbeda dari respons imun, yaitu sistem imun bawaan dan sistem imun adaptif, yang keduanya bekerja sama untuk melindungi diri dari patogen. Respons imun bawaan—reaksi pertama tubuh terhadap benda asing—dikenal sebagai respons yang tidak spesifik dan bertindak cepat terhadap segala jenis patogen. Komponen respons imun bawaan mencakup penghalang fisik seperti kulit dan selaput lendir; sel-sel imun seperti neutrofil, makrofag, dan monosit; dan faktor terlarut seperti sitokin dan komplemen.[2] Di sisi lain, respons imun adaptif adalah respons imun yang menghadapi antigen spesifik dan dengan demikian membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengaktifkan komponen-komponen yang terlibat. Respons adaptif mencakup sel-sel seperti sel dendritik, sel T, dan sel B, serta antibodi (juga dikenal sebagai imunoglobulin) yang berinteraksi langsung dengan antigen dan merupakan komponen yang sangat penting untuk memberikan respons yang kuat terhadap patogen.[1]

Ketika suatu antigen yang spesifik pertama kali masuk ke dalam tubuh organisme inang, organisme ini akan menghasilkan sel T dan B efektor yang merupakan sel-sel aktif yang bertahan melawan patogen. Produksi sel-sel efektor akibat paparan antigen untuk yang pertama kali disebut respons imun primer. Sel T memori dan sel B memori juga diproduksi apabila patogen yang sama kembali memasuki tubuh organisme inang. Jika organisme inang terpapar kembali dengan patogen yang sama, respons imun sekunder akan muncul dan sistem imun dapat merespons dengan cepat dan kuat berkat sel-sel memori dari paparan pertama.[3] Vaksinasi adalah cara untuk memperkenalkan mikroorganisme yang dilemahkan, dinonaktifkan, atau dipecah komponennya untuk membangkitkan respons imun primer. Hal ini dilakukan sebagai persiapan agar jika terjadi paparan terhadap patogen yang sebenarnya, tubuh dapat mengandalkan respons imun sekunder untuk mempertahankan diri dengan cepat.[4]

Referensi

  1. 1 2 Sompayrac, Lauren (2019). How the immune system works (Edisi 6). Hoboken, NJ. ISBN 978-1-119-54219-3. OCLC 1083704429.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Rich, Robert R. (2019). Clinical Immunology: Principles and Practice (Edisi 5). [St. Louis, Mo.] ISBN 978-0-7020-7039-6. OCLC 1023865227.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ "Immune system – Evolution of the immune system". Encyclopedia Britannica (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-09.
  4. ↑ "Vaccine: Definition, Types, History, & Facts". Encyclopedia Britannica. Diakses tanggal 2020-03-09.
Konsep dalam penyakit infeksius dan penyakit menular
Determinan
Agen
Inang
Lingkungan
Penularan
Konsep dasar
Mode
Rute
Pemodelan
Tingkat kejadian
Tindakan pencegahan
dan pengendalian
Farmasi
Nonfarmasi
Infeksi baru
Lainnya


Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan